Kasihan, Bayi Ini Tak Bisa Menikmati ASI Karena Mulutnya Terus Berdarah

DokterSehat.Com – Bayi perempuan yang berasal dari sebuah desa di Samburu County, Kenya, mengalami nasib yang sungguh mengenaskan. Bayi yang baru berusia dua bulan ini tidak bisa menikmati ASI layaknya bayi-bayi pada umumnya. Bukan karena sang ibu tidak mampu memproduksi ASI, Ia tidak mampu menikmati ASI karena mulutnya terus menerus mengalami pendarahan. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

doktersehat-asi-ibu-menyusui-anak-cerdas

Bayi ini diketahui didiagnosis dokter terkena penyakit yang sangat langka yang disebut sebagai hemangioma. Penyakit ini bisa dijelaskan sebagai kondisi langka pada pembuluh darah yang akan memicu benjolan pada bagian bawah kulit. Pada awalnya, bayi perempuan ini mengalami jerawat dengan warna kemerahan pada saat usianya mencapai dua minggu. Tak disangka, jerawat yang pada awalnya terlihat biasa saja ini kemudian terus membesar dan bahkan bernanah dan berdarah. Eunice Letuluai, sang ibu dari bayi malang ini menjelaskan bahwa jerawat yang muncul pada wajah buah hatinya ini semakin membesar dan bahkan menyebar ke seluruh wajah, termasuk bibir bayinya. Karena bisa memecah dan berdarah, maka mulut bayinya pun akan mengeluarkan darah tatkala Ia menyusuinya.

Untuk mengobati penyakit langka ini, Eunice sudah berusaha berkonsultasi dengan pakar kesehatan setempat. Namun, Ia sangat terkejut tatkala diberitahu bahwa biaya pengobatan buah hatinya bisa mencapai dua juta Shilling Kenya atau dalam rupiah setara dengan Rp 262 juta. Ia pun mengaku tidak memiliki biaya sebesar itu dan pada akhirnya terpaksa membawa pulang sang buah hati dari Kenyatta National Hospital. Padahal, buah hatinya sangat membutuhkan pertolongan.

Pakar kesehatan menyebutkan jika apa yang terjadi pada putri Eunice sangatlah mengenaskan mengingat kondisi pendarahan pada mulutnya bisa membuat sang anak tidak mendapatkan asupan ASI yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan dan kesehatan bayi. Andai hal ini dibiarkan begitu saja, dikhawatirkan bayi bisa mengalami gagal jantung yang tentu akan sangat mematikan.