Kanker Hidung atau Nasofaring

DokterSehat.com – Kanker hidung atau kanker nasofaring (KNF) berbeda dengan jenis kanker lainnya. Kanker ini sulit dirasakan atau dilihat, karena itulah kanker nasofaring sulit dideteksi sejak stadium awal oleh dokter.



Gejala

Penderita kanker hidung sering tidak menyadari adanya gejala yang mengarah pada munculnya KNF. Meski begitu, penyakit ini bisa dideteksi dari gejala-gejal berikut ini:

Gejala pada hidung

  • Adanya sumbatan pada hidung yang disertai ingus kental dan biasanya pasien mengalami gangguan penciuman. Kondisi ini disebabkan tumbuhnya tumor dalam rongga nasofaring.
  • Penderita akan mengalami pilek culup lama, sekitar satu bulan meski tidak memiliki gangguan hidung.
  • Sering mengalami mimisan meski dalam jumlah sedikit.

Gejala pada telinga

Gejala juga dapat diketahui dari telinga yang mengalami penurunan fungsi pendengaran seperti sukar mendengar atau suara terdengar kurang jelas. Selain itu, di telinga sering muncul suara mendengung pada salah satu telinga dan terasa seperti berisi cairan.

Gejala pada kelenjar leher

Penderita kanker hidung juga akan mengalami pembesaran kelenjar leher baik di salah satu sisi ataupun keduannya. Bila diraba leher akan terasa keras, sebenarnya pembesaran ini merupakan tanda bahwa kanker sudah menyebar.

Gejala tahap lanjut

Kanker tahap lanjut menyebabkan gangguan penglihatan akibat kelumpuhan otot kelopak mata yang tidak bisa membuka secara normal. Kanker yang menyebar ke daerah mulut dapat mengakibatkan penderita mengalami kesulitan menelan dan bersuara.

Parahnya, bila kanker sudah menyebar melalui pembuluh darah dan aliran limfa maka bisa mengenai organ vital lainnya seperti hati dan paru-paru. Bila sudah terkena organ tersebut akan rusak sehingga penderita akan mengalami rasa nyeri di tulang, gangguan pencernaan, dan sesak nafas. Jika sudah menyebar maka penderita sulit diobati.

Baca Juga:  Cukupi Asupan Vitamin K Mampu Cegah Kanker Lho

Penyebab

Virus Epstein Barr merupakan penyebab utama munculnya kanker hidung. Virus ini tinggal secara permanen di nasofaring, orofaring, hingga kelenjar ludah dan akan aktif bila seseorang mengonsumsi ikan asin terus menerus dalam waktu lama. Kanker hidung juga bisa disebabkan konsumsi asinan atau makanan pengawet, ventilasi yang buruk, obat nyamuk bakar, dan membakar dupa.