Kapan Pasangan Bisa Bercinta Lagi Setelah Melahirkan?

DokterSehat.Com – Setiap orang tua tentu akan merasakan kebahagiaan luar biasa tatkala mendapati buah hatinya dilahirkan. Bagi seorang ibu yang baru melahirkan, adanya bayi tentu akan melengkapi kehidupan dan kodratnya sebagai seorang wanita. Sayangnya, karena proses kelahiran cenderung cukup berat untuk dilakukan dan bisa membuat ibu mengalami proses pemulihan yang cukup lama, maka saat proses pemulihan ini, Ia dan pasangannya tentu tidak berani untuk kembali berhubungan intim.

doktersehat-pasangan-seks-couple

Sebuah pertanyaan pun muncul, kapankah pasangan bisa kembali berhubungan intim setelah melahirkan? Pakar kesehatan ternyata menyebutkan bahwa ada cukup banyak pasangan yang ingin kembali melakukannya, namun khawatir dengan kondisi ibu yang baru saja melahirkan dan andai dipaksakan untuk melakukannya, bisa jadi terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Menurut pakar kesehatan, proses pemulihan yang baru saja melahirkan, baik itu melahirkan secara normal maupun secara Caesar, ternyata memang cukup lama sehingga pasangan pun harus cukup sabar untuk menahan diri. Namun, kebanyakan dokter menyebutkan bahwa setelah enam pekan, biasanya stamina dan kondisi fisik ibu sudah kembali seperti sebelum hamil sehingga sudah cukup aman untuk kembali melakukan hubungan intim secara normal.

Enam pekan setelah melahirkan, serviks atau leher rahim biasanya sudah menutup dengan baik dan luka yang muncul saat proses melahirkan juga sudah benar-benar sembuh. Hanya saja, meskipun memang sudah diperbolehkan untuk melakukannya, ada baiknya pasangan, khususnya istri, harus mempersiapkan kondisi psikisnya untuk melakukan hubungan intim agar bisa kembali menikmatinya dengan rileks.

Mengingat hubungan intim bisa membuat ibu kembali hamil, pakar kesehatan pun menyarankan pasangan yang baru saja melahirkan buah hatinya untuk berkonsultasi pada dokter untuk merencanakan kehamilan berikutnya atau tidak. Jika memang ingin mengendalikannya, maka cobalah untuk menggunakan alat kontrasepsi yang tepat untuk mencegah kehamilan tanpa mempengaruhi kondisi kesehatan keduanya.