Kaum Gay dan Transgender, Mereka Yang Paling Beresiko Terkena HIV/AIDS

DokterSehat.com – Penyakit AIDS adalah sejenis penyakit yang disebabkan oleh sebuah virus bernama Human Immunodeficiency Virus, yang biasa disingkat sebagai HIV. Virus ini terkenal akan kemampuannya memperlemah sistem kekebalan tubuh manusia. Saat seseorang terkena virus ini, maka tubuhnya akan sangat rentan untuk diserang berbagai penyakit, infeksi, tumor, dan lain sebagainya. Jadi bisa disimpulkan bahwa penyakit AIDS dapat berupa sekumpulan gejala dan infeksi yang terjadi pada tubuh yang disebabkan karena menurunnya sistem kekebalan pada tubuh manusia.



HIV sering dikaitkan dengan penyakit kelamin karena penularan penyakit ini biasanya disebabkan karena adanya hubungan seksual yang bebas, sering berganti pasangan, dan tidak sehat. Yang menjadi masalah adalah, hubungan seksual yang tidak sehat ini tidak hanya dilakukan oleh pasangan yang berbeda jenis, namun juga yang sesama jenis, yang sering disebut sebagai kaum homoseksual atau gay. Dan jenis kaum gay ini justru menjadi kaum yang paling beresiko mendapatkan penyakit AIDS disamping kaum transgender.

WHO, organisasi kesehatan dunia menyatakan bahwa jika dulu epidemic kasus HIV/AIDS pada kaum gay dan transgender biasanya terjadi di Negara-negara maju, maka epindemi ini justru mulai muncul di kalangan kaum homoseksual di Asia, Afrika, Amerika Latin dan Karibia, bahkan di Negara-negara Eropa timur. WHO juga menuturkan bahwa kaum gay dan transgender memiliki resiko 20 kali lebih besar tertular penyakit HIV/AIDS dibandingkan dengan populasi normal. Bahkan, diketahui jika 40 persen dari kaum homoseksual telah menderita penyakit ini, sementara itu sekitar 8 hingga 68 persen kaum transgender telah menderita penyakit HIV/AIDS yang mematikan ini. Jadi bisa dibayangkan jika kegiatan seks bebas dan tidak sehat terus dilakukan oleh kaum transgender dan kaum gay, maka penularan penyakit ini pun dapat terus meningkat secara drastis.