Kanker Usus Besar (Kolorektal) – Definisi dan Gejala

doktersehat-kanker-usus-besar-stroke-Kolitis-Iskemik-nyeri-dada-Inkontinensia-Usus

Kanker usus besar atau kolorektal adalah kanker yang terjadi ketika beberapa sel yang melapisi usus besar atau rektum menjadi abnormal dan tumbuh di luar kendali. Untuk memahami kanker usus besar ini, yang secara keseluruhan.

Untuk diketahui, kolon adalah organ usus yang berbentuk seperti selang, yang memiliki otot, sepanjang 1,8 meter yang menghubungkan usus kecil ke rektum. Kolon, yang bersama dengan rektum disebut usus besar, adalah organ yang sangat khusus yang bertanggung jawab untuk pengolahan sampah sehingga pengosongan perut.

Usus besar menyerap air dari sisa makanan dan membuat tinja padat. Sekali atau dua kali sehari terjadi proses pengosongan kolon ke dalam rektum untuk memulai proses eliminasi (buang air besar).

Sementara itu, rektum merupakan ruang berukuran 20 sentimeter yang menghubungkan usus besar ke anus. Tugas rektum adalah untuk menerima tinja dari usus besar dan menahan tinja sampai terjadi proses evakuasi (buang air bear).

Seperti diketahui, kanker yang dimulai di kolon disebut kanker kolon dan kanker yang dimulai di rektum disebut kanker rektum. Kanker yang mempengaruhi keduanya ini juga dapat disebut kanker usus besar. Kanker ini terjadi ketika beberapa sel yang melapisi usus besar atau rektum menjadi abnormal dan tumbuh di luar kendali. Sel-sel yang tumbuh abnormal membuat tumor, yang merupakan kanker.

Gejala Kanker Kolorektal
  • Pada tahap awal, kanker kolorektal biasanya tidak menimbulkan gejala. Tanda-tanda yang paling mungkin untuk menjadi peringatan meliputi:
  • Perubahan buang air besar, termasuk sembelit terus-menerus, perasaan tidak mampu mengosongkan isi usus dengan benar, tidak bisa menahan untuk buang air besar, kram dubur, atau perdarahan rektum
  • Bercak-bercak hitam darah di tinja atau tinja berbentuk tipis dan panjang yang seringkali disebut ‘tinja berbentuk pensil’
  • Ketidaknyamanan perut atau kembung.
  • Kelelahan yang tidak mampu dijelaskan, kehilangan nafsu makan, dan penurunan berat badan.
  • Nyeri panggul, biasanya terjadi pada tahap akhir dari penyakit.

Hubungi dokter jika:

  • Anda melihat perubahan dalam buang air besar, perdarahan dari rektum, atau melihat darah di tinja Anda. Jangan menganggap Anda memiliki wasir; dokter kemungkinan besar akan melakukan pemeriksaan dubur seperti sigmoidoskopi atau kolonoskopi—pemeriksaan yang melibatkan sebuah selang tipis fleksibel berkamera yang dimasukkan dalam dubur Anda.
  • Anda mengalami nyeri persisten perut, penurunan berat badan yang tidak biasa, atau kelelahan. Gejala-gejala ini mungkin disebabkan oleh penyebab lain, tetapi mereka juga dapat dikaitkan dengan kanker.
  • Anda didiagnosis dengan anemia. Dalam menentukan penyebabnya, dokter harus memeriksa perdarahan dari saluran pencernaan karena kanker kolorektal.
ikuti-kontes-sehatitubaik-menangkan-berbagai-hadiah-menarik