Kanker, Penyakit yang Membuat “James Bond” Tutup Usia

DokterSehat.Com – Meskipun pemeran James Bond sudah berkali-kali berganti, pecinta film tentu masih mengingat benar James Bond yang diperankan oleh Roger Moore. Beberapa film James Bond yang dibintangi aktor asal Inggris ini bahkan disebut-sebut sebagai film Bond terbaik sepanjang masa. Sayangnya, Moore dikabarkan meninggal dunia pada hari Selasa 23 Mei 2017. Pihak keluarga dari aktor berusia 89 tahun ini menyebutkan bahwa Moore meninggal setelah berjuang melawan penyakit kanker di Swiss.



Memang, masih belum jelas jenis kanker apa yang membuat pria yang juga mendapatkan gelar kebangsawanan dari Ratu Inggris ini tutup usia. Namun, banyak pihak yang menyebutkan jika Moore pernah terkena kanker prostat pada tahun 1993 silam. Pada saat itu, Moore sempat mengeluhkan gejala berupa susah mengeluarkan buang air kecil. Setelah diperiksakan ke dokter, Ia ternyata didiagnosis terkena kanker prostat. Demi menyembuhkan penyakit ini, Moore bahkan sempat melakukan operasi pengangkatan prostat.

Badan Kesehatan Dunia, WHO, mengungkapkan jika kanker prostat adalah penyakit kanker yang paling sering terjadi nomer dua di seluruh dunia. Pada tahun 2012 sendiri, tercatat ada 1,1 juta pria di seluruh dunia yang terkena penyakit ini dimana 300 ribu diantaranya akhirnya harus kehilangan nyawa saat berjuang untuk menyembuhkannya. Di tanah air, setidaknya ada 13.600 kasus kanker prostat yang akhirnya memakan korban jiwa sebanyak 9.191 pria.

Mengapa angka korban jiwa penyakit kanker prostat sangat tinggi? Pakar kesehatan Randy Wexler. MD, yang berasal dari The Ohio State University Wexner Medical Center menyebutkan bahwa kanker prostat tidak memberikan gejala apapun hingga akhirnya mencapai stadium lanjut. Pada saat inilah penderitanya baru merasakan gejala layaknya susah buang air kecil seperti yang dialami Moore, munculnya darah saat buang air kecil, gangguan ereksi, hingga rasa nyeri pada pinggul dan punggung yang biasanya disebabkan oleh penyebaran sel kanker yang sudah cukup parah. Karena baru diketahui saat stadium lanjut, penyakit ini pun cenderung lebih sulit untuk disembuhkan.