Kanker Usus Besar/ Kanker Kolorektal – Pengobatan

Pengobatan kanker kolorektal tidak hanya melibatkan terapi khusus untuk menyembuhkan atau mengendalikan penyakit, tetapi juga strategi untuk memenuhi kebutuhan emosional dan fisik pasien. Memulihkan dan mempertahankan kualitas hidup merupakan tanggungjawab bagi dokter, sebagaimana mestinya juga merupakan tanggung jawab anggota keluarga dan teman-teman juga. Banyak pelengkap terapi kanker (terapi komplementer, seperti pengobatan herbal) untuk membantu agar pasien lebih mentoleransi terapi kanker secara medis. Namun, terapi komplementer bukan untuk mengganti perawatan standar secara medis.

doktersehat-kanker-usus-besar-stroke-Kolitis-Iskemik-nyeri-dada-Inkontinensia-Usus

Jenis utama dari pengobatan untuk kanker kolorektal adalah operasi, terapi radiasi, dan kemoterapi. Tergantung pada stadium kanker, perawatan ini dapat dikombinasikan.

Pembedahan adalah pengobatan yang paling efektif untuk tumor kolorektal lokal. Tumor yang sangat kecil dapat dihilangkan melalui kolonoskop, tapi bahkan jika tumor kecil, ambil bagian dari usus besar yang mengandung tumor, lemak sekitarnya, dan kelenjar getah bening di dekatnya sering menjadi pengobatan terbaik. Pembedahan dapat dilakukan baik secara laparoskopik atau dengan metode terbuka, yang menggunakan sayatan yang lebih besar.

Biasanya, dokter bedah dapat menyambung kembali bagian yang sehat dari usus besar dan rektum. Bila hal ini tidak mungkin, ahli bedah membentuk suatu lubang- dikenal sebagai stoma – di perut dan menyambung usus terputus. Tinja dikumpulkan dalam kantong yang diberikan di luar stoma. Prosedur ini, yang dikenal sebagai kolostomi, sering hanya bersifat sementara. Setelah beberapa waktu ketika usus sembuh, operasi kedua dilakukan untuk menghubungkan usus besar dan rektum. Kebutuhan kolonostomi permanen lebih sering pada kasus kanker dubur, karena mempertahankan rektum mungkin sulit.

Pada periode segera setelah operasi, pasien dapat mengharapkan untuk menerima obat penghilang rasa sakit dan obat-obatan lainnya untuk meringankan diare sementara atau sembelit. Setelah operasi, pasien dianjurkan untuk makan makanan bergizi, kaya kalori dan protein, untuk mendapatkan kekuatan dan sembuh dengan baik.