Kehamilan Kembar Siam Tidak Dapat Dicegah

DokterSehat.Com – Siapa yang tidak bahagia ketika mereka memiliki bayi kembar yang lucu. Bayi kembar bisanya menjadi idaman karena dengan memiliki bayi kembar anda telah memiliki anak lebih dari satu dan menambah suasana rumah menjadi semakin ramai. Bayi kembar bisa di kategorikan sebagai fenomena yang cukup jarang karena hanya orang- orang yang memilik garis keturunan atau keluarga yang kembar.

8

Namun bagaiman dengan kembar siam? Pasti banyak orang tua yang sedih melihat keadaan dan kondisi anak yang memiliki kondisi seperti ini karena bayi anda harus berjuang. Kembar siam terkadang menjadi momok yang kurang baik namun bagi anda yang selalu dan akan menjaga akan selalu rela dan sayang dalam merawat bayi kebar siam.

Bayi kembar siam adalah bayi yang lahir dengan kondisi tubuh yang mejadi satu ini di karenakan telur dari si kembar gagal terpisah dengan sempurna. Bayi kembar siam banyak lahir dengan keadaan meninggal dalam waktu 24 jam setelah lahir. Maka dari itu banyak orang tua sekarang ini mencoba mencegah bayi kembar siam.

Kehamilan bayi kembar siam tidak bisa dicegah. Hal ini dikarenakan kehamilan kembar siam diawali dengan masalah dalam kandungan, yaitu kelainan pertumbuhan janin pada tahap awal proses kehamilan.

Menurut spesialis obstetri dan ginekologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, dr. Hasto Wardoyo, setiap perempuan hamil memiliki risiko mengalami kondisi kembar siam.

Meski begitu, risiko kembar siam dapat diprediksi antara lain dengan mengetahui riwayat kehamilan kembar di dalam keluarga. Pasalnya, kehamilan kembar siam lebih berpeluang terjadi dalam keluarga yang memiliki riwayat anak kembar.

Senada dengan Hasto, spesialis dari Rumah Sakit Ibu Anak Brawijaya dr. Prima Progestian Sp.OG, menyatakan kehamilan bayi kembar siam tidak dapat diperkirakan. Tidak ada yang bisa memperkirakan kenapa bisa ada 2 bayi, atau mengapa kedua bayi tidak bisa berkembang sempurna, ujarnya.

Baca Juga:  Panduan Ibu Hamil Sebelum Naik Pesawat

Oleh karena itu, Prima menyarankan wanita hamil untuk selalu menjaga kesehatan dengan memperhatikan asupan gizi, tidak merokok atau minum alkohol.

Walau tidak berperan langsung, segala asupan pasti mempengaruhi kadar hormon atau protein yang dibutuhkan saat hamil. Hal inilah yang kemudian mempengaruhi saat pembelahan sel, kata Prima.

Selain menjaga asupan, wanita hamil juga disarankan rajin kontrol ke dokter kandungan. Kehamilan kembar, kata Prima, sebetulnya dapat dideteksi melalui pemeriksaan USG pada akhir trimester pertama. Kondisi bayi kembar akan makin jelas saat awal trimester kedua.

Memang ada pengecualian pada kembar siam tak memisah sempurna. Kondisi bayi satunya yang sangat kecil mungkin saja luput dari pemeriksaan USG. Walau begitu pemeriksaan rutin memungkinkan ibu hamil dengan nyaman dan aman, kata Prima.

Dr Ahmad Mediana dari Rumah Sakit Ibu Anak Kemang Medical Care menambahkan,  faktor lingkungan harus diperhatikan agar wanita terhindar dari risiko kelainan saat kehamilan.

Ia menyarankan calon ibu memilih lingkungan dengan seminimal mungkin paparan polusi dan radikal bebas. Kombinasi antara lingkungan yang baik dan asupan gizi yang baik dapat membantu seorang ibu hamil aman dan nyaman.