DokterSehat – Sebagai saluran terakhir pencernaan makanan, usus berpotensi terkena kanker dari makanan yang kita konsumsi. Ada lima stadium dengan sifat masing-masing dan besaran kemungkinan bertahan hidup yang semakin kecil bagi pasien.
Gejala
Penyebab
Pemeriksaan medis
Fiberoptik kolonoskopi:
Memasukkan sejenis pipa terbuat dari serat optik ke dalam usus melalui anus (dubur). Kamera yang terdapat pada alat itu bisa digunakan untuk melakukan pemeriksaan apakah dalam usus terdapat polip atau tidak.
CT Scan.
Pemeriksaan darah:
Menentukan tumor marker CEA (carcino-embryonis antigen) dalam darah.
Perawatan
Kemoterapi
Radiasi
Operasi
Pemotongan usus besar yang sakit, dan menyambungkan kembali dua ujung bagian usus besar yang sehat.
Teknik laparoskopi:
Melalui beberapa lubang kecil yang dibuat dibeberapa titik di perut. Operasi dilakukan dengan alat-alat kecil yang dioperasikan lewat lubang-lubang itu dan dipantau lewat layar monitor.
Pencegahan
Deteksi Dini
Seperti halnya deteksi dini kanker mulut rahim menggunakan papsmear atau untuk kanker payudara memakai mamografi, terhadap kanker kolon pun bisa dilakukan deteksi dini.
Deteksi dini kanker kolon dianjurkan kepada mereka yang telah menginjak usia 50 tahun. Tetapi bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga pernah terkena kanker ovarium, kolon dan kanker paru, disarankan melakukan deteksi dini sebelum usia 50 tahun.
Kanker kolon dianggap sebagai penyakit yang perjalanannya lambat. Karena itu masyarakat dianjurkan melakukan deteksi dini melalui pemeriksaan darah yang ada dalam tinja dan kolonoskopi.
“Sebaiknya deteksi dini dilakukan sejak usia 40 tahun bagi yang memang memiliki riwayat ketiga jenis kanker tersebut dalam keluarganya,” kata dr Aru W Sudoyo, konsultan hematologi dan onkologi medik dari FKUI/RSUPN Cipto Mangunkusumo kepada Media Indonesia, pekan lalu di ruang kerjanya.
Apalagi bagi mereka yang telah mengalami gejala, seperti perdarahan pada saat buang air besar dan tertutupnya jalan usus atau penyumbatan,” lanjut Aru, deteksi dini sangat disarankan.
Menurut Aru, beberapa prosedur deteksi dini kanker kolon antara lain:
Pemeriksaan colok dubur oleh dokter bila seseorang mencapai usia 50 tahun. Pemeriksaan tersebut sekaligus untuk mengetahui adanya kelainan pada prostat.
Setelah itu, dilakukan pemeriksaan laboratorium yaitu pemeriksaan darah samar (occult blood) secara berkala, apakah terdapat darah pada tinja atau tidak. Kemudian pemeriksaan secara visual dengan endoskopi di kolon atau disebut kolonoskopi. Pemeriksaan kolonoskopi atau teropong usus ini dianjurkan segera dilakukan bagi mereka yang sudah mencapai usia 50 tahun.
Pemeriksaan kolonoskopi relatif aman, tidak berbahaya, namun pemeriksaan ini tidak menyenangkan. Kolonoskopi dilakukan untuk menemukan kanker kolorektal sekaligus mendapatkan jaringan untuk diperiksa di laboratorium patologi. Pada pemeriksaan ini diperlukan alat endoskopi fiberoptik yang digunakan untuk pemeriksaan kolonoskopi. Alat tersebut dapat melihat sepanjang usus besar, memotretnya, sekaligus biopsi tumor bila ditemukan.
Cara lain untuk menunjang diagnosis kanker kolon adalah dengan enema barium. Pada pemeriksaan enema barium, bahan cair barium dimasukkan ke usus besar melalui dubur dan siluet (bayangan)-nya dipotret dengan alat rontgen. Pada pemeriksaan ini hanya dapat dilihat bahwa ada kelainan, mungkin tumor, dan bila ada perlu diikuti dengan pemeriksaan kolonoskopi.
Pemeriksaan ini juga dapat mendeteksi kanker dan polip yang besarnya melebihi satu sentimeter. Kelemahannya, pada pemeriksaan ini tidak dapat dilakukan biopsi.
Dengan kolonoskopi dapat dilihat kelainan berdasarkan gambaran makroskopik. Bila tidak ada penonjolan atau ulkus, pengamatan kolonoskopi ditujukan pada kelainan warna, bentuk permukaan, dan gambaran pembuluh darahnya. Aru mengatakan dengan deteksi dini diharapkan kanker kolon dapat segera ditangani atau diterapi. Beberapa terapi, seperti kemoterapi dan radiasi dapat dilakukan untuk mengatasi kanker kolon
(IJ/S-4)
Sumber : Koran Media Indonesia, Edisi Rabu, 12 April 2006/NO. 9244/TAHUN XXXVII
RSS feed for comments on this post. TrackBack URL
June 29th, 2010 at 11:35 am
[...] - DoktorSehat.com [...]
Setuju atau Tidak Setuju:
1
1
February 7th, 2011 at 6:10 pm
Terima kasih,artikelnya sangat baguuuuuuuuuuuuuussssssssssssssssss banettttttttttttt!!
Setuju atau Tidak Setuju:
1
0
September 29th, 2011 at 9:01 am
[...] Kanker Usus Besar Gejala dan Penyebabnya | Dokter Sehat. Like this:LikeBe the first to like this post. [...]
Setuju atau Tidak Setuju:
1
1
November 4th, 2011 at 1:19 pm
apabila penderita sudah menjalani operasi pemotongan usus besar, apakah penderita dapat sembuh total??
lalu bagaimana pengaobatan kanker usus ini klo penderita sedang mengandung….?
thanks atas jawabannya.
Setuju atau Tidak Setuju:
0
1
January 12th, 2012 at 8:36 pm
SAYA SUDAH DI PERIKSA.OLEH: Dr:100% USUS SAYA LUKA DAN SAYA SERING BAB DARAH DAN BERAT BADAN SAYA TURUN DARI 64 KG.MENJADI 55 KG. TETAPI SETELAH SAYA BEROBAT ALTERNATIF SAYA BAB TIDAK PERNAH BERDARAH LAGI DAN BERAT BADAN SAYA NAIK SEKITAR 2 KG. SEKARANG BERAT BADAN SAYA MENJADI SEKITAR 57-58 KG. APA ITU NAMANYA BISA DISEBUT JUGA PENYAKIT CANSER
Setuju atau Tidak Setuju:
0
0
January 12th, 2012 at 8:39 pm
SAYA MINTAK TOLONG UNTUK DI JAWAB PERTANYAAN SAYA KEPADA BAPAK2 IBU2 SEKALIAN
Setuju atau Tidak Setuju:
0
0
May 15th, 2012 at 12:44 pm
Trollface
Setuju atau Tidak Setuju:
0
0