Hindari, 3 Kebiasaan Sepele Ini Buat Masakan Jadi Kotor!

doktesehat makanan dibatasi saat lebaran
photo credit: Pexels

DokterSehat.Com– Anda tentu sepakat jika makanan yang kita konsumsi haruslah makanan yang terjaga kebersihan atau higienitasnya, ya. Hal ini memang merupakan suatu kebutuhan dasar yang dapat mendukung kesehatan tubuh.

Kita tentu berusaha menjaga kebersihan makanan dengan berbagai cara, mulai dari memilih bahan makanan yang baik dan berkualitas, mencuci, mengolah dan menyajikannya dengan cara yang higienis.

Akan tetapi, ternyata ada beberapa kesalahan sepele yang kerap dilakukan saat sedang mempersiapkan makanan, baik mencuci, memasak atau mempersiapkan makanan untuk disajikan yang dapat menyebabkan makanan atau masakan menjadi kotor, lho.

Makanan-mudik-sehat-doktersehat-1
Photo Credit: Flickr.com/isaac’licious

Hal ini dapat terjadi, karena beberapa kebiasaan yang dianggap sepele, kerap tak disadari dapat menyebabkan paparan atau kontaminasi, baik secara langsung maupun tidak langsung kepada makanan atau masakan.

Untuk itu, yuk sama-sama kita simak, apa saja sih kesalahan saat mempersiapkan atau mengolah makanan yang bisa membuat makanan menjadi kotor, di bawah ini!

1. Menggunakan pisau yang sama untuk banyak jenis makanan

Meskipun sudah matang, akan lebih baik kita menggunakan pisau, sebagai alat potong yang bersentuhan langsung dengan makanan, secara terpisah antar bahan makanan, mengapa?

doktersehat-kesalahan-memasak
Photo Credit: Flickr.com/baron valium

Pisau yang tidak bersih, baik karena terpapar bahan makanan yang belum sepenuhnya matang, atau dibiarkan di suhu ruang tanpa dicuci sebelum digunakan, akan rentan membuat kontaminasi antar bahan makanan dan paparan bakteri perusak makanan menjadi lebih besar.

Hal ini tentu sebaiknya dihindari dengan cara selalu mencuci pisau sebelum menggunakannya dan selalu menggunakan pisau bersih tersebut untuk memotong bahan makanan yang berbeda, ya.

Hal ini juga berlaku untuk alat masak lainnya yang bersentuhan dengan makanan, misalnya talenan.

2. Menggunakan piring atau wadah yang sama, ketika bahan makanan masih mentah maupun sudah matang

Sepele namun hal ini bisa sangat membahayakan karena paparan bakteri pada makanan mentah bisa jadi menempel pada bahan makanan yang sudah matang.
Kesalahan-masak-kontaminasi-makanan-doktersehat-1

Kondisi ini tentu saja membuat makanan menjadi kotor, ya, apalagi jika bahan makanan yang digunakan adalah makanan protein hewani yang pada saat mentah rentan terpapar bakteri yang masih aktif.

Untuk itu, usahakan selalu mengggunakan piring yang masih bersih ketika suatu makanan sudah matang, ya.

3. Meletakkan masakan yang sudah matang di suhu ruang

Hal yang satu ini umumnya sangat sering dilakukan dan dianggap sepele. Meskipun tidak kotor secara fisik, namun makanan bisa menjadi kotor, karena terpapar bakteri berbahaya yang umumnya ada pada suhu ruang.

doktersehat_microwave
Photo Source: Flickr/Lindsey Turner

Makanan matang, yang cenderung lebih mudah basi, baiknya disimpan pada suhu di luar suhu danger zone.

Hal ini bisa dilakukan dengan meletakkan makanan yang sudah matang dalam wadah makanan berpenghangat dengan suhu stabil, microwave, atau diletakkan di suhu dingin.

Hal ini tidak hanya akan meningkatkan kualitas dan keawetan makanan, namun juga bisa menjaga keamanan makanan.

Itu dia tiga kesalahan sepele yang kerap dilakukan dan dapat membuat makanan menjadi kotor. Umumnya tiga kesalahan di atas merupakan kondisi yang tidak disadari dan membuat makanan menjadi kotor namun cenderung tidak nampak secara fisik.

Akan tetapi, agar lebih baik, tentu penting pula untuk Anda menjaga kebersihan makanan dari paparan kontaminan yang bisa dilihat secara fisik.

doktersehat-cuci-tangan
Photo credit : pexels.com

Umumnya hal ini bisa kita antisipiasi, selama bahan makanan dan alat masak yang digunakan selalu dicuci, serta makanan dipastikan berada pada wadah yang tertutup, ya.

Nah, kini Anda jadi bisa semakin menjaga kebersihan dan kehigienitasan makanan, mulai dari kebersihan secara fisik dan kebersihan dari paparan kontaminan yang tidak tampak, seperti bakteri, bukan?