Kebiasaan Sepele Ini Ternyata Membawa Kebaikan Bagi Kesehatan Tubuh

DokterSehat.Com – Untuk menjaga kesehatan tubuh, ada baiknya kita menerapkan gaya hidup sehat dengan cara mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang, tidur yang cukup, dan berolahraga dengan rutin. Selain itu, kita juga bisa menerapkan beberapa kebiasaan yang bisa semakin membuat tubuh kita sehat. Apa sajakah kebiasaan-kebiasaan tersebut?

doktersehat-mandi

Suka bernyanyi saat mandi
Bagi beberapa orang, bernyanyi saat mandi adalah hal yang cukup sepele untuk dilakukan. Namun, kebiasaan ini ternyata bisa memberikan kebaikan bagi kesehatan tubuh. Pakar kesehatan menyebutkan jika dengan bernyanyi di kamar mandi, kita akan mendapatkan sistem kekebalan tubuh menjadi lebih baik, menurunkan kadar stress dan depresi, bahkan bisa menurunkan resiko terkena stroke yang mematikan. Pakar kesehatan menyebutkan jika saat kita bernyanyi di waktu mandi, otak kanan yang mengendalikan emosi serta kreatifitas akan lebih aktif dan hal ini akan sangat baik bagi stres. Jadi, meskipun suara kita tidak terlalu merdu, tetaplah bernyanyi saat mandi karena sangat baik bagi kesehatan tubuh.

Bersiul
Bersiul layaknya suara burung ternyata bisa membuat tekanan darah kita menjadi lebih terjaga. Fakta ini didapatkan dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Nepal Medical College dimana andai kita bersiul selama lima menit, maka tekanan darah akan menurun dengan signifikan. Penelitian ini melibatkan 50 orang yang diminta untuk menarik nafas selama lima detik secara perlahan-lahan dan kemudian dihembuskan kembali dengan bersiul selama 15 detik. Setelah melakukannya, tekanan darah para partisipan diukur dan diketahui bahwa tekanan darahnya menurun dengan signifikan.

Sering gelisah
Meskipun hal ini sangat mengganggu dan membuat kita tidak nyaman, pakar kesehatan menyebutkan jika gelisah ternyata membuat kita banyak bergerak dan hal ini akan baik bagi kesehatan tubuh.

Baca Juga:  Penyakit Yang Bisa Ditimbulkan Dari Helm Yang Kotor

Menggigiti kuku
Meskipun terlihat jorok karena banyaknya kuman, bakteri, hingga kotoran di balik kuku yang masuk ke mulut, anak kecil yang menggigiti kukunya akan lebih kecil beresiko terkena alergi. Fakta ini didapatkan dari penelitian yang melibatkan seribu anak di Selandia Baru. Anak-anak dengan rentang usia 5 hingga 11 tahun ini diketahui kerap menggigiti kuku dan mengisap jempolnya, dan diketahui bahwa 31 persen dari mereka tidak sensitif pada alergen tertentu.