Kecanduan Ngelem Ternyata Sangat Berbahaya

DokterSehat.Com – Dunia berita kriminal dihebohkan dengan adanya kasus pembunuhan yang disebabkan oleh kecanduan ngelem. Ngelem atau menghirup uap dari lem ternyata menjadi salah satu cara bagi sebagian orang, khususnya para anak jalanan, untuk bisa mendapatkan sensasi mabuk layaknya saat menenggak minuman keras. Yang menjadi masalah adalah, banyak orang yang berpikir jika ngelem tidak akan berimbas buruk bagi kesehatan layaknya menjadi pecandu alkohol. Padahal, pakar kesehatan juga menyebutkan bahwa ngelem sangatlah berbahaya.

doktersehat-daerah-kumuh-kotor-terkena-kanker

Tidak seperti obat-obatan terlarang atau minuman keras yang cenderung sudah mendapatkan pelarangan dimana-mana dan cukup sulit didapatkan, lem akan sangat mudah dicari dimana saja dengan harga yang murah. Karena hal ini pulalah banyak orang yang menggunakan lem sebagai ajang mabuk yang murah dan mudah. Pecandu lem bisa mendapatkan sensasi tenang, melayang, hingga berhalusinasi hingga berjam-jam lamanya sehingga bisa menghilangkan stress dan berbagai masalah yang sedang dihadapi dalam kehidupan.

Pakar kesehatan menyebutkan jika pecandu ngelem bisa mengalami dampak buruk berupa rusaknya susunan saraf yang ada pada otak. Bahkan, organ otak sendiri bisa mengalami kerusakan parah yang jika dibiarkan begitu saja, maka bisa berakhir dengan kematian mendadak. Padahal, pecandu lem tanpa sadar telah menghirup kandungan yang sangat beracun dan bisa langsung menyerang berbagai organ tubuh setelah terhirup. Selain otak dan juga sistem saraf, pakar kesehatan menyebutkan jika organ pernafasan dan organ kardiovaskular akan mengalami kerusakan parah.

Terdapat beberapa kasus yang menyebutkan jika kecanduan ngelem akan memicu kematian mendadak. Sebagai contoh, ada pecandu ngelem yang mengalami sesak nafas yang parah dan membuat suplai oksigen menuju otak terputus total, hingga gangguan pada fungsi jantung karena kandungan toksin dari lem akan meningkatkan denyut nadi secara drastis dan tidak teratur hingga pada akhirnya berhenti total dan memicu kematian mendadak.

Baca Juga:  Jenis –Jenis Kanker Kulit

Photo: Yahoo! News