Kebiasaan Merokok Bisa Meningkatkan Resiko Terkena Kebutaan Hingga 4 Kali Lipat

DokterSehat.Com – Jika biasanya para perokok dianggap sebagai orang yang memiliki resiko tinggi untuk terkena kanker paru-paru atau penyakit jantung, maka kini para perokok juga harus mengkhawatirkan  masalah kesehatan lainnya yang tak kalah berbahayanya. Sebuah penelitian terbaru menunjukkan fakta mengejutkan dimana mereka yang suka merokok ternyata bisa meningkatkan resiko terkena kebutaan hingga 4 kali lipat. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

doktersehat-rokok-bahaya-untuk-kesehatan

David Cartwright, salah seorang pakar kesehatan yang juga pemimpin dari Eye Health UK, berkata bahwa rokok ternyata bisa memicu kebutaan. Sayangnya, sekitar tujuh juta perokok di Negeri Ratu Elizabeth ini tidak menyadari akan bahaya ini dan kurang dari 10 persen dari total seluruh perokok di Inggris tidak tahu jika rokok ternyata bisa berdampak buruk bagi kesehatan matanya.

Menurut Cartwright, bahan kimia yang terkandung di dalam rokok ternyata bisa menyebabkan perubahan biologis pada mata yang pada akhirnya berakhir menjadi degenerasi makula, salah satu penyebab dari masalah kebutaan, katarak, hingga penyakit mata tiroid. Dalam penelitian yang hasilnya dipublikasikan dalam jurnal berjudul British Medical Journal ini, diketahui bahwa 1 dari 5 kasus degenerasi makula yang berkaitan dengan bertambahnya usia ini ternyata dipengaruhi oleh kebiasaan merokok. Total, ada 120 ribu kasus degenerasi makula yang dipengaruhi oleh kebiasaan buruk ini di Inggris saja.

Menurut Cartwright, semua level perokok, khususnya perokok berat, memiliki resiko yang sama untuk terkena masalah kesehatan mata. Sebagai contoh, cukup banyak perokok berat yang ternyata mengalami cacat penglihatan warna. Hal ini disebabkan oleh racun dalam nikotin yang bisa membuat mata kesulitan membedakan rona antara warna merah dan hijau.

Tak hanya menyebabkan berbagai macam penyakit, Cartwright memperingatkan semakin meningkatnya kasus kematian yang disebabkan oleh rokok di seluruh dunia. Diperkirakan, pada tahun 2030 nantinya, 8 juta orang bisa meninggal setiap tahun secara global gara-gara kebiasaan buruk ini.