informasi kesehatan


Kanker Tulang – Tak Perlu Amputasi, Bisa Direhabilitasi

DokterSehat.com – Benjolan pada seseorang tidak selalu berkonotasi jelek. Bagi wanita, “benjolan di bagian dada” boleh jadi bisa menambah seksi, tetapi jika benjolan itu terdapat pada bagian tubuh yang tak semestinya, tentu harus diwaspadai, jangan-jangan itu merupakan pertanda awal terjadinya kanker tulang. Benarkah kanker tulang kini bisa direhabilitasi, tak perlu amputasi?

KANKER tulang, menurut para ahli, belum diketahui penyebabnya. Itulah sebabnya mengapa penderita harus menjalani amputasi alias dipotong bagian tubuh yang terkena kanker itu.

Bersyukurlah kita sekarang ini, kemajuan teknologi di bidang kedokteran telah mampu memberi harapan-harapan baru bagi penderita kanker tulang. Istilah rehabilitasi, mungkin bisa lebih pas untuk mereka yang menjalani pengobatan kanker tulang saat ini, dimana dokter akan melakukan penggantian tulang yang rusak dengan tulang yang baru, dengan cara penyemenan. Cara terakhir ini praktis bukan tanpa kendala. Sulitnya memperoleh tulang pada orang yang sudah mati adalah salah satunya. Selain itu, istilah donor tulang pun mungkin belum terlalu populer di telinga banyak orang. Untuk mengetahui liku-liku kanker jenis yang satu ini, berikut petikan wawancara penulis dengan Dr Nicolaas Budhiparama, FICS, ahli Bedah Tulang di RS Kanker Dharmais, Jakarta;

Dapat Anda jelaskan perihal kanker tulang?
Sebelumnya perlu diketahui bahwa antara tumor dan kanker sama saja artinya. Ada tiga macam tumor tulang yaitu yang bersifat lunak, ganas dan yang memiliki lesi di tulang (berlubangnya struktur karena jaringan akibat cedera atau penyakit). Selain itu ada yang bersifat primer dan skunder. Pada tumor tulang skunder misalnya, seseorang terkena tumor payudara, kemudian menjalar ke tulang dan selanjutnya menggerogoti tulang tersebut. Kanker tulang ini merupakan kelompok tumor tulang yang ganas.

Tingkat bahayanya?

Kanker paling sulit ditangani. Sebagai perbandingan, pada kanker jenis lain, sebut saja kanker payudara yang memiliki banyak jenis, patologinya mudah diketahui, sehingga tidak sulit ditangani. Berbeda dengan kanker tulang yang jenisnya banyak pula, tetapi penangannannya berbeda-beda. Karena terlalu banyaknya, tak heran terjadi salah diagnosa, akibatnya praktis akan salah pula pengobatannya.

Bedanya dengan “osteoporotis”?
Jelas berbeda, osteoporotis penyakit yang ditandai dengan adanya kerapuhan di tulang, desebabkan kekurangan kalsium. Osteoporotis biasanya terjadi pada orang-orang lanjut usia, sedangkan kanker tulang penyebabnya hingga sekarang belum diketahui. Celakanya, bisa menyerang semua usia. Karena belum diketahui penyebabnya, maka sulit kita mencegah. Yang bisa dilakukan sekarang ini hanyalah mengobati, mengganti dan mengamputasi bagian yang terkena tumor yang tidak bisa diselamatkan.

Prevalensinya di Indonesia?
Belum diketahui secara pasti. Di negeri ini belum ada pusat data mengenai kanker tulang secara menyeluruh. Yang bisa saya katakan sekarang, ada rumah sakit yang baru mengumpulkan jumlah penderitanya, tetapi mereka berdiri sendiri-sendiri, sehingga jumlah keseluruhan di masyarakat tidak diketahui pasti. Memang ada rencana RS Kanker Dharmais dengan RS Cipto Mangunkusumo mendirikan pusat data ini. Kalau ini terwujud nanti pasti prevalansinya diketahui.

Dapat Anda jelaskan gejala awal penyakit ini?

Ini yang penting diketahui. Untuk gejala tumor tulang jinak, biasanya penderita tidak merasakan sakit sama sekali. Misalnya sedang bermain sepakbola terjatuh, kemudian setelah difoto rontgen ternyata terdapat tumor jinak. Sementara tumor ganas mulanya mulanya kecil disertai benjolan. Benjolan itu bisa besar, bisa juga kecil. Keadaan ini diikuti rasa sakit dan berwarna merah. Kalau benjolan tadi diurut, sumber tumor tadi akan pecah, akibatnya bisa menyebar ke bagian lain. Kebiasaan diurut lazim terjadi di masyarakat kita. Padahal ini sangat riskan, sebab bisa saja tumor tersebut menjadi tidak terlokalisir.

Kalau demikian, mengurut itu berbahaya bagi mereka yang keseleo atau yang habis terjatuh?

Penyakit timbul bukan karena terjatuhnya yang bersangkutan, melainkan sebelumnya penderita memang sudah memiliki tumor terlebih dahulu. Kalau dalam kondisi seperti ini dilakukan pengurutan bisa berakibat tumor tadi pecah dan menyebar. Dalam keadaan demikian sudah barang tentu harus ditanggulangi melalui mengganti tulang. Sementara yang rusak diamputasi. Saya tidak mengatakan dukun urut itu jelek, namun saya lebih menganjurkan si penderita difoto rontgen dahulu, hingga diketahui jelas, tumor atau bukan. Bagi yang tidak terdapat tumor dan percaya akan dukun silahkan saja diurut. Sedangkan bagi yang terdapat tumor, maka tindakan mengurut itu sangat berbahaya.

Tumor seperti itu senangnya di bagian apa?
Biasanya, bisa terdapat di dalam dan di luar tulang. Untuk diketahui, kanker tulang tidak ada kaitannya dengan makanan. Ada orang menduga akibat radioaktif yang terdapat di lingkungan masyarakat. Tetapi memang belum diketahui secara pasti apa penyebabnya.

Mereka yang berisiko tinggi?
Ini terjadi, tergantung dari jenis tumornya. Kalau jenisnya osteosarcoma misalnya, lebih banyak terjadi pada usia muda (belasan tahun). Sedangkan kelompok condrosarcoma terjadi pada usia di atas 50 tahun. Yang jelas bisa mengenai semua kelompok umur.

Pilihan lain selain amputasi?
Hampir setiap kanker tulang ganas dengan segala kondisi apapun, dahulu selalu dilakukan amputasi untuk menghindari kematian. Sekarang dengan kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat dilakukan cara lain yang lebih “terhormat”. Si penderita yang terkena kanker sebelum diganti tulangnya terlebih dahulu dimatikan kankernya dengan pengobatan. Kalau masih bisa ditambal, ya disemen. Atau juga menggunakan metode teknik baru limb salvage, dimana tulang yang terkena tumor ganas disambung dengan bekas kaki pasien lain yang baru saja meninggal dunia. Sesuai dengan perkembangan, teknik terapi baru ini telah dikembangkan di hampir semua pusat penyembuhan kanker di seluruh dunia. Angka keberhasilannya meningkat 80%. Di Indonesia juga mulai diterapkan. Pasien terlebih dahulu menjalani kemoterapi, setelah itu baru tumor ganasnya diangkat. Bila tulang yang bersangkutan perlu diganti, maka diganti. Tentu saja kerjasama dalam pelaksanaan metode ini menuntut keterampilan tersendiri.

Namun cara itu membutuhkan biaya tinggi?
Biaya mahal tak begitu problem. Yang menjadi masalah adalah soal donor tulang. Seperti halnya dengan donor mata, hanya berapa persen pendonornya berasal dari dalam negeri. Sedangkan sebagian besar pendonor datang dari Srilanka. Begitu juga dengan pendonor tulang. Berbeda dengan di luar negeri. Di negeri Belanda misalnya, banyak orang yang mendonorkan tulangnya. Mayatnya dibedah, diambil tulangnya dan diganti dengan kayu. Oleh sebab itu di Belanda, soal pengadaan tulang tak menjdi masalah.

sumber: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/2002/4/21/i2.html

Dokter Sehat

pf button both Kanker Tulang   Tak Perlu Amputasi, Bisa Direhabilitasi
                     

Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

81 Responses to “Kanker Tulang – Tak Perlu Amputasi, Bisa Direhabilitasi”

  1. Ieko damayanti says:

    Dok q wanita(23th)..wktu q usia 6 th,q tersandung di depan rumah yang kondisi y tidak berbatu(tanah becek).kclakaan tu mengakibatkan tulang paha sblah kanan q patah.posisi tulng sngat prah.sngat terlihat perbedan antra kaki kiri dgn knan sktr 15cm.orng tua q memutuskan pengobatan alternatif(dukun urut).stlah 4bln q dpt berjaln tp dg kondisi tulng yg agak bengkok.sktar 6thn kmudian q mngalmi hal yang sm.tulng pha q ptah lg u/ yg k’2 x ya.oleh ortu q,q dibawa k dukun urut lg.tp di tempt yg berbeda.kondisi kaki n cra berjalan q smakin parah..belasn tahun q berjaln dgn kondisi kaki yg berbda pnjng y sktr 5Cm.smkin dewsa q smkin ksulitn berjaln..tdk dpt berjln dgn jarak yg jauh.jarak 200mtr pun q past meraskn nyeri.tiap s-blan s’x q past dtang k dukun urut dgn harapn menghilangkn rasa nyeri sat berjln.suatu ktika q dtng k tmpt urt yng berbeda lg,memang q mendtngi berbgai tmpt dgn mengharapkn ksmbuhan.tp ap yg q dpt,oleh si dukun urt kaki q di tarik dr posisi beda 5cm mnjd sm.dlm art di ptahin lgi..skit..sngt skit.dgn kta lain di usia q yg 23th q menglami path tulang 3x ditempat yg sm.terakhr q ngerongten krn rsa penasarn terhdp kaki yang slalu bengkak sejak ptah pertama.dokter m’vonis q..tumor tulang femur proxymal.klo mlht hsil rontgen q mrasa tulng q tdk beraturan.pembengkakan y besary spt telur bebek.apakh tumor tulang q dpt disembuhkn.krn smp sat ni q berjaln msh meraskan nyeri..trmksh

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 2 Thumb down 0

  2. Ieko damayanti says:

    Originally Posted By Ieko damayantiDok q wanita(23th)..wktu q usia 6 th,q tersandung di depan rumah yang kondisi y tidak berbatu(tanah becek).kclakaan tu mengakibatkan tulang paha sblah kanan q patah.posisi tulng sngat prah.sngat terlihat perbedan antra kaki kiri dgn knan sktr 15cm.orng tua q memutuskan pengobatan alternatif(dukun urut).stlah 4bln q dpt berjaln tp dg kondisi tulng yg agak bengkok.sktar 6thn kmudian q mngalmi hal yang sm.tulng pha q ptah lg u/ yg k’2 x ya.oleh ortu q,q dibawa k dukun urut lg.tp di tempt yg berbeda.kondisi kaki n cra berjalan q smakin parah..belasn tahun q berjaln dgn kondisi kaki yg berbda pnjng y sktr 5Cm.smkin dewsa q smkin ksulitn berjaln..tdk dpt berjln dgn jarak yg jauh.jarak 200mtr pun q past meraskn nyeri.tiap s-blan s’x q past dtang k dukun urut dgn harapn menghilangkn rasa nyeri sat berjln.suatu ktika q dtng k tmpt urt yng berbeda lg,memang q mendtngi berbgai tmpt dgn mengharapkn ksmbuhan.tp ap yg q dpt,oleh si dukun urt kaki q di tarik dr posisi beda 5cm mnjd sm.dlm art di ptahin lgi..skit..sngt skit.dgn kta lain di usia q yg 23th q menglami path tulang 3x ditempat yg sm.terakhr q ngerongten krn rsa penasarn terhdp kaki yang slalu bengkak sejak ptah pertama.dokter m’vonis q..tumor tulang femur proxymal.klo mlht hsil rontgen q mrasa tulng q tdk beraturan.pembengkakan y besary spt telur bebek.apakh tumor tulang q dpt disembuhkn.krn smp sat ni q berjaln msh meraskan nyeri..trmksh

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

  3. dito says:

    ???????????? ?????????? ?????????? ????? ?????????????.
    Dok, Kakak saya hasil RMI d vonis kanker tulang ganas tepat d pangkal paha, dan kanker itu katanya sudah menjalar k paru-paru. Saya hanya minta way out untuk permasalah ini. Mohon d bantu. Trims.

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 1 Thumb down 0

    • dr. nellyn angela says:

      Selamat siang,

      Kanker tulang sendiri memiliki beberapa stadium, disini karena sudah menyebar maka kanker tulang tersebut sudah memasuki tahap stadium akhir.

      Untuk permasalahan kanker tulang yang sudah mengalami penyebaran/ metastase ke paru-paru maka pengobatan harus dimulai dengan melakukan kemoterapi.

      Pengobatan dengan kemoterapi disini dimaksudkan untuk menekan pertumbuhan sel-sel kanker di dalam tubuh sebelum akhirnya melakukan tindakan pengangakatan tumor yang radikal. Namun pengobatan ini tentunya menimbang dafri kondisi pasien karena kemoterapi sendiri banyak menimbulkan efek samping yang tidak enak bagi pasien. Bila memang prognosa pasien ke arah yang sulit maka terpai mungkin saja diarahkan untuk bersifat paliatif (agar pasien merasa nyaman) dan tidak bersifat kuratif.

      Untuk lebih baiknya pasien dirawat gabung (beberapa spesialis) dengan konsultasi ke dokter spesialis onkologi.

      Semoga bermanfaat

      Terima kasih

      Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

  4. Heru rsp says:

    maaf dok, saya heru umur 21thn

    langsung aja, dibagian kedua lutut saya trdapat benjolan (diatas tempurung) benjolan seperti daging tumbuh. benjolan di kaki sebelah kanan lebih besar ktmnbang yg kaki yg sebelah kiri, kira² ini penyakit apa ya dok, memang belum sya periksakan ke medis, benjolan trsbt mnurut saya lama² membesar………!! soalnya kmrin ini bnjolan tidak begitu besar, dan rasa sakit yg ditimbulkan pun smkin trasa. biarpun rasa itu tidak trlalu trasa (rasa pegal)

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

  5. intan says:

    @Ieko damayanti
    untuk mbak Ieko Damayanti, kalau itu ada tumor mungkin lebih baik di amputasi saja sebelum menjalar ke mana-mana.
    mbak ieko ngga usah takut kalau harus hidup dengan satu kaki, karena saya mengalami sendiri amputasi sampai pangkal paha akibat kecelakaan, dan sudah satu tahun ini berjalan memakai kruk.
    memang awalnya terasa kikuk kalau ketemu orang, tapi setelah berjalannya waktu hal itu ngga menjadi masalah, dan ternyata berjalan dengan kruk tidak menakutkan seperti bayangan semula sewaktu shock kehilangan sebelah kaki.
    kalau sudah terbiasa malah terasa sangat nyaman pakai kruk mbak, dan ayunan badan memberi sensasi yang berbeda, cukup enjoy, dan lebih asyik kalo kita naik bis kota yang penuh, karena selalu ada yang kasih tempat duduk, jadi ngga cape.
    pakai kruk yang kayu aja mbak, lebih lentur, nggak berisik, dan ngga dingin kalau kena kulit, tapi harga lebih mahal. kalau aluminium hanya sekitar 150 ribu sepasang, ngga lebih mahal dari harga sepatu.

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

  6. juni says:

    dok, saya wanita berumur 21 tahun.
    3bulan yg lalu ada benjolan pada mata kaki sebelah kiri, baru kearen saya memberanikan utk check up ke sebuah rumah sakit.
    kata dokter benjolan itu semacam penyakit ganglion, smntra dokter bedah menyarankan saya utk melakukan operasi.
    adakah cara lain utk m,enyembuhkan penyakit itu selain operasi?
    minta saran nya dok..
    mksih..

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

  7. ks fitri says:

    dok mamah saya di kaki paha kanan atas terdapat benjolan kira-kira sebesar kelapa kecil
    pembengkakkan terjadi selama 2 bulanan, kami sudah mengecek ke RSHS tetapi sampai saat ini hasilnya belum pasti
    padahal kami sudah melakukan biofsi ..
    mamah saya dinyatakan tumor tulang osteosarcoma
    tetapi setelah biofsi dokter RSHS mengatakan “ini bukan tumor, dan hasilnya belum pasti”
    sebenarnya apa yang terjadi apabila pemeriksaan seperti itu ? apakah bebahaya apabila pasien menunggu hasil yang ditunda tunda ?

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

  8. dr. Intan says:

    @ks fitri – Seringkali dari pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang tidaklah saling mendukung, hal ini sering kali menyebabkan dokter menjadi ragu dalam mendiagnosa suatu penyakit. Namun saya yakin, yang dilakukan dokter dengan menunda hasil biopsi ini, karena dia ingin melakukan cross check ulang terlebih dahulu dan biasanya tidak membutuhkan waktu yang lama. Saya rasa jika hanya menunggu beberapa hari tidak akan mempengaruhi tingkat keparahan dari suatu penyakit. Jadi saya sarankan, anda bersabar terlebih dahulu.

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

  9. AULIA DINDA ANGJALICA says:

    jika ditemukan benjolan di selangkangan perempuan bisa disebut tumor juga?

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

  10. dr. Intan says:

    @AULIA DINDA ANGJALICA – Istilah tumor berarti benjolan. Tumor sendiri ada yang jinak dan ada yang ganas, tergantung sifat dan jenis sel penyusun tumor tersebut.

    Komentar yang Sangat Berguna. Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 8 Thumb down 0

  11. eka says:

    dok sy mah tanya
    sy ada benjolan kurang begitu terasa sekaligus memar di sekitar benjolan tersebut….letaknya di paha kiri atas dekat dengan lutut dan benjolannya di atas otot. itu apa y dok trus sm setiap lutut saya tekuk selalu bunyi kretek-kretek itu knp jg dok y
    mohon di jawab….

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

  12. Esa Nofitasari says:

    Assalamuallaikum dok, kaki ayah saya pada bagian lutut bagian belakang terdapat benjolan, waktu di bawa ke rumah sakit menurut dokter itu tumor dan harus di operasi, tetapi saya juga pernah dengar kalau tumor di operasi nggak akan bisa hilang permanen, suatu saat akan muncul lagi, Bagaimana menurut dokter?

    Saya tunggu jawaban dari dokter

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

    • dr. nellyn angela says:

      Selamat malam,

      Pertimbangan operasi bagi pasien tumor didasarkan atas stadium tumor itu sendiri. Pengangkatan dilakukan apabila tumor tersebut jinak/ masih belum menyebar dan dimaksudkan agar tidak semakin meluas dalam perjalanan penyakitnya.

      Untuk tingkat keberhasilan sendiripun bergantung pada banyak faktor, mulai dari jenis (jinak/ ganas), stadium -> terlalu lama ditangani sehingga terjanjur menyebar, tingkat respon pasien terhadap pengobatan, seberapa besar tumor, karena kalau pada akhirnya tidak bisa terangkat semuanya diperlukan pengobatan tambahan lainnya. Itulah mengapa setelah operasi harus terus melakukan check up dan harus tetap meminum obat (kemo dan radioterapi bila diperlukan tentunya berdasarkan pertimbangan dokter).

      Kalau masih pada stadium awal , angka kekambuhan tumor sendiri jauh lebih rendah. Oleh karena itu lebih baik untuk diatasi sedini mungkin.

      Semoga bermanfaat

      Terima kasih

      Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

  13. rojali says:

    selamat siang dok…. istri saya pada tahun 2010 terkena tumor pada betis kaki kiri dan setelah di angkat ternyata jenisnya Rhabdomiyosarcoma, dan setelah 3 bulan tumor itu timbul kembali lebih besar dari yang pertama, kemudian di angkat kembali tapi hasilnya sama setelah operasi /pengangkatan ke 2 hanya 15 hari tumor yang di angkat timbul kembali, kemudian dokter menganjurkan untuk di radiasi, setelah di radiasi sebanyak 30x. memamng tumornya rontok tp hanya 2 bulan saja, tumor itu tumbuh kembali lebih besar, dan dokter menyarankan supaya di amputasi. apakah dokter bisa bantu saya… solusinya apa dok… terima kasih.

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

  14. dedi jubaedi says:

    Pagi dokter, saya punya anak umur 13 tahun, menurut dokter terkena kanker tulang osteosarcoma, saya berhenti tidak ke dokter lagi dikarnakan setelah di biopsi menjasi semakin membesar dan saya takut dengan biyaya nya, anak juga gak mau di amputasi. terimakasih. dan bagaimana solusi terbaiknya.

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

    • dr. nellyn angela says:

      Selamat pagi,
      Salam sehat,

      Bila sudah + didiagnosa osteosarkoma sebaiknya anak bapak segera melakukan terapi yang diperlukan (kemo terapi, dsb).
      Untuk masalah pembiayaan memang dibutuhkan dana yang besar untuk pengobatannya, cobalah untuk mengajukan formulir jamkesmas dan jamkesda untuk meminta pembiayaan dari pemerintah.

      Semoga bermanfaat
      Trims

      Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

  15. Dani Syahputra says:

    Saya Penderita Osteosarcoma. saya ingin tahu berapa kisaran biaya yang harus saya siapkan agar bisa melakukan kemotherapy, penggantian tulang yang terkena kanker dan perawatannya.

    terima kasih

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

    • dr. nellyn angela says:

      Selamat pagi,

      Kisaran biaya tentunya bergantung kepaa rumah sakit dan jenis obat yang digunakan. Untuk kemo sendiri per kali kemo biaya +/- 1-2 jt termasuk rawat inap. Untuk operasi harus melihat dari besar kanker itu sendiri yang tentunya sebaiknya ditanyakan ke spesialis orthopedi tempat bapak berobat.

      Semoga bapak lekas diberikan kesembuhan
      trims

      Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0


Trackbacks/Pingbacks

  1. Labasathahurun's Blog - [...] on July 11, 2010 by labasathahurun Kanker Tulang – Tak Perlu Amputasi, Bisa Direhabilitasi Read more: …
  2. Kanker Tulang « maucaridika di Blog - [...] doktersehat.com 0.000000 [...]