Kanker Kolorektal, kanker saluran pembuangan yang berbahaya

DokterSehat.Com – Belum banyak yang mengetahui bahwa saluran pembuangan kita setelah usus besar (kolon) adalah organ yang disebut rektum yang melanjut ke anus. Orang-orang tersebut sudah selazimnya merupakan orang yang rentan terinfeksi bakteri karena memang tempat saluran pembuangan. Untung tubuh kita diciptakan sudah sangat sempurna sehingga bakteri yang ada disana dapat dinetralisir oleh bakteri yang baik sehingga tidak menginfeksi tubuh. Namun seiring perkembangan yang serba instan ditambah lagi gaya hidup masyarakat modern yang tidak sehat mengakitkan angka kejadian kanker semakin meningkat setiap tahunnya. Tidak terkecuali dengan kanker kolorektal.

doktersehat-kanker-usus-besar-stroke-Kolitis-Iskemik-nyeri-dada-Inkontinensia-Usus

Kolon atau usus besar merupakan organ yang berfungsi sebagai tempat penyerapan air, vitamin dan elektrolit, menghasilkan lendir dan menyimpan feses dan kemudian mendorongnya keluar. Saluran yang dilewati feses selanjutnya yang disebut rektum sebelum sampai ke anus. Ketika feses masuk ke rektum, maka akan timbul rangsangan untuk segera BAB. Oleh karena itu serangkaian organ ini sangat penting pada proses pembuangan hasil metabolism tubuh kita. Namun apa jadinya orang yang penting tersebut terkena kanker. Kurangnya makan sayur dan buah yang menyebabkan feses kita keras dan sulit BAB, merokok, prilaku seksual yang menyimpang hingga banyaknya memakan makanan pengawet menjadi faktor resiko yang dominan pencetus kanker kolorektal.

Keluhan yang mendasari kanker ini terkadang tidak khas yang menyebabkan banyak penderita datang dengan stadium yang lanjut. Ataupun sudah timbul beberapa gejala namun tidak segera memeriksakan diri ke dokter atau diobati sendiri menjadi alasan banyak orang datang dengan stadium yang sudah lanjut. Oleh karena itu kita harus mengenali gejal-gejala yang khas yang ditimbulkan oleh kanker ini diantaranya :

  1. Nyeri perut kanan bawah yang lama tanpa penyebab pasti yang menyebabkan kekurangan darah (anemia) dan berat badan yang menurun
  2. Terdapat benjolan atau massa yang asing pada perut kanan bawah yang semakin membesar
  3. Rasa penuh diperut tanpa tahu penyebabnya hingga mual dan muntah yang sering
  4. BAB lendir darah yang tidak hilang walaupun sudah pengobatan berulang yang disertai rasa mulas yang hebat
  5. BAB seperti feses kambing (kecil-kecil dan bulat-bulat)
Baca Juga:  Apakah Minuman Energi Bermanfaat Bagi Tubuh?

Jangan sampai terlambat apabila kita menemukan gejala-gejala diatas. Segera periksakan diri ke dokter untuk dilakukan penanganan segera. Biasanya akan dilakukan kolonoskopi (memasukkan selang berkamera dari anus) untuk melihat kondisi kolon dan rectum dan juga untuk mendiagnosa penyakitnya. Jangan sampai terlambat, karena penangan dini akan dapat mengahasilkan kesembuhan yang lebih baik.