Kanker Otak- Penyebab dan Gejalanya

DokterSehat.com– Otak merupakan bagian tubuh yang paling kompleks dan berhubungan dengan semua sistem syaraf manusia yang bekerja untuk keseluruhan. Namun setiap sistem syarafnya dapat bekerka sesuai dengan tugasnya masing-masing. Letaknya berada di dalam kepala yang dilindungi oleh tulang tengkorak, dan dekat dengan sensor indera seperti penglihatan, keseimbangan, rasa, dan bau.

3

Sebagai satu komponen yang berperan paling penting dalam tubuh, otak juga tidak bisa terhindar dari penyakit. Salah satu penyakit ganas yang bisa menyerangnya adalah kanker otak. Penyakit ini dapat disebabkan oleh dua faktor, yaitu faktor luar dan dalam. Faktor internalnya adalah adanya keturunan atau genetik. Sehingga, jika ada sanak saudara ada yang pernah mengidap kanker otak, peluang terkena penyakit ini lebih besar dibandingkan yang tidak. Sedangkan faktor eksternalnya adalah disebabkan oleh pola hidup yang kurang sehat; bahan karsiogenik, seperti yang terdapat pada minyak goreng yang dipakai berulang-ulang; dan radiasi, yaitu paparan sinar mataharti dalam gelombang tertentu yang dapat memicu sel kanker.

Kanker otak biasanya merupakan glioma, yaitu tumor dari jaringan penumpu yang terletak diantara sel-sel syaraf yang belum erdiferensiasi. Gejala penyakit dengan glioma yang tumbuh dengan agresif, tingkat I dan II yang masih dikatakan rendah, dapat meluas secara perlahan. Sebenarnya, pertumbuhan diantara sel-sel otak tidak memiliki pembatasan yang jelas. Penyebaran imfogen tidak ada, karena otak sebagai jaringan non epiteli tidak memiliki sistem pengaliran limfe. Sedangkan penyebaran hermatogen sangat jarang terjadi, namun astrositoma merupakan glioma yang paling sering, oligodendrogliom yang jarang terlihat, serta ependimoma jarang ada.

Sedangkan gejala awal kanker otak berbeda tergantung pada bagin otak mana yang diserang. Ada beberapa gejala kanker yang perlu diperhatikan, diantaranya sakit kepala yang disertai dengan mual dan muntah, daya penglihatan mulai berkurang, kesadaran menurun dan perilaku yang berubah, gangguan pada pendengaran, saat berjalan (keseimbangan tubuh), gangguan syaraf, anggota gerak mulai melemah. Jika penyakit ini terjadi pada bayi, gejala yang dapat terlihat adalah ubun-ubun yang menonjol.

Baca Juga:  Hati-hati Penularan Penyakit di Pesawat

Namun untuk lebih memastikannya, pada penderita yang memiliki gejala tersebut di atas dapat melakukan CT scan, MRI, angigram, myelogram, spinal tap, dan biopsi.