Kanker Mulut Lebih Mematikan Dari Kanker Serviks

Dokter Sehat – Kanker mulut adalah kanker yang menyerang pada bagian-bagian mulut, kanker ini bisa tumbuh di gusi, bibir, dinding mulut, lidah, langit-langit mulut atau dasar mulut. Kanker mulut termasuk penyakit berbahaya seperti kanker lainnya yang bukan mustahil membawa penderitanya pada kematian, kanker mulut yang timbul di lidah biasanya berbentuk benjolan atau timbul daging pada lidah. Kanker tersebut akan menyebabkan terjadinya pembusukan atau ketika pecah akan terus mengeluarkan cairan. Kanker mulut yang berada di lidah akan terlihat seperti sariawan yang besar, lidah akan berlubang dan kian lama akan bertambah besar. Sedangkan kanker mulut yang ada di gusi dapat dideteksi saat gusi membesar dan pipi menjadi bengkak.



Leukoplakia, perubahan sebelum kanker

Banyak ditemukan pada penyakit mukosa mulut muncul bercak putih, bercak-bercak putih pada rongga mulut yang disebut leuoplakia ini harus sangat diperhatikan. Dalam dunia kedokteran, istilah oral leukoplakia mengarah pada penyakit yang bsa berkembang menjadi kanker.

Penderita sering merasakan lapisan mulut kasar dan penciutan, bahaya dari leukoplakia pada mulut adalah bagian yang terkena tidak sakit, tidak geli, tidak terdapat koreng, sehingga sulit dideteksi. Leukoplakia merupakan penyakit yang bisa berkembang menjadi kanker. Jika tidak segera ditangani, bisa berubah menjadi kanker. Peluang berubahnya menjadi kanker antara 10-30 persen.

Kanker mulut lebih mematikan

Profesor bidang patologi mulut dari Universitas Tufts Amerika Serikat, Michael Cajen, membandingkan prevalensi kanker mulut dengan kanker serviks. Menurutnya dari 11.000 kasus kanker serviks, sekitar 6.000 diantaranya dapat terdeteksi melalui pemeriksaan pap smear.

Terdapat 1 orang meninggal dunia akibat kanker mulut setiap jamnya, dimana angka ini merupakan minimal 2 kali lipatnya dari kasus kanker serviks, karena pemeriksaan pap smear dapat mengurangi angka penderita kanker serviks hingga 90 persen. Merokok dan mengkonsumsi alkohol adalah penyebab utama munculnya penyakit ini, tetapi terdapat 25 persen dari penderita kanker mulut yang bukan disebabkan kedua hal tersebut. Setidaknya ada yang disebabkan Human Papilloma Virus (HPV). Virus ini yang menyebabkan sebagian besar dari kanker serviks, dimana saat melakukan oral seks dapat menyebabkan kanker mulut.

Baca Juga:  Metode Mendapatkan Anak Laki-Laki Atau Perempuan

Saat ini, pencegahan, pemeriksaan, dan pengobatan dini sangat berguna untuk mengurangi tingkat kematian yang disebabkan oleh kanker mulut. Jika pada pasien ditemukan bisul pada mulut yang tak kunjung, disertai rasa sakit, kelenjar getah bening pada leher membesar, dan gejala kanker mulut lainnya, sebaiknya berwaspada terhadap kanker mulut.

Kanker mulut pada stadium awal jika mendapat penanganan dini, dapat membuahkan hasil yang baik. Ahli dari Modern Cancer Hospital Guangzhou, Peng Xiao Chi menuturkan, teknologi canggih untuk mengobati kanker yang ada di dunia saat ini adalah teknik minimal invasif.

Menurut data statistik yang diperoleh dari Modern Cancer Hospital Guangzhou, tingkat keberhasilan metode minimal invasif ini pada penderita kanker stadium awal bisa mencapai 90 persen. Sedangkan tingkat keberhasilan pada penderita kanker stadium lanjut mencapai 60 persen.

Ketika kanker mulut sudah mencapai stadium akhir, tujuan dari pengobatan adalah memperpanjang peluang hidup pasien, menggurangi rasa sakit. Jika penderita sudah berusia lanjut, kondisi tubuhnya tidak terlalu baik, harus lebih hati-hati dalam memilih metode pengobatan. Tindakan bedah, radioterapi, dan kemoterapi bisa memperparah kondisi tubuh pasien.

Sedang metode cryosurgery atau pembekuan, terapi embolisasi, penanaman biji partikel, imunoterapi dan metode minimal invasif lainnya, hanya akan mengakibatkan luka seperti lubang kunci, rasa sakit dan efek samping yang diakibatkan kecil. Pemulihannya pun cepat dan efektif.

Peng mengatakan, pengobatan kanker yang terbaik adalah dengan melakukan konsultasi dengan tim medis yang ahli, serta menggunakan metode cryosurgery, intervensi, biji partikel, pengobatan tradisional China, imunoterapi dan metode-metode lainnya, dikombinasikan sesuai dengan kondisi pasien, menggabungkan satu atau beberapa metode untuk melakukan pengobatan. Metode perawatan yang komprehensif ini dapat memaksimalkan tingkat kesembuhan.