Kehamilan Ektopik – Pengertian dan Faktor Risiko

penyebab kram perut.

DokterSehat.Com– Kehamilan ektopik adalah perkembangan janin atau embrio yang terjadi di luar rahim wanita. Sebagian besar kehamilan ektopik terjadi di tuba fallopi. Kehamilan ektopik tidak dapat berkembang secara normal dan biasanya menyebabkan kematian janin.

Berikut merupakan beberapa fakta mengenai kehamilan di luar rahim:

  • Kehamilan ektopik sering terjadi di salah satu saluran telur (yang disebut kehamilan tuba). Kehamilan ektopik juga dapat ditemukan di luar rahim, pada indung telur (ovarium), atau bahkan melekat pada usus
  • Komplikasi yang paling serius dari kehamilan ektopik adalah pecah, yang mengarah ke perdarahan intra-abdomen (perdarahan berat)
  • Tanda-tanda dan gejala dari kehamilan tuba yang paling umum adalah sakit perut dan pendarahan vagina
  • Kehamilan ektopik biasanya ditemukan dalam 5-10 minggu pertama kehamilan.
  • Tes ultrasonography (USG) adalah tes diagnostik umum untuk kehamilan ektopik
  • Terdapat perawatan medis dan bedah yang tersedia untuk kehamilan ektopik
  • Kehamilan ektopik adalah penyebab utama kematian terkait kehamilan di trimester pertama kehamilan di Amerika Serikat

Penyebab Kehamilan Ektopik

Apa yang menyebabkan kehamilan ektopik? Kehamilan ektopik disebabkan ketika telur yang dibuahi berada di tuba fallopi, dan tidak melanjutkan perjalanan ke rahim, di mana sel telur nanti tertanam. Telur bisa menjadi terjebak ketika tuba fallopi rusak, memiliki bekas luka, atau terdistorsi.

Faktor Risiko Kehamilan Ektopik

Apa faktor risiko kehamilan ektopik? Kondisi umum yang dikenal sebagai faktor risiko kehamilan ektopik meliputi:

  • Memiliki riwayat infeksi tuba (salpingitis), seperti penyakit radang panggul (PID), klamidia, dan gonore
  • Operasi sebelumnya di dalam perut, terutama yang melibatkan saluran telur, indung telur, rahim, perut bagian bawah, atau usus (operasi lokal ke luar serviks bukan merupakan faktor risiko)
  • Penggunaan obat kesuburan pada saat konsepsi
  • Riwayat kehamilan tuba
  • Penggunaan alat kontrasepsi dalam rahim (IUD) tidak meningkatkan risiko kehamilan ektopik. Namun, kehamilan normal tidak mungkin terjadi dengan adanya IUD di rahim, jadi jika seorang wanita menjadi hamil saat menggunakan IUD, dapat terjadi akibat kehamilan tidak di dalam rahim.

 

Picture of an ectopic pregnancy

Gambar 1. Kehamilan Ektopik Tuba

Kehamilan Ektopik – 1 2 3 4