Keguguran dan Kafein – Sebuah Penelitian Baru

DokterSehat.Com – Risiko Sebuah pasangan keguguran dapat meningkat ketika wanita atau pria mengkonsumsi lebih dari dua gelas minuman berkafein sehari dalam minggu-minggu menjelang konsepsi/pembuahan, sebuah penelitian baru menunjukkan.

doktersehat-kopi-demensia

Risiko keguguran juga dapat meningkat jika ibu minum minuman berkafein lebih dari dua gelas setiap hari selama tujuh minggu pertama kehamilan, para peneliti menemukan.

Kafein telah dikaitkan dengan risiko yang lebih besar untuk keguguran sebelumnya, tapi apa yang baru dalam penelitian ini adalah bahwa konsumsi kafein pada pria juga tampaknya memainkan peran. Dan laki-laki dan perempuan memiliki tingkat risiko yang sama.

Perilaku sebelum kehamilan dapat mempengaruhi kehamilan. Ketika Anda sedang merencanakan kehamilan, maka waktu tersebut baik mempersiapkan tubuh, termasuk dengan mengurangi konsumsi kafein, hingga mempersiapkan berat badan yang ideal, tidak minum alkohol dan berkonsultasi dengan dokter Anda untuk pemeriksaan.

Penelitian baru juga menemukan bahwa wanita yang mengkonsumsi multivitamin setiap hari sebelum pembuahan dan selama kehamilan awal cenderung kurang mengalami keguguran dibandingkan wanita yang tidak mengkonsumsi multivitamin.

Penelitian ini tidak membuktikan bahwa kafein menyebabkan keguguran, namun hanya menunjukkan adanya hubungan. Ini merupakan studi observasional, sehingga kita tidak dapat membuktikan sebab dan akibat, hanya hubungan satu dengan yang lain saja.

Secangkir standar kopi adalah sekitar 8 ons. The March of Dimes merekomendasikan wanita membatasi diri untuk hanya 12 ons kopi sehari. Tapi kafein tidak hanya ditemukan di kopi. Kafein juga ada dalam teh, cola, coklat dan minuman energi.

Alasan kafein dikatikan dengan keguguran masih belum diketahui. Kafein dapat membunuh sperma atau ovum, tetapi hal ini baru merupakan spekulasi. Kemungkinan bahwa kafein berkaitan dengan faktor lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini. Penelitian menggunakan data yang diambil di Texas dan Michigan pada tahun 2005 – 2009. Penelitian ini memeriksa hubungan antara fertilitas, gaya hidup, dan paparan kimia.

Baca Juga:  Bahan Kosmetik Yang Berbahaya Pada Janin

Peneliti membandingkan gaya hidup seperti merokok, konsumsi minuman berkafein, dan multivitamin di antara para pasangan, beberapa minggu sebelum pembuahan sampai dengan usia kehamilan tujuh minggu.

Dari 344 kehamilan, 28% berakhir dengan keguguran.

Risiko keguguran dua kali lebih banyak pada wanita berusia 35 tahun dan lebih tua, penelitian ini menunjukkan. Penjelasan yang mungkin meliputi usia sperma dan telur pada pasangan yang lebih tua, atau pajanan zat kimia dari lingkungan yang telah lebih lama pada orang yang lebih tua.

Selain itu, wanita dan pria yang mengkonsumsi lebih dari dua gelas minuman berkafein setiap hari berisiko 74% lebih besar untuk mengalami keguguran.

Efek vitamin pada penelitian ini menunjukkan bahwa wanita yang mengkonsumsi multivitamin pada awal kehamilan menunjukkan 79% penurunan risiko keguguran.

Sumber penelitian: SOURCES: Katherine Sapra, M.Phil., M.P.H., postdoctoral fellow, U.S. National Institute of Child Health and Human Development; Janis Biermann, M.S., senior vice president for education and health promotion, March of Dimes, White Plains, N.Y.; March 24, 2016,Fertility and Sterility, online