Kemandulan Bisakah Di Obati?

DokterSehat.Com – Mandul menjadi kata-kata yang sangat tidak enak didengar bagi pasangan yang sedang menanti buah hati. Seakan-akan mandul adalah vonis yang sudah tak dapat diubah lagi. Hingga muncul pertanyaan apakah kemandulan dapat diobati.



Padahal kemandulan sendiri tak berarti semenyeramkan itu. Pasangan didiagnosa mengalami kemandulan bila belum mendapatkan keturunan walaupun sudah melakukan hubungan seksual secara aktif selama lebih dari satu tahun. Artinya kondisi kemandulan bisa dialami pria atau wanita.

Pada pria kemandulan bisa ditandai bila kualitas sel sperma di bawah standar. Bisa karena kecepatan gerak sel sperma yang kurang, sel sperma yang terkandung dalam cairan sperma di bawah standar atau malah tidak ditemukan sel sperma sama sekali. Pemeriksaan kualitas sperma pada pria termasuk mudah dan relatif lebih murah daripada pemeriksaan pada wanita. Hampir semua laboratorium bisa mengerjakan jenis pemeriksaan ini. Karena itu bila pasangan belum mendapatkan kehamilan setelah lewat setahun maka pemeriksaan kesehatan reproduksi pria lebih diutamakan.

Menegakkan diagnosa mandul pada wanita akan lebih rumit daripada pria. Karena organ reproduksi yang dimiliki seorang wanita jauh lebih rumit dan kompleks. Hingga penyebab kemandulan pada wanita bisa disebabkan oleh faktor-faktor yang lebih beragam. Salah satunya adalah disfungsi ovulasi. Dimana ovarium tidak mampu memproduksi sel-sel telur yang sehat. Kekurangan gizi dan kelainan hormon juga bisa menjadi faktor yang menyulitkan terjadinya proses pembuahan. Sulitnya kehamilan bisa terjadi pula saat rahim atau tuba falopii mengalami infeksi. Beragamnya sebab kemandulan pada wanita ini membuat mereka lebih sering bertanya apakah kemandulan dapat diobati.

Jawaban bagi pertanyaan apakah kemandulan dapat diobati tentu tergantung pada penyebab kemandulan. Bila disebabkan oleh adanya infeksi, baik pada pria atau wanita, tentu terbuka kemungkinan untuk mendapatkan kehamilan setelah infeksi tersebut diobati dengan tuntas. Tetapi bila penyebabnya bersifat tetap, misalnya organ reproduksi pria tidak mampu menghasilkan sperma atau ovarium pada wanita ternyata tidak bisa memproduksi sel telur. Berbagai terapi dan obat-obatan tentu tidak bisa mengubah kondisi ini.