Flu pada Anak – Kapan Harus ke Rumah Sakit?

Berikut adalah beberapa kondisi sehingga perlu untuk pergi ke rumah sakit:

doktersehat-virus-zika-anak-sakit-persendian-otot-cacingan-sakit

  • Anak memiliki kesulitan bernapas atau napas anak menjadi cepat dan tidak membaik bahkan setelah hidung dibersihkan dan disedot ingusnya.
  • Warna kulit kebiruan: Jika anak sedang berjuang untuk bernapas dan memiliki warna kulit kebiruan, segera hubungi 119!
  • Anak tampaknya lebih sakit daripada episode sakit sebelumnya. anak mungkin tidak merespons secara normal. Misalnya, anak justru tidak menangis, melakukan kontak mata yang baik dengan ibu, atau anak lesu atau letargi.
  • Anak tidak minum cairan dengan baik atau menunjukkan tanda-tanda dehidrasi. tanda-tanda umum dari dehidrasi termasuk tidak adanya air mata ketika menangis, penurunan jumlah urin (popok kering), membran mukosa kering (bibir, lidah, mata), dan kulit seperti lambat untuk kembali ke semula ketika dicubit (turgor kulit menurun).
  • Muntah parah atau berkelanjutan.
  • Bayi tidak mampu untuk makan.
  • Demam yang tidak membaik dengan dosis paracetamol (Tylenol) atau ibuprofen (Advil) yang tepat.
  • Demam dengan ruam.

Gejala-gejala tersebut mengindikasikan evaluasi medis yang tepat.

Kelompok khusus
Anak-anak tertentu berada pada risiko yang lebih tinggi dari komplikasi serius terkait flu dan memerlukan perhatian medis lebih awal dari biasanya.

  • Anak-anak dengan usia kurang dari 6 bulan masih belum dapat divaksinasi. Cara terbaik adalah bahwa semua anggota rumah tangga dan orang-orang di sekitar anak tersebut divaksinasi untuk melindungi anak tersebut.
  • Anak-anak berusia 6 bulan sampai 5 tahun, bahkan jika sehat, cenderung lebih mudah untuk dirawat di RS karena flu.
  • Anak-anak dengan masalah kesehatan kronis, termasuk
    • Asma, PPOK, dan fibrosis kistik;
    • Kondisi neurologis seperti cerebral palsy, epilepsi, cacat intelektual, keterlambatan perkembangan, distrofi otot, atau cedera tulang belakang;
    • Penyakit jantung;
    • Diabetes atau masalah endokrin lainnya;
    • Penyakit hati atau ginjal;
    • Sistem kekebalan tubuh yang melemah, seperti infeksi HIV, kanker, atau penggunaan obat steroid;
    • Anak dengan terapi aspirin jangka panjang.