Karbohidrat Untuk Otak

Doktersehat.com – Karbohidrat adalah salah satu sumber gizi penting dalam makanan. Bukan hanya bagi orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Karbohidrat adalah nutrisi yang paling dibutuhkan anak untuk tumbuh kembangnya, di antaranya untuk kerja otak.



Karbohidrat berperan sebagai penyedia energi utama untuk berbagai aktivitas tubuh, memastikan protein dapat berperan sebagai zat pembangun, dan penyedia glukosa untuk optimalisasi fungsi otak. Untuk itu, kebutuhan karbohidrat mesti tercukupi.

Jangan salah persepsi tentang karbohidrat. Bagaimanapun, karbohidrat menyediakan tenaga yang dibutuhkan untuk aktivitas fisik dan agar organ tubuh berfungsi baik, selain juga merupakan bagian dari pola hidup sehat.

Dalam sistem pencernaan, karbohidrat diubah menjadi glukosa dan diolah menjadi energi. Karbohidrat meningkatkan glukosa dalam darah setelah 0,5-1 jam dikonsumsi yang kemudian akan didistribusikan ke seluruh tubuh, termasuk otak yang menjadi tujuan utama.

Setelah menyantap karbohidrat, tubuh terasa segar dan kemudian bisa berpikir dengan baik lagi. Wajar saja, mengingat glukosa menjadi salah satu nutrisi bagi otak.

Tidak seperti organ tubuh lain, otak tidak bisa menggunakan energi dari lemak. Otak hanya bisa menggunakan sumber energi dari diet dan glikogen.

“Otak hanya dapat menggunakan glukosa sebagai sumber energi. Di sisi lain, otak hanya memiliki sedikit cadangan energi. Untuk itu ketersediaan glukosa secara konstan harus tetap dijaga,” kata Prof.Made Astawan, ahli pangan dari IPB.

Glukosa bisa diperoleh dari bahan alami seperti dalam gula tebu (yang mengandung sukrosa). Sukrosa di dalam tubuh akan dipecah menjadi glukosa dan fruktosa. Selain itu, ada pula isomatulosa yang senyawanya mirip sukrosa. Hanya memang perlu diingat bahwa sejumlah karbohidrat lebih baik daripada yang lain.

Suasana hati
Para ahli melakukan studi dan menemukan fakta bahwa mengonsumsi karbohidrat meningkatkan produksi serotonin, senyawa kimia yang membuat suasana hati menjadi lebih baik.

Baca Juga:  Jenis Penyakit dalam Darah Chronic Lymphocytic Leukemia

Berat badan
Berlawanan dengan pernyataan yang menyebutkan karbohidrat membuat Anda gemuk, sebenarnya mengonsumsi nutrisi ini bisa membantu Anda menurunkan berat badan. Namun jenis karbohidrat tersebut harus kaya akan serat dan tidak mengandung banyak lemak.

Bentuk tubuh
Karena mampu menurunkan berat badan, mengonsumsi karbohidrat baik secara rutin pun mampu membentuk tubuh Anda dengan lebih sempurna dan proporsional.

Kesehatan jantung
Sebuah penelitian sudah membuktikan bahwa mengonsumsi karbohidrat yang mengandung serat tinggi akan menurunkan kadar kolesterol jahat dan meningkatkan kolesterol serta baik bagi kesehatan jantung.

Kekuatan memori
Sebuah penelitian sempat melibatkan orang-orang yang menjalani diet rendah karbohidrat namun mendapat hasil rendah pada tes kekuatan memori. Hal ini secara tidak langsung membuktikan mengonsumsi karbohidrat mampu membuat memori bekerja dengan lebih kuat.

Pastikan Anda membedakan jenis karbohidrat, yang baik dan jahat, untuk memberi asupan pada tubuh dan memberi manfaat yang maksimal.

Sumber : kompas.health.com & merdeka.com