Kanker Payudara – Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

doktersehat-kanker-payudara-breast-cancer

Kanker payudara adalah kanker yang menyerang bagian payudara karena keganasan sel-sel jaringan payudara. Kanker jenis ini dapat terjadi bila sel-sel di organ payudara tumbuh dengan mekanisme abnormal. Sel-sel tersebut membelah diri lebih cepat dari sel normal dan berakumulasi, membentuk benjolan atau massa.

Risiko kanker payudara meningkat seiring usia, maka wanita berusia 50-70 tahun dianjurkan memeriksakan diri setiap tiga tahun sekali. Hingga kini, Kanker payudara sendiri masih belum jelas penyebabnya. Yang dapat dihindari adalah faktor risikonya. Faktor risiko dari kanker payudara sendiri itu multifaktorial. Kanker payudara dapat menyerang pria maupun wanita, karena pria pun memiliki jaringan payudara meskipun tidak sebesar milik wanita.

Faktor Risiko Kanker Payudara:

  • Gender perempuan: Perempuan lebih mungkin mengalami kanker payudara dibanding pria.
  • Risiko kanker payudara meningkat seiring usia: Wanita yang lebih tua dari 55 memiliki risiko lebih besar daripada wanita yang lebih muda.
  • Sudah pernah kena kanker payudara: Jika Anda sudah pernah menderita kanker payudara pada satu payudara, Anda memiliki peningkatan risiko mengembangkan kanker pada payudara satunya.
  • Riwayat kanker payudara pada keluarga: Jika Anda memiliki seorang ibu, saudara perempuan atau anak perempuan dengan kanker payudara, Anda memiliki kesempatan lebih besar didiagnosis menderita kanker payudara. Namun, sebagian besar orang yang didiagnosis dengan kanker payudara tidak memiliki riwayat kanker payudara pada keluarga.
  • Mewarisi gen yang meningkatkan risiko kanker: Mutasi gen tertentu yang meningkatkan risiko kanker payudara dapat diturunkan dari orang tua kepada anak-anaknya. Mutasi gen yang paling umum disebut sebagai BRCA1 dan BRCA2. Gen ini dapat meningkatkan risiko kanker payudara dan kanker lainnya.
  • Paparan radiasi: Jika Anda menerima perawatan radiasi untuk dada sejak masa kanak-kanak atau dewasa muda, Anda lebih mungkin untuk mengembangkan kanker payudara di kemudian hari.
  • Kelebihan berat badan meningkatkan risiko kanker payudara karena jaringan lemak memproduksi estrogen yang dapat membantu pertumbuhan kanker.
  • Mulai haid sebelum usia 12 tahun meningkatkan risiko kanker payudara.
  • Mulai menopause pada usia yang lebih tua. Jika Anda mulai menopause setelah usia 55 tahun juga cenderung terkena kanker payudara.
  • Memiliki anak pertama di usia yang lebih tua. Wanita yang melahirkan anak pertama mereka setelah usia 35 mungkin memiliki peningkatan risiko kanker payudara.
  • Terapi hormon pascamenopause. Wanita yang mengonsumsi obat terapi hormon yang menggabungkan estrogen dan progesteron untuk mengobati tanda-tanda dan gejala menopause memiliki peningkatan risiko kanker payudara.
  • Minum alkohol meningkatkan risiko kanker payudara. Para ahli merekomendasikan tidak lebih dari satu gelas beralkohol sehari untuk wanita.

Pada tahap awal, kanker payudara biasanya tidak memiliki gejala. Ketika tumor berkembang, tanda-tanda berikut ini yang harus Anda perhatikan:

  • Benjolan di payudara atau ketiak yang berlangsung setelah siklus menstruasi wanita. Hal ini seringkali gejala pertama yang jelas pada kanker payudara. Benjolan yang terkait dengan kanker payudara biasanya tidak menimbulkan rasa sakit, meskipun beberapa dapat menyebabkan sensasi berduri. Benjolan biasanya terlihat pada mammogram jauh sebelum mampu dilihat atau dirasakan.
  • Setiap perubahan dalam ukuran, kontur, tekstur, atau temperatur payudara. Permukaan kulit pada payudara seperti jeruk bisa menjadi tanda kanker payudara stadium lanjut.
  • Perubahan di puting, seperti retraksi puting (puting yang tertarik), atau puting yang awalnya keluar menjadi masuk ke dalam, gatal, sensasi terbakar, atau ulkus. Ruam bersisik pada puting merupakan gejala dari penyakit Paget, yang mungkin berhubungan dengan kanker payudara yang mendasarinya.
  • Keluar cairan yang tidak biasa dari puting seperti berdarah, atau cairan berwarna lain. Ini biasanya disebabkan oleh kondisi jinak, tetapi bisa disebabkan oleh kanker dalam beberapa kasus.

Segera hubungi dokter jika kanker payudara menunjukkan tanda:

  • Satu atau kedua payudara memiliki benjolan abnormal atau nyeri persisten (nyeri terus menerus), atau terlihat adanya ketidaknormalan pada payudara.
  • Adanya pembengkakan kelenjar getah bening di ketiak Anda. Pembengkakan tersebut dapat dikaitkan dengan kanker.
Diagnosis Kanker Ovarium

Pada umumnya, kanker payudara didiagnosis melalui pemeriksaan rutin atau ketika penderitanya menyadari gejala-gejala tertentu yang akhirnya menjadi pendorong untuk ke dokter.Pemeriksaan fisik saja tidak cukup untuk mengonfirmasi diagnosis kanker payudara.

Semakin dini kanker terdeteksi, semakin baik untuk kesehatan jangka panjang pasien. Mendapatkan gambaran singkat dari tes yang dapat membantu mendeteksi kanker payudara. Semua wanita berisiko mengalami kanker payudara sehingga perlu dilakukan tes. Tes klinis dengan mamografi dapat dimulai pada wanita usia 40 tahun ke atas. Hasil abnormal atau wanita berisiko tinggi mungkin perlu skrining awal atau tes tambahan. Konsultasikan dengan dokter untuk hal ini.

Pemeriksaan klinis payudara adalah pemeriksaan payudara dilakukan oleh seorang profesional perawatan kesehatan. Ini merupakan check-up dasar untuk wanita, dan biasanya dimulai pada usia 20 tahun.

Deteksi Kanker Payudara

  • Mammogram

Mammogram adalah tipe khusus dari X-ray diambil untuk mencari pertumbuhan yang abnormal atau perubahan dalam jaringan payudara. Ini adalah alat kunci dalam deteksi kanker payudara. Kebanyakan hasil mammogram normal, atau itu artinya tidak ada suatu kanker payudara. Namun, jika hasil mammogram menunjukkan abnormalitas, dibutuhkan pemeriksaan penunjang lainnya untuk memastikan apakah ada suatu kanker/ tumor jinak dengan jalan biopsi.

  • USG payudara

Dokter kadang-kadang menggunakan pemeriksaan ultrasound untuk memeriksa apakah benjolan payudara adalah kista (kantung yang berisi cairan yang bukan kanker) atau massa solid (bisa kanker atau tumor jinak)

  • Biopsi payudara

Ketika dokter melakukan biopsi, maka dokter melakukan suatu operasi kecil untuk mengambil sampel sel dari suatu massa yang mencurigakan untuk melihat secara mikroskopis apakah sel dari massa tersebut itu kanker. Sel penyusun kanker payudara itu berbeda-beda. Inilah yang menjelaskan kanker payudara terbagi menjadi beberapa jenis.

  1. Biopsi payudara dengan minimal invasif

Jenis biopsi payudara ini menggunakan jarum halus kecil, bukan suatu operasi. Namun, pada prinsipnya, tujuannya sama dengan biopsi payudara biasa.

  1. Biopsi sentinel nodus

Dalam biopsi sentinel nodus, dokter memeriksa kelenjar getah bening di bawah lengan untuk melihat apakah kanker telah menyebar ke sistem getah bening.

  1. Duktal lavage

Lavage duktal memeriksa sel dari saluran susu untuk sel prakanker.

Pengobatan Kanker Ovarium

Penanganan kanker payudara setiap orang bisa berbeda-beda. Hal ini bergantung pada jenis kanker yang dialami, stadium kanker, ukuran massa, serta sensitivitas sel kanker terhadap hormon. Beberapa langkah yang bisa dilakukan adalah:

  • Memilih pengobatan kanker yang terbaik

Terdapat sejumlah pilihan pengobatan tergantung dari stadium dan jenis kanker yang diketahui pada saat biopsi. Preferensi pasien adalah bagian dari proses pengambilan keputusan dalam memilih pengobatan kanker payudara.

  • Pembedahan

Pembedahan dilakukan untuk mengangkat kanker. Pembedahan dilakukan bila stadium masih stadium awal, dan biasanya diangkat sampai ke kelenjar getah bening ketiak untuk menghindari adanya penyebaran kanker menuju sel-sel getah bening. Namun, untuk stadium lanjut, justru pembedahan tidak dilakukan mengingat penyebaran yang mungkin telah menjalar dan pembedahan tidaklah menyelesaikan masalah.

  • Kemoterapi

Kemoterapi sering digunakan untuk menghindari kemungkinan kembalinya kanker. Biasanya pada pasien yang telah dilakukan pembedahan pun perlu dilakukan kemoterapi, dan pasien yang tidak dilakukan pembedahan biasanya tetap dilakukan kemoterapi dikombinasikan dengan radioterapi (terapi radiasi).

  • Radiasi

Terapi radiasi adalah cara lain untuk membantu mengurangi kemungkinan kembalinya kanker. Biasanya dikombinasikan dengan kemoterapi.

  • Terapi hormon

Terapi hormon dapat membantu mengekang pertumbuhan, penyebaran, atau kekambuhan dari beberapa jenis kanker payudara seperti tamoxifen, inhibitor aromatase, dan obat hormonal lainnya untuk kanker payudara.

  • Terapi biologis

Terapi biologi bertujuan untuk menggunakan sistem kekebalan tubuh untuk mengekang kanker. Namun di Indonesia, terapi ini masih jarang dilakukan. Herceptin adalah salah satu terapi biologi.

Kanker Payudara yang Berulang

Untuk diketahui, jika kanker payudara kambuh, kanker tidak selalu kembali ke payudara. Beberapa orang menggunakan terapi alternatif untuk melanjutkan proses pengobatannya. Lantas apakah terapi ini dianjurkan?

Kebanyakan dokter tidak menyarankan jika hanya mengandalkan pengobatan alternatif untuk kanker payudara. Obat alternatif hanya untuk terapi komplementer, termasuk meditasi, doa, akupunktur, jamu-jamu tradisional, dan sebaiknya hal ini perlu didiskkusikan dengan dokter.

Dokter akan membantu memberikan penjelasan secara evidence based tentang kegunaan terapi alternatif. Terapi alternatif akan meningkatkan kondisi tubuh, tetapi tidak menggantikan perawatan konvensional seperti radioterapi dan kemoterapi serta pembedahan. Karena kanker adalah penyakit yang timbul dari tingkat terkecil dari sel sehingga pemusnahan dan pembetulan sel tersebut memerlukan sesuatu yang ‘menembus’ hingga tingkat inti sel.

ikuti-kontes-sehatitubaik-menangkan-berbagai-hadiah-menarik