Kanker dan Tumor Jinak Otak – Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Kanker Otak adalah terganggunya siklus sel pertumbuhan pada otak. Tumor adalah massa dari jaringan yang dibentuk oleh akumulasi sel abnormal. Biasanya, sel-sel dalam tubuh berproses, mati dan digantikan oleh sel-sel baru. Pada kanker dan tumor lainnya, siklus sel untuk mati terganggu. Sel tumor tumbuh, meskipun tubuh tidak membutuhkannya, dan tidak seperti sel-sel tua yang normal, mereka tidak mati. Karena proses ini berlangsung, tumor terus tumbuh dan semakin banyak sel yang berkumpul membentuk suatu massa.

doktersehat-kanker-orak-tumor-jinak

Tumor otak primer muncul dari berbagai sel yang membentuk otak dan sistem saraf pusat dan diberi nama untuk jenis sel di mana mereka terbentuk pertama. Jenis yang paling umum dari tumor otak pada orang dewasa adalah glioma dan tumor astrositik. Tumor ini terbentuk dari selastrosit dan jenis-jenis sel glial, yang merupakan sel penyokong otak.

Jenis yang paling umum kedua dari tumor otak orang dewasa adalah tumor meningeal. Bentuk ini berasal meninges, lapisan tipis jaringan yang menutupi otak dan sumsum tulang belakang.

Apa Perbedaan Antara Tumor Otak Jinak dan Ganas?
Tumor jinak bukanlah kanker. Tumor otak primer ganas adalah kanker yang berasal di otak, biasanya tumbuh lebih cepat dari tumor jinak, dan agresif menyerang jaringan di sekitarnya. Meskipun kanker otak jarang menyebar ke organ lain, namun akan menyebar ke bagian lain dari otak dan sistem saraf pusat.

Tumor otak jinak biasanya memiliki batas yang tegas dan biasanya tidak berakar dalam jaringan otak. Hal ini membuat mereka lebih mudah untuk diangkat melalui pembedahan, dengan asumsi daerah otak yang terkena dapat dengan aman dioperasi, misalnya, tumor yang terletak pada bagian otak yang dekat dengan permukaan luar otak. Tapi bahkan setelah tumor diambil, tumor masih bisa kambuh, baik jinak maupun ganas.

Meskipun tumor jinak di bagian lain dari tubuh dapat menyebabkan masalah, mereka umumnya tidak dianggap sebagai masalah kesehatan utama atau menjadi mengancam jiwa. Tetapi tumor otak meskipun jinak bisa menjadi masalah kesehatan yang serius. Tumor otak merusak sel-sel di sekitar mereka dengan menyebabkan peradangan dan menyebabkan peningkatan tekanan pada jaringan di bawah dan sekitarnya serta di dalam tengkorak.

Yang membedakan jinak dan ganas selain kecepatan pertumbuhannya adalah dengan cara melihat sel tumor di bawah mikroskop. Itu adalah diagnosis pasti untuk mengetahui apakah itu jinak atau ganas.

Apakah Gejala Tumor Otak di Dewasa?
Gejala tumor otak bervariasi sesuai dengan jenis tumor dan lokasi. Karena berbagai wilayah otak mengontrol fungsi yang berbeda dari tubuh, maka letak tumor akan menentukan kelemahan fungsi organ tubuh yang disarafi bagian otak tersebut.

Beberapa tumor dapat saja tidak memiliki gejala sampai mereka cukup besar dan kemudian menyebabkan penurunan kondisi kesehatan yang serius. Tumor lain mungkin memiliki gejala yang berkembang secara perlahan.

Gejala awal umum dari tumor otak adalah sakit kepala. Seringkali, penderita menanggapi secara biasa sakit kepala tersebut dengan membeli obat warung. Namun memang perlu diingat bahwa kebanyakan nyeri kepala tidak terkait dengan tumor otak.

Baca Juga:  Gejala dan Penyebab Kanker Prostat

Gejala lainnya meliputi:

  • Kejang
  • Perubahan dalam bicara atau pendengaran
  • Perubahan dalam cara berpikir
  • Masalah keseimbangan
  • Masalah dengan cara berjalan
  • Mati rasa atau kesemutan di lengan atau kaki
  • Masalah dengan ingatan/memori
  • Perubahan kepribadian
  • Ketidakmampuan untuk berkonsentrasi
  • Kelemahan di salah satu bagian tubuh

Sangat penting untuk diingat bahwa gejala-gejala ini dapat disebabkan oleh beberapa penyakit lainnya. Jangan menganggap Anda memiliki tumor otak hanya karena Anda mengalami beberapa dari gejala-gejala di atas. Konsultasikan kepada dokter jika memang gejala terasa menakutkan.

Bagaimana Tumor Otak Didiagnosis?
Untuk mendiagnosis tumor otak, dokter mulai dengan mengajukan pertanyaan tentang gejala-gejala dan menelaah riwayat kesehatan pribadi dan keluarga. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, termasuk pemeriksaan neurologis. Jika ada alasan untuk mencurigai tumor otak, dokter mungkin meminta satu atau lebih dari tes berikut:

  • Studi pencitraan seperti CT-scan atau MRI untuk melihat gambaran rinci dari otak
  • Angiogram atau MRA, yang melibatkan penggunaan pewarna dan X-ray dari pembuluh darah di otak untuk mencari tanda-tanda tumor atau abnormalitas dari pembuluh darah di otak
  • Biopsi untuk menentukan apakah tumor merupakan tumor jinak atau kanker. Sebuah sampel jaringan akan diambil dari otak baik selama operasi untuk mengangkat tumor atau dengan jarum dimasukkan melalui lubang kecil dibor ke dalam tengkorak sebelum pengobatan dimulai. Sampel tersebut kemudian dikirim ke laboratorium untuk ditelaah di bawah mikroskop.

Bagaimana Tumor Otak Diobati?
Operasi untuk mengangkat tumor biasanya pilihan pertama tumor otak telah didiagnosis. Namun, beberapa tumor tidak bisa diangkat dengan operasi karena lokasi yang terlalu dalam dan sulit dijangkau. Dalam kasus tersebut, kemoterapi dan terapi radiasi merupakan kedua pilihan untuk membunuh sel tumor dan menyusutkan ukuran tumor. Namun, kemoterapi dan radiasi juga digunakan setelah operasi untuk membunuh sel-sel kanker yang tersisa.

Tumor yang jauh di dalam otak atau di daerah yang jangkauan sulit dapat diobati dengan terapi Gamma Knife, yang merupakan bentuk terapi radiasi yang difokuskan di titik tertentu yang telah dihitung oleh ahlinya.

Karena pengobatan untuk kanker juga dapat merusak jaringan sehat, penting untuk mendiskusikan kemungkinan efek samping dan efek jangka panjang dari pengobatan yang dilakukan. Dokter dapat menjelaskan risiko dan efek samping pengobatan.

Dokter juga dapat menjelaskan pentingnya perencanaan untuk rehabilitasi setelah pengobatan. Rehabilitasi dapat bekerjasama dengan ahli terapi, seperti:

  • terapis fisik untuk mendapatkan kembali kekuatan dan keseimbangan anggota gerak tubuh
  • terapis wicara untuk mengatasi masalah dengan berbicara, mengungkapkan pikiran, ataupun membantu mengatasi masalah menelan
  • terapis kerja untuk membantu mengelola kegiatan sehari-hari seperti menggunakan kamar mandi, mandi, berpakaian, menyisir, dan kegiatan dasar lainnya.

(dr. Ursula Penny)