Kanker Payudara Bisa Dicegah Dengan Makanan Berserat

DokterSehat.Com – Salah satu penyakit yang sangat ditakuti oleh kaum wanita adalah penyakit kanker payudara. Banyak sekali kasus dimana penderita kanker payudara pada akhirnya akan berakhir dengan kematian. Untuk mencegah kanker ini terjadi, wanita tentu harus mengetahui cara pencegahannya dan melakukan gaya hidup sehat semenjak usia remaja. Salah satu cara pencegahan kanker payudara yang dianggap mudah dilakukan adalah dengan banyak mengkonsumsi makanan berserat.

doktersehat-sayur-sehat

Tahukah anda, banyaknya makanan modern yang serba instan dan diolah dengan banyaknya bahan kimia layaknya mie instan, makanan beku, makanan kalengan, hingga minuman bersoda ternyata bisa memicu berbagai masalah penyakit, termasuk diantaranya adalah penyakit kanker. Kaum hawa tentu sebaiknya tidak mengkonsumsi makanan-makanan tidak sehat tersebut dan kembali mengkonsumsi makanan sehat dan segar yang kaya akan vitamin, mineral, dan juga kandungan serat. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Harvard’s School of Public Health menunjukkan bahwa ada lebih dari 90.000 wanita yang telah banyak mengkonsumsi makanan berserat sejak usia dini ternyata memiliki 16 persen resiko yang lebih rendah untuk terkena penyakit kanker payudara. Penelitian yang dilakukan selama 20 tahun ini juga menunjukkan bahwa makanan yang kaya akan serat bisa menurunkan kadar hormon estrogen sehingga perkembangan kanker pun bisa ditekan dengan signifikan.

Jika kita memiliki anak perempuan, jangan ragu untuk segera mengenalkan makanan berserat sejak dini dan kita tentu harus pandai-pandai mengolah makanan berserat ini agar menarik dan terasa enak bagi sang buah hati. Tambahan sekitar 10 gram serat pada setiap makanan anak ternyata bisa mengurangi resiko terkena kanker payudara hingga 13 persen. Beberapa bahan makanan berserat yang bisa kita konsumsi adalah makanan dari bahan gandum, ubi-ubian, kacang-kacangan, brokoli, hingga berbagai macam buah-buahan. Selain mengurangi resiko terkena kanker, makanan berserat juga diyakini mampu menurunkan resiko terkena penyakit berbahaya lainnya layaknya penyakit jantung atau diabetes.