Kanker Tenggorokan – Gejala, Penyebab, dan Faktor Risiko

Kanker tenggorokan adalah kanker yang tumbuh di organ yang membantu Anda menelan, berbicara, dan bernapas. Sekitar setengah dari kanker ini terjadi di tenggorokan itu sendiri, tabung yang dimulai di belakang hidung dan berakhir di leher Anda. Tenggorokan juga disebut “faring.” Sisanya melanjut di pita suara, atau “laring.”

doktersehat-kanker-tenggorokan

Penyakit ini cenderung tumbuh dengan cepat. Itu sebabnya perawatan yang lebih awal memberi kesempatan lebih baik untuk mengalahkan mereka dan menjaga kualitas hidup.
Pelajari sebanyak mungkin tentang penyakit ini jadi Anda akan tahu apa yang diharapkan.

Gejala
Pasien dapat mengeluhkan:

  • Suara berubah seperti suara pecah atau suara serak
  • Kesulitan menelan atau bernapas
  • Sakit tenggorokan, batuk, atau sakit telinga yang tidak hilang
  • Sakit kepala
  • Benjolan leher yang keras
  • Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan

Konsultasikan dengan dokter Anda jika gejala berlangsung selama lebih dari beberapa minggu.

Apa yang Menempatkan Seseorang pada Risiko Terkena Kanker Tenggorokan?
Menggunakan tembakau untuk waktu yang lama. Merokok dan mengunyah tembakau merupakan faktor risiko terbesar untuk semua kanker kepala dan leher, termasuk kanker tenggorokan.

Mabuk berat dan teratur. Itu berarti lebih dari dua minuman alkohol sehari jika Anda seorang pria atau lebih dari satu hari jika Anda seorang wanita. Risiko akan semakin tinggi ketika minum minuman keras dan merokok.

HPV. Virus human papilloma terkait dengan kanker di belakang mulut. Ini menyebar melalui kontak intim, termasuk oral seks. Baru-baru ini sudah ada kenaikan dalam jenis kanker tenggorokan, terutama pada pria muda. Anda dapat membantu melindungi anak-anak Anda di kemudian hari dengan melakukan imunisasi vaksin HPV kepada anak Anda. Anak-anak harus memulai serangkaian suntikan pada usia 11 dan 12 tahun.

Baca Juga:  Penyakit Parkinson - Pengertian dan Parkinsonisme

Faktor risiko lain termasuk:

  • Jenis kelamin. Pria lima kali lebih mungkin untuk mengalami kanker tenggorokan daripada wanita.
  • Kebanyakan orang bisa didiagnosa setelah usia 65 tahun .
  • Laki-laki Afrika-Amerika berada pada risiko terbesar.
  • Paparan kimia. Ini termasuk bekerja di sekitar asbes, nikel, dan asap asam sulfat.