Keguguran Ternyata Berbahaya Bagi Kesehatan Mental Wanita

Meskipun kampanye untuk menjaga kesehatan kehamilan dan keselamatan saat proses persalinan telah sangat gencar dilakukan di seluruh dunia, dalam realitanya, banyak ibu yang mengalami berbagai gangguan pada kehamilannya. Salah satu gangguan kehamilan yang bisa menjadi hal yang sangat memilukan adalah terjadinya keguguran. Pakar kesehatan menyebutkan jika sekitar 10 hingga 25 persen kehamilan berakhir dengan keguguran dimana kebanyakan kasus keguguran ini didapatkan oleh wanita dengan usia 39 tahun.

doktersehat-hamil-kehamilan-mual

Banyak orang yang menyepelekan masalah keguguran dengan alasan ibu bisa saja mencoba untuk hamil lagi untuk mendapatkan keturunan. Padahal, keguguran tidak sesederhana itu. Pakar kesehatan menyebutkan jika ada dampak kesehatan mental yang luar biasa bagi ibu yang mengalami kesehatan. Sebuah penelitian terbaru bahkan menyebutkan jika separuh dari ibu hamil yang mengalami keguguran pada akhirnya mengalami gangguan stress yang disebut sebagai post-traumatic stress disorder atau cukup disebut sebagai PTSD.

Penelitian yang dilakukan di Inggris ini dilakukan dengan cara survei online yang melibatkan 113 wanita yang pernah mengalami keguguran. Ada wanita yang baru saja satu bulan mengalami keguguran, ada wanita yang mengalaminya tiga bulan sebelumnya, ada pula yang mengalaminya sembilan bulan sebelumnya. Satu hal yang pasti, 38 persen dari wanita ini mengalami PTSD, 20 persen lainnya mengalami kegelisahan, dan ada 5 persen yang bahkan mengalami depresi.

Pakar kesehatan yang melakukan penelitian ini bahkan menyebutkan jika masalah kesehatan mental yang dialami ibu pasca mengalami keguguran bisa berdampak pada keharmonisan rumah tangga, meningkatnya resiko bunuh diri, menurunnya kesehatan fisik, hingga menurunnya kemampuan bekerjanya. Karena alasan inilah, pihak keluarga harus memberikan banyak dukungan bagi ibu yang baru saja mengalami keguguran. Jika diperlukan, ibu juga sebaiknya melakukan terapi agar Ia kembali mendapatkan kesehatan mentalnya.