Manfaat yang Didapatkan dari Program Diet Singkong

Doktersehat-diet singkong
Photo Credit: Flickr.com/Bolita5

DokterSehat.Com – Singkong adalah salah satu sumber makanan yang memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi. Tubuh memerlukan karbohidrat seperti yang ada pada singkong sebagai sumber energi utama bagi tubuh.

Selain itu, singkong juga memiliki komposisi rendah kalori, protein, lemak, hidrat arang, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin B dan C, amilum serta memiliki kadar gula yang rendah. Oleh karena itu, singkong sangat dianjurkan bagi penderita diabetes sebagai pengganti nasi.

Diet Singkong yang Tepat

Karena singkong termasuk ke dalam makanan yang mengandung karbohidrat yang tinggi, maka singkong akan mudah mengenyangkan. Singkong tidak mengandung kandungan lemak, sehingga kalau diolah dengan cara yang benar maka Ana akan mendapatkan manfaatnya tanpa ada efek samping atau hal buruk yang didapatkan.

Singkong juga dilaporkan mengandung beberapa senyawa bioaktif. Senyawa bioaktif sendiri merupakan senyawa kimia yang dipercaya dapat meningkatkan kesehatan tubuh manusia, termasuk dalam pencegahan kanker dan penyakit jantung.

baca juga: Mana Yang Lebih Sehat, Daun Pepaya atau Daun Singkong?

Cara mengolah singkong untuk diet singkong adalah dengan merebus atau mengukusnya,. Singkong yang diolah dengan cara digoreng memang akan tetap bisa memberikan manfaat nutrisi berupa karbohidrat yang tinggi, akan tetapi kandungan minyak dan lemak pada minyak goreng akan ikut terbawa ke dalam tubuh. Oleh sebab itu, teknik pengolahan paling tepat adalah dengan dikukus atau direbus.

Selain manfaat singkong bagi kesehatan, Anda juga perlu memperhatikan beberapa fakta lain dari makanan yang termasuk dalam umbi-umbian ini, antara lain:

  • Singkong mengandung zat kimia yang disebut glikosida sianogen. Bahan kimia ini dapat melepaskan sianida di dalam tubuh. Oleh karena itu, singkong harus disiapkan dengan benar sebelum dimakan untuk mencegah keracunan sianida.
  • Mengonsumsi singkong secara teratur sebagai makanan diet di masa kehamilan dan menyusui juga kurang aman. Hal tersebut dapat menyebabkan cacat lahir dan memengaruhi fungsi tiroid pada bayi Anda.
  • Singkong diketahui sebagai makanan yang miskin protein, kualitas singkong juga lebih mudah rusak pasca-panen. Hal tersebut menyebabkan singkong tidak baik disimpan terlalu lama.
  • Mengonsumsi singkong juga dapat menurunkan kadar hormon tiroid. Pada orang dengan penyakit tiroid, terutama mereka yang membutuhkan untuk menggunakan terapi penggantian hormon tiroid, disarankan untuk tidak mengonsumsi singkong.
  • Singkong diketahui dapat menurunkan jumlah yodium yang diserap oleh tubuh. Pada orang yang memiliki tingkat yodium rendah, mengonsumsi singkong dapat membuat kondisi menjadi lebih buruk.

Meski begitu, singkong merupakan bahan pangan yang cukup baik sebagai sumber dari karbohidrat (zat tepung atau energi). Dalam 100 gram singkong, rata-rata komposisi nutrisinya adalah: mengandung 63,50 gram air, fospor sebanyak 40 gram, karbohidrat 35 gram, kalsium 33 mg, vitamin C 30 mg, protein 1. 20 mg, zat besi 0. 70 mg, lemak 0. 30 mg, vitamin B1 0,01 mg, dan kalori (121 kal) lebih rendah dari nasi.

Manfaat singkong lainnya yakni dapat diterapkan sebagai menu diet bagi penderita diabetes. Singkong, ubi jalar, dan kentang mengandung vitamin C dan beta-karoten. Vitamin C berguna melindungi sistem imunitas tubuh, mencegah penyakit kardiovaskular, hingga masalah kerutan di kulit.

Sementara itu, beta-karoten merupakan antioksidan yang memiliki banyak fungsi seperti  mengurangi  risiko terbakar sinar matahari, gejala asma, mencegah kanker jenis tertentu, penyakit jantung, katarak, serta degenerasi makula terkait usia (AMD).

baca juga: Inilah 6 Manfaat Singkong Bagi Ibu Hamil

Produk Olahan Singkong

Tak hanya disajikan sebagai menu camilan, singkong juga dapat diaplikasikan menjadi tepung tapioka yang kemudian digunakan untuk keperluan produksi makanan ringan, kue, pudding, ataupun pengental. Sama halnya seperti singkong, tapioka juga tidak mengandung nutrisi yang lengkap, meski begitu singkong maupun tapioka tetap memiliki manfaat kesehatan bagi tubuh.

Selain bebas gluten, produk olahan singkong yang berupa tapioka disebut-sebut bebas kolesterol, mengandung serat, mudah dicerna, sebagai sumber kalsium, rendah garam, serta mengandung asam folat, mangan, zat besi, dan mengenyangkan.