Kanker Tulang – Tak Perlu Amputasi, Bisa Direhabilitasi

Share Artikel ini melalui: Twitter Facebook MySpace Digg Digg friendster wordpress technorati
Diterbitkan pada tanggal 5 - 03 - 2007 | 68 komentar

Benjolan pada seseorang tidak selalu berkonotasi jelek. Bagi wanita, “benjolan di bagian dada” boleh jadi bisa menambah seksi, tetapi jika benjolan itu terdapat pada bagian tubuh yang tak semestinya, tentu harus diwaspadai, jangan-jangan itu merupakan pertanda awal terjadinya kanker tulang. Benarkah kanker tulang kini bisa direhabilitasi, tak perlu amputasi?

KANKER tulang, menurut para ahli, belum diketahui penyebabnya. Itulah sebabnya mengapa penderita harus menjalani amputasi alias dipotong bagian tubuh yang terkena kanker itu.

Bersyukurlah kita sekarang ini, kemajuan teknologi di bidang kedokteran telah mampu memberi harapan-harapan baru bagi penderita kanker tulang. Istilah rehabilitasi, mungkin bisa lebih pas untuk mereka yang menjalani pengobatan kanker tulang saat ini, dimana dokter akan melakukan penggantian tulang yang rusak dengan tulang yang baru, dengan cara penyemenan. Cara terakhir ini praktis bukan tanpa kendala. Sulitnya memperoleh tulang pada orang yang sudah mati adalah salah satunya. Selain itu, istilah donor tulang pun mungkin belum terlalu populer di telinga banyak orang. Untuk mengetahui liku-liku kanker jenis yang satu ini, berikut petikan wawancara penulis dengan Dr Nicolaas Budhiparama, FICS, ahli Bedah Tulang di RS Kanker Dharmais, Jakarta;

Dapat Anda jelaskan perihal kanker tulang?
Sebelumnya perlu diketahui bahwa antara tumor dan kanker sama saja artinya. Ada tiga macam tumor tulang yaitu yang bersifat lunak, ganas dan yang memiliki lesi di tulang (berlubangnya struktur karena jaringan akibat cedera atau penyakit). Selain itu ada yang bersifat primer dan skunder. Pada tumor tulang skunder misalnya, seseorang terkena tumor payudara, kemudian menjalar ke tulang dan selanjutnya menggerogoti tulang tersebut. Kanker tulang ini merupakan kelompok tumor tulang yang ganas.

Tingkat bahayanya?

Kanker paling sulit ditangani. Sebagai perbandingan, pada kanker jenis lain, sebut saja kanker payudara yang memiliki banyak jenis, patologinya mudah diketahui, sehingga tidak sulit ditangani. Berbeda dengan kanker tulang yang jenisnya banyak pula, tetapi penangannannya berbeda-beda. Karena terlalu banyaknya, tak heran terjadi salah diagnosa, akibatnya praktis akan salah pula pengobatannya.

Bedanya dengan “osteoporotis”?
Jelas berbeda, osteoporotis penyakit yang ditandai dengan adanya kerapuhan di tulang, desebabkan kekurangan kalsium. Osteoporotis biasanya terjadi pada orang-orang lanjut usia, sedangkan kanker tulang penyebabnya hingga sekarang belum diketahui. Celakanya, bisa menyerang semua usia. Karena belum diketahui penyebabnya, maka sulit kita mencegah. Yang bisa dilakukan sekarang ini hanyalah mengobati, mengganti dan mengamputasi bagian yang terkena tumor yang tidak bisa diselamatkan.

Prevalensinya di Indonesia?
Belum diketahui secara pasti. Di negeri ini belum ada pusat data mengenai kanker tulang secara menyeluruh. Yang bisa saya katakan sekarang, ada rumah sakit yang baru mengumpulkan jumlah penderitanya, tetapi mereka berdiri sendiri-sendiri, sehingga jumlah keseluruhan di masyarakat tidak diketahui pasti. Memang ada rencana RS Kanker Dharmais dengan RS Cipto Mangunkusumo mendirikan pusat data ini. Kalau ini terwujud nanti pasti prevalansinya diketahui.

Dapat Anda jelaskan gejala awal penyakit ini?

Ini yang penting diketahui. Untuk gejala tumor tulang jinak, biasanya penderita tidak merasakan sakit sama sekali. Misalnya sedang bermain sepakbola terjatuh, kemudian setelah difoto rontgen ternyata terdapat tumor jinak. Sementara tumor ganas mulanya mulanya kecil disertai benjolan. Benjolan itu bisa besar, bisa juga kecil. Keadaan ini diikuti rasa sakit dan berwarna merah. Kalau benjolan tadi diurut, sumber tumor tadi akan pecah, akibatnya bisa menyebar ke bagian lain. Kebiasaan diurut lazim terjadi di masyarakat kita. Padahal ini sangat riskan, sebab bisa saja tumor tersebut menjadi tidak terlokalisir.

Kalau demikian, mengurut itu berbahaya bagi mereka yang keseleo atau yang habis terjatuh?

Penyakit timbul bukan karena terjatuhnya yang bersangkutan, melainkan sebelumnya penderita memang sudah memiliki tumor terlebih dahulu. Kalau dalam kondisi seperti ini dilakukan pengurutan bisa berakibat tumor tadi pecah dan menyebar. Dalam keadaan demikian sudah barang tentu harus ditanggulangi melalui mengganti tulang. Sementara yang rusak diamputasi. Saya tidak mengatakan dukun urut itu jelek, namun saya lebih menganjurkan si penderita difoto rontgen dahulu, hingga diketahui jelas, tumor atau bukan. Bagi yang tidak terdapat tumor dan percaya akan dukun silahkan saja diurut. Sedangkan bagi yang terdapat tumor, maka tindakan mengurut itu sangat berbahaya.

Tumor seperti itu senangnya di bagian apa?
Biasanya, bisa terdapat di dalam dan di luar tulang. Untuk diketahui, kanker tulang tidak ada kaitannya dengan makanan. Ada orang menduga akibat radioaktif yang terdapat di lingkungan masyarakat. Tetapi memang belum diketahui secara pasti apa penyebabnya.

Mereka yang berisiko tinggi?
Ini terjadi, tergantung dari jenis tumornya. Kalau jenisnya osteosarcoma misalnya, lebih banyak terjadi pada usia muda (belasan tahun). Sedangkan kelompok condrosarcoma terjadi pada usia di atas 50 tahun. Yang jelas bisa mengenai semua kelompok umur.

Pilihan lain selain amputasi?
Hampir setiap kanker tulang ganas dengan segala kondisi apapun, dahulu selalu dilakukan amputasi untuk menghindari kematian. Sekarang dengan kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat dilakukan cara lain yang lebih “terhormat”. Si penderita yang terkena kanker sebelum diganti tulangnya terlebih dahulu dimatikan kankernya dengan pengobatan. Kalau masih bisa ditambal, ya disemen. Atau juga menggunakan metode teknik baru limb salvage, dimana tulang yang terkena tumor ganas disambung dengan bekas kaki pasien lain yang baru saja meninggal dunia. Sesuai dengan perkembangan, teknik terapi baru ini telah dikembangkan di hampir semua pusat penyembuhan kanker di seluruh dunia. Angka keberhasilannya meningkat 80%. Di Indonesia juga mulai diterapkan. Pasien terlebih dahulu menjalani kemoterapi, setelah itu baru tumor ganasnya diangkat. Bila tulang yang bersangkutan perlu diganti, maka diganti. Tentu saja kerjasama dalam pelaksanaan metode ini menuntut keterampilan tersendiri.

Namun cara itu membutuhkan biaya tinggi?
Biaya mahal tak begitu problem. Yang menjadi masalah adalah soal donor tulang. Seperti halnya dengan donor mata, hanya berapa persen pendonornya berasal dari dalam negeri. Sedangkan sebagian besar pendonor datang dari Srilanka. Begitu juga dengan pendonor tulang. Berbeda dengan di luar negeri. Di negeri Belanda misalnya, banyak orang yang mendonorkan tulangnya. Mayatnya dibedah, diambil tulangnya dan diganti dengan kayu. Oleh sebab itu di Belanda, soal pengadaan tulang tak menjdi masalah.

sumber: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/2002/4/21/i2.html

Dokter Sehat

VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 6.6/10 (12 votes cast)
VN:F [1.9.13_1145]
Rating: +3 (from 3 votes)
Kanker Tulang - Tak Perlu Amputasi, Bisa Direhabilitasi, 6.6 out of 10 based on 12 ratings




Artikel Sejenis

68 komentar | beri komentar

  1. avatar comment-top

    adik sy terkena kanker tulang ganas, kata dokter tempat kami berobat. karena isi tulang sumsumnya sudah hancur.. stelah dilihat dari hasil scenn, dan penjelasan yg lain bahwa sudah menjalar hingga buah jakar, karena penyakitnya ada di tengah paha bagian atas dengkul. awalnya setelah bermain bola dia merasakan sakit seperti terbentur. tp sebenarnya bukan terbentur. setelah berjalan sekitar 1 bulan baru terlihat pembengkakkan yang lumayan besar.. kami kira itu epek dari bermain bola ternyata, kanker tulang. proses kami tau bahwa itu kanker ganas. setelah kurang lebih 3 minggu berobat kesana-kesini untuk mengetahui hasilnya pak. lalu kami dirujuk ke rs cipto jakarta. setelah menunggu selama 1 minggu lalu mulailah kemotrapi.. yang hasilnya belum begitu menggembirakan… yaa.. kami berdo’a saja bahwa tuhan menurunkan penyakit pasti ada obatnya.. dan orang yang mengobati.
    yg mau saya tanyakan apakan jalan keluarnya harus diamputasi??
    sekiranya tidak diamputasi, dan kami mengikuti saran artikel diatas, melalui operrasi tulang apakah epektif, dampak setelah operasi apa??
    terimakasih..
    nama adik kami Aldino.. umur 15th laki-laki yang tampan

    Komentar yang Sangat Berguna. Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 6 Thumb down 1

    comment-bottom
  2. avatar comment-top

    KARENA KANKER TULANG ADIK BAPAK SUDAH STADIUM 4, PENGOBATAN DENGAN MILLIHERB HANYA UNTUK MENINGKATKAN KULITAS HIDUP. PENGOBATAN: MILLITURIUM , MILLIGESIC 3 X 2 KAPS, MINUM MILLIGESIC OIL 15 TETES SETIAP TERASA SAKIT, DIKOMPRES DENGAN MILLIGESIC OIL BENJOLAN DAN BAGIAN NYERI, INSYA ALLAH 2 – 3 HARI RASA SAKIT MULAI BERKURANG. DIMINUM SELAMANYA DAN BIAYA SEKITAR 500 RIBU PER BULAN. 0218647723

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 1 Thumb down 0

    comment-bottom
  3. avatar
    Ieko damayanti Says:
    July 18th, 2011 at 12:20 am
    comment-top

    Dok q wanita(23th)..wktu q usia 6 th,q tersandung di depan rumah yang kondisi y tidak berbatu(tanah becek).kclakaan tu mengakibatkan tulang paha sblah kanan q patah.posisi tulng sngat prah.sngat terlihat perbedan antra kaki kiri dgn knan sktr 15cm.orng tua q memutuskan pengobatan alternatif(dukun urut).stlah 4bln q dpt berjaln tp dg kondisi tulng yg agak bengkok.sktar 6thn kmudian q mngalmi hal yang sm.tulng pha q ptah lg u/ yg k’2 x ya.oleh ortu q,q dibawa k dukun urut lg.tp di tempt yg berbeda.kondisi kaki n cra berjalan q smakin parah..belasn tahun q berjaln dgn kondisi kaki yg berbda pnjng y sktr 5Cm.smkin dewsa q smkin ksulitn berjaln..tdk dpt berjln dgn jarak yg jauh.jarak 200mtr pun q past meraskn nyeri.tiap s-blan s’x q past dtang k dukun urut dgn harapn menghilangkn rasa nyeri sat berjln.suatu ktika q dtng k tmpt urt yng berbeda lg,memang q mendtngi berbgai tmpt dgn mengharapkn ksmbuhan.tp ap yg q dpt,oleh si dukun urt kaki q di tarik dr posisi beda 5cm mnjd sm.dlm art di ptahin lgi..skit..sngt skit.dgn kta lain di usia q yg 23th q menglami path tulang 3x ditempat yg sm.terakhr q ngerongten krn rsa penasarn terhdp kaki yang slalu bengkak sejak ptah pertama.dokter m’vonis q..tumor tulang femur proxymal.klo mlht hsil rontgen q mrasa tulng q tdk beraturan.pembengkakan y besary spt telur bebek.apakh tumor tulang q dpt disembuhkn.krn smp sat ni q berjaln msh meraskan nyeri..trmksh

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 2 Thumb down 0

    comment-bottom
  4. avatar
    Ieko damayanti Says:
    July 20th, 2011 at 9:10 pm
    comment-top

    Originally Posted By Ieko damayantiDok q wanita(23th)..wktu q usia 6 th,q tersandung di depan rumah yang kondisi y tidak berbatu(tanah becek).kclakaan tu mengakibatkan tulang paha sblah kanan q patah.posisi tulng sngat prah.sngat terlihat perbedan antra kaki kiri dgn knan sktr 15cm.orng tua q memutuskan pengobatan alternatif(dukun urut).stlah 4bln q dpt berjaln tp dg kondisi tulng yg agak bengkok.sktar 6thn kmudian q mngalmi hal yang sm.tulng pha q ptah lg u/ yg k’2 x ya.oleh ortu q,q dibawa k dukun urut lg.tp di tempt yg berbeda.kondisi kaki n cra berjalan q smakin parah..belasn tahun q berjaln dgn kondisi kaki yg berbda pnjng y sktr 5Cm.smkin dewsa q smkin ksulitn berjaln..tdk dpt berjln dgn jarak yg jauh.jarak 200mtr pun q past meraskn nyeri.tiap s-blan s’x q past dtang k dukun urut dgn harapn menghilangkn rasa nyeri sat berjln.suatu ktika q dtng k tmpt urt yng berbeda lg,memang q mendtngi berbgai tmpt dgn mengharapkn ksmbuhan.tp ap yg q dpt,oleh si dukun urt kaki q di tarik dr posisi beda 5cm mnjd sm.dlm art di ptahin lgi..skit..sngt skit.dgn kta lain di usia q yg 23th q menglami path tulang 3x ditempat yg sm.terakhr q ngerongten krn rsa penasarn terhdp kaki yang slalu bengkak sejak ptah pertama.dokter m’vonis q..tumor tulang femur proxymal.klo mlht hsil rontgen q mrasa tulng q tdk beraturan.pembengkakan y besary spt telur bebek.apakh tumor tulang q dpt disembuhkn.krn smp sat ni q berjaln msh meraskan nyeri..trmksh

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

    comment-bottom
  5. avatar comment-top

    ???????????? ?????????? ?????????? ????? ?????????????.
    Dok, Kakak saya hasil RMI d vonis kanker tulang ganas tepat d pangkal paha, dan kanker itu katanya sudah menjalar k paru-paru. Saya hanya minta way out untuk permasalah ini. Mohon d bantu. Trims.

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 1 Thumb down 0

    comment-bottom
  6. avatar comment-top

    maaf dok, saya heru umur 21thn

    langsung aja, dibagian kedua lutut saya trdapat benjolan (diatas tempurung) benjolan seperti daging tumbuh. benjolan di kaki sebelah kanan lebih besar ktmnbang yg kaki yg sebelah kiri, kira² ini penyakit apa ya dok, memang belum sya periksakan ke medis, benjolan trsbt mnurut saya lama² membesar………!! soalnya kmrin ini bnjolan tidak begitu besar, dan rasa sakit yg ditimbulkan pun smkin trasa. biarpun rasa itu tidak trlalu trasa (rasa pegal)

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

    comment-bottom
  7. avatar comment-top

    @Ieko damayanti
    untuk mbak Ieko Damayanti, kalau itu ada tumor mungkin lebih baik di amputasi saja sebelum menjalar ke mana-mana.
    mbak ieko ngga usah takut kalau harus hidup dengan satu kaki, karena saya mengalami sendiri amputasi sampai pangkal paha akibat kecelakaan, dan sudah satu tahun ini berjalan memakai kruk.
    memang awalnya terasa kikuk kalau ketemu orang, tapi setelah berjalannya waktu hal itu ngga menjadi masalah, dan ternyata berjalan dengan kruk tidak menakutkan seperti bayangan semula sewaktu shock kehilangan sebelah kaki.
    kalau sudah terbiasa malah terasa sangat nyaman pakai kruk mbak, dan ayunan badan memberi sensasi yang berbeda, cukup enjoy, dan lebih asyik kalo kita naik bis kota yang penuh, karena selalu ada yang kasih tempat duduk, jadi ngga cape.
    pakai kruk yang kayu aja mbak, lebih lentur, nggak berisik, dan ngga dingin kalau kena kulit, tapi harga lebih mahal. kalau aluminium hanya sekitar 150 ribu sepasang, ngga lebih mahal dari harga sepatu.

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

    comment-bottom
  8. avatar comment-top

    dok, saya wanita berumur 21 tahun.
    3bulan yg lalu ada benjolan pada mata kaki sebelah kiri, baru kearen saya memberanikan utk check up ke sebuah rumah sakit.
    kata dokter benjolan itu semacam penyakit ganglion, smntra dokter bedah menyarankan saya utk melakukan operasi.
    adakah cara lain utk m,enyembuhkan penyakit itu selain operasi?
    minta saran nya dok..
    mksih..

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

    comment-bottom

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL

Memberi Komentar

Improve the web with Nofollow Reciprocity.