Kebiasaan Mengonsumsi Obat Ini Mengakibatkan Pria Tidak Subur!

DokterSehat.Com– Menurut sebuah penelitian baru-baru ini, secara teratur mengkonsumsi ibuprofen atau obat penghilang rasa sakit, umumnya dapat menyebabkan ketidaksuburan pada pria, masalah ini telah mempengaruhi kira-kira 7 persen pada pria di Amerika.

doktersehat-pasangan-couple-masalah-seks-impotensi-ejakulasi-dini-klamidia

Sebuah studi yang diterbitkan Senin lalu di Prosiding National Academy of Sciences menemukan bahwa penggunaan ibuprofen secara teratur dapat menyebabkan hipogonadisme, suatu kondisi yang dapat menyebabkan infertilitas, disfungsi ereksi, depresi, hilangnya massa tulang dan massa otot, di antara gejala lainnya.

Kondisi ini paling sering terlihat pada perokok dan orang tua, namun penelitian baru menunjukkan hal itu dapat mempengaruhi remaja putra juga.

Para periset merekrut 31 pria sehat berusia antara 18 dan 35 tahun. Sebanyak 14 pria mengambil dua dosis ibuprofen 600 miligram per hari selama enam minggu —ukuran yang sesuai dengan jumlah atlet yang dibutuhkan untuk mengatasi rasa sakit dan nyeri, sementara 17 pria lainnya minum pil plasebo (Ibuprofen adalah nama generik untuk obat-obatan termasuk Advil dan Motrin. Tylenol, sementara itu, adalah nama merek untuk obat yang berbeda, acetaminophen.)

Kedua kelompok pria tersebut mengajukan tes darah dan analisis hormonal selama penelitian berlangsung. Setelah 14 hari menggunakan ibuprofen, para peneliti mengamati kadar hormon luteinizing dalam darah yang lebih tinggi, yang mengatur produksi hormon testosteron dan hormon lainnya. Setelah 44 hari telah meningkat bahkan lebih tinggi.

Produksi testosteron, bagaimanapun, tidak meningkat secara bersamaan, menghasilkan rasio hormon testosteron yang lebih rendah terhadap hormon luteinizing —tanda hipogonadisme, menurut penelitian tersebut.

Para periset juga mengamati gangguan hormonal lainnya pada konsumsi ibuprofen selama 14 hari dan 44 hari, yang menunjukkan konsekuensi hipogonadisme yang luas.

Baca Juga:  Kista Ovarium Menghambat Kehamilan?

Selanjutnya, para peneliti menguji efek langsung ibuprofen pada testis, dengan menggunakan sampel yang telah diambil dari donor organ. Bila terkena kadar ibuprofen yang serupa dengan yang diminum secara oral, sampel testis menghasilkan lebih sedikit testosteron setelah hanya 24 jam.

Semakin tinggi dan lama tingkat keterpaparan, para peneliti menemukan, semakin dramatis dampaknya. Ekspresi gen yang dikaitkan dengan mengubah kolesterol menjadi hormon steroid juga terganggu.

Penelitian sebelumnya dari penulis utama studi ini, juga menemukan bahwa anak laki-laki yang lahir dari ibu yang memakai ibuprofen selama trimester pertama kehamilannya mungkin mengalami gangguan perkembangan testis, setidaknya dalam beberapa skenario, obat tersebut mungkin memiliki efek negatif pada kesuburan.