Kejang pada Anak – Kejang Parsial, Kejang Generalisata, Kejang Absans, dan Status Epileptikus

Kejang parsial hanya melibatkan sebagian otak dan oleh karena itu hanya tampak pada sebagian bagian tubuh.

doktersehat-organ-genital-gatal-penyakit-anak-menangis

  • Kejang parsial sederhana (Jacksonian) memiliki komponen motor (gerakan) yang terletak di satu bagian tubuh. Anak-anak dengan kejang ini tetap terjaga dan waspada. Kelainan gerakan dapat “berjalan” ke bagian tubuh yang lain saat kejang berlangsung.
  • Kejang parsial kompleks juga sama, kecuali bahwa anak tidak sadar akan apa yang sedang terjadi. Seringkali, anak-anak dengan jenis kejang ini mengulangi suatu aktivitas, seperti bertepuk tangan, sepanjang kejang. Mereka tidak ingat aktivitas ini. Setelah kejang berakhir, anak sering mengalami disorientasi dalam keadaan yang dikenal sebagai masa post-iktal.

Kejang umum/ kejang generalisata melibatkan bagian otak yang jauh lebih besar. Mereka dikelompokkan menjadi 2 tipe: konvulsif (otot menyentak) dan nonkonvulsif dengan beberapa subkelompok.

Kejang konvulsif dicatat oleh otot tak terkendali yang menyentak selama beberapa menit-biasanya kurang dari 5 menit – diikuti oleh periode kantuk yang disebut periode post-iktal. Anak harus kembali ke keadaan normal kecuali kelelahan dalam waktu sekitar 15 menit. Seringkali anak mungkin mengalami inkontinensia (ngompol atau BAB di celana), dan normal bagi anak untuk tidak mengingat kejadian itu. Terkadang menyentak bisa menyebabkan luka, yang bisa berkisar dari gigitan kecil di lidah sampai patah tulang.

Kejang tonik menyebabkan kontraksi dan kekakuan otot kontinyu, sementara kejang tonik-klonik melibatkan aktivitas tonik bolak-balik dengan penyatuan berirama dari kelompok otot.

Kejang infantil biasanya terjadi pada anak-anak di bawah 18 bulan. Mereka sering dikaitkan dengan keterbelakangan mental dan terdiri dari kejang otot yang tiba-tiba, menyebabkan anak tersebut mengalami perawakan yang tertekuk. Kejang ini seringkali terjadi ketika anak terbangun.

Baca Juga:  Pertolongan Pertama Kejang pada Anak

Kejang absans, yang juga dikenal sebagai kejang petit mal, adalah episode pendek dimana anak tersebut memandang ke satu titik atau mata hanya berkedip-kedip, tanpa kesadaran akan lingkungan sekitar mereka. Episode ini biasanya tidak bertahan lama kemudian, hanya beberapa detik dan mulai dan berhenti tiba-tiba; Namun, anak sama sekali tidak mengingat kondisi tersebut tersebut. Kondisi kejang absans kadang kala ditemukan setelah laporan guru bahwa anak tersebut sering melamun, jika anak tersebut tiba-tiba diam saat sedang membaca atau mengerjakan tugas.

Status epileptikus adalah kejang lain yang berlangsung lebih lama dari 30 menit atau kejang berulang tanpa ada fase kembali normal di antaranya. Hal ini paling sering terjadi pada anak-anak di bawah 2 tahun, dan sebagian besar anak-anak ini mengalami kejang tonik-klonik generalisata. Status epileptikus sangat serius. Dengan kecurigaan adanya kejang yang panjang, Anda harus menghubungi 119 atau unit gawat darurat terdekat.

Epilepsi mengacu pada pola kejang kronis dari jenis apapun dalam waktu lama. Tiga puluh persen anak-anak yang didiagnosis menderita epilepsi terus mengalami kejang berulang sampai dewasa, sementara yang lain membaik seiring berjalannya waktu.