Kekurangan Garam Ternyata Juga Berimbas Buruk Bagi Kesehatan Tubuh

DokterSehat.Com – Belakangan ini kita tentu sering mendengar saran yang diserukan oleh banyak pakar kesehatan agar kita menurunkan konsumsi garam sehari-hari. Memang, dalam realitanya sebagian besar masyarakat masih menggunakan garam dengan jumlah yang cukup tinggi karena merasa makanannya akan kurang terasa nikmat untuk disantap. Padahal, dengan mengkonsumsi garam dengan kadar yang sangat tinggi setiap hari, dikhawatirkan kita akan meningkatkan resiko terkena berbagai penyakit berbahaya layaknya tekanan darah tinggi hingga penyakit jantung. Sebagian masyarakat bahkan mulai benar-benar menghilangkan asupan garam dari makanannya demi menghindari hal ini. Sayangnya, menurut pakar kesehatan hal ini justru dianggap sebagai hal yang berlebihan dan kurang baik bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan.

23938579132_9d11868964_o

Pakar kesehatan dan nutrisi Emilia Achmadi menyebutkan jika garam masih dibutuhkan oleh tubuh sebagai salah satu nutrisi yang menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh kita. Sebagai contoh, jika kita cenderung mudah terkena kram saat berolahraga, maka besar penyebabnya adalah karena kita kekurangan asupan garam mengingat ada banyak keringat yang kita produksi selama kegiatan olahraga.

Dengan melakukan diet yang tidak menyertakan garam sama sekali dalam menu makanan sehari-hari, kita justru mengacaukan keseimbangan cairan di dalam tubuh dan uniknya juga berpotensi membahayakan organ jantung dimana jantung akan beresiko mengalami kram. Bagi ibu hamil sendiri bahkan kekurangan garam bisa memicu lahirnya bayi yang kekurangan hormon tiroid yang tentu akan berpengaruh besar pada perkembangan otak dan sistem metabolisme tubuh sang buah hati.

Alih-alih benar-benar menghapus garam dari menu harian kita, Emilia justru menyarankan kita untuk lebih pandai dalam mengatur kadar garam yang dikonsumsi sehari-hari dimana maksimal hanya sebanyak 1 sendok teh saja. Jumlah ini dianggap cukup aman untuk menjaga kesehatan cairan tubuh namun juga tidak beresiko meningkatkan tekanan darah secara signifikan.