Kanker, Resiko Utama Para Pecinta Seni Rajah Kulit

DokterSehat.Com – Belakangan ini, seni rajah kulit atau yang disebut sebagai tatto semakin digemari oleh berbagai kalangan masyarakat di seluruh dunia, khususnya para kaum muda. Banyaknya pesohor dari dunia seni dan juga olahragawan terkenal yang memasang tatto sebagai ajang ekspresi diri di kulit ikut semakin menambah rasa tertarik orang-orang untuk mendapatkan tattonya sendiri. Sebagai contoh, pesepakbola layaknya Lionel Messi dan David Beckham atau bahkan penyanyi Adam Levine adalah mereka yang memiliki banyak tatto di tubuhnya. Sayangnya, dibalik keindahan yang ditampilkan pada kulit, tatto ternyata memiliki resiko kesehatan tersendiri bagi pecintanya. Dari sebuah penelitian di Eropa, diketahui jika tinta tatto memiliki resiko besar menimbulkan penyakit berbahaya layaknya kanker.

doktersehat-tato-tatto-hena

Badan Kimia dari benua Eropa yang disebut sebagau ECHA menyebutkan jika tinta tatto yang digunakan ternyata memiliki potensi beracun. Biasanya, resiko penggunaan tinta tatto bisa menyebabkan alergi layaknya gatal-gatal yang bisa berlangsung sangat lama, hingga bertahun-tahun lamanya. Namun, ECHA juga menyebutkan jika penggunaan tinta tatto ini juga meningkatkan resiko terkena kanker. ECHA bahkan telah merilis berbagai daftar bahan kimia yang dianggap berbahaya pada tinta tatto yang bisa menimbulkan resiko terkena kanker.

ECHA sendiri melakukan penelitian ini karena melihat semakin melonjaknya keinginan anak muda di Inggris untuk merajah kulitnya. Bahkan, satu dari tiga orang dewasa dengan usia muda kini memiliki tatto di tubuhnya. Hasilnya adalah, tinta tatto yang berwarna merah memiliki resiko paling besar untuk menimbulkan penyakit kanker, meskipun beberapa warna lain layaknya biru, hitam, hingga hijau juga memiliki resiko yang sama. Pakar kesehatan bahkan menyebutkan jika ada kekhawatiran besar dimana tinta tatto memiliki kandungan yang bersipa karsinogenik, reproduksi efek toksik, hingga mutagenik yang bisa berlanjut menjadi penyakit kanker.