Kanker Otak – Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Kanker-dan-Tumor-Jinak-Otak-doktersehat

Kanker otak adalah kondisi di mana tumbuhnya tumor berbahaya pada otak. Tumor terbentuk dari jaringan yang dibentuk oleh akumulasi sel abnormal. Biasanya, sel-sel dalam tubuh berproses, mati dan digantikan oleh sel-sel baru.

Pada kanker dan tumor lainnya, siklus sel untuk mati terganggu. Sel tumor tumbuh, meskipun tubuh tidak membutuhkannya, dan tidak seperti sel-sel tua yang normal, mereka tidak mati. Karena proses ini berlangsung, tumor terus tumbuh dan semakin banyak sel yang berkumpul membentuk suatu massa.

Jenis yang paling umum dari tumor otak pada orang dewasa adalah glioma dan tumor astrositik. Tumor ini terbentuk dari selastrosit dan jenis-jenis sel glial, yang merupakan sel penyokong otak. Jenis lain dari tumor otak orang dewasa adalah tumor meningeal. Bentuk ini berasal meninges, lapisan tipis jaringan yang menutupi otak dan sumsum tulang belakang.

Penyebab Kanker Otak

Sebagian besar dari keganasan pada otak disebabkan oleh kanker yang dimulai dari bagian tubuh lain dan menyebar ke otak melalui pembuluh darah. Hal ini disebut sebagai tumor sekunder. Kanker yang dapat menyebar ke otak mencakup kanker paru, kanker payudara, kanker usus besar, dan kanker kulit tipe melanoma.

Beberapa kanker otak ganas yang berawal dari sel-sel otak (kanker otak primer) dapat disebabkan oleh tumor otak yang jinak dan berkembang menjadi ganas. Namun alasan perkembangan dari tumor otak secara primer masih belum diketahui secara pasti.

Berikut ini adalah faktor-faktor yang berpotensi meningkatkan risiko terjangkit tumor otak:

  • Faktor keturunan. Memiliki anggota keluarga yang terdiagnosis dengan tumor otak.
  • Otak terekspos radiasi saat menjalani tindakan radioterapi.
  • Terpapar zat kimia, seperti formaldehida.
  • Infeksi virus HIV.
  • Terpapar racun dari lingkungan sekitar.

Gejala Kanker Otak

Gejala tumor otak bervariasi sesuai dengan jenis tumor dan lokasi. Karena berbagai wilayah otak mengontrol fungsi yang berbeda dari tubuh, maka letak tumor akan menentukan kelemahan fungsi organ tubuh yang disarafi bagian otak tersebut.

Beberapa tumor dapat saja tidak memiliki gejala sampai mereka cukup besar dan kemudian menyebabkan penurunan kondisi kesehatan yang serius. Tumor lain mungkin memiliki gejala yang berkembang secara perlahan.

Gejala awal umum dari tumor otak adalah sakit kepala. Seringkali, penderita menanggapi secara biasa sakit kepala tersebut dengan membeli obat warung. Namun memang perlu diingat bahwa kebanyakan nyeri kepala tidak terkait dengan tumor otak.

Jika tekanan di dalam rongga kepala naik akibat adanya tumor, gejala-gejala berikut ini bisa terjadi:

  • Muntah-muntah yang terjadi secara mendadak dan tanpa alasan yang jelas.
  • Epilepsi atau kejang-kejang. Bisa terjadi di seluruh tubuh atau terjadi kedutan pada satu area tubuh tertentu saja.
  • Sakit kepala yang berkelanjutan.
  • Mudah lupa, marah, atau mengantuk.
  • Menurunnya penglihatan atau pendengaran.
  • Masalah dengan cara berjalan
  • Mati rasa atau kesemutan di lengan atau kaki
  • Ketidakmampuan untuk berkonsentrasi
  • Kelemahan di salah satu bagian tubuh

Sangat penting untuk diingat bahwa gejala-gejala ini dapat disebabkan oleh beberapa penyakit lainnya. Jangan menganggap Anda memiliki tumor otak hanya karena Anda mengalami beberapa dari gejala-gejala di atas. Konsultasikan kepada dokter jika memang gejala terasa menakutkan.

Diagnosis Kanker Otak

Untuk mendiagnosis tumor otak, dokter mulai dengan mengajukan pertanyaan tentang gejala-gejala dan menelaah riwayat kesehatan pribadi dan keluarga. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, termasuk pemeriksaan neurologis. Jika ada alasan untuk mencurigai tumor otak, dokter mungkin meminta satu atau lebih dari tes berikut:

  • Studi pencitraan seperti CT-scan atau MRI untuk melihat gambaran rinci dari otak.
  • Angiogram atau MRA, yang melibatkan penggunaan pewarna dan X-ray dari pembuluh darah di otak untuk mencari tanda-tanda tumor atau abnormalitas dari pembuluh darah di otak
  • Biopsi untuk menentukan apakah tumor merupakan tumor jinak atau kanker. Sebuah sampel jaringan akan diambil dari otak baik selama operasi untuk mengangkat tumor atau dengan jarum dimasukkan melalui lubang kecil dibor ke dalam tengkorak sebelum pengobatan dimulai. Sampel tersebut kemudian dikirim ke laboratorium untuk ditelaah di bawah mikroskop.

Pengobatan Kanker Otak

Penderita kanker otak biasanya membutuhkan pembedahan untuk mengangkat tumor. Sisa jaringan tumor yang masih ada ditangani dengan radioterapi, kemoterapi, atau gabungan keduanya. Seseorang dengan tumor otak ganas dapat membutuhkan prosedur pembedahan untuk mengangkat sebanyak mungkin sel kanker yang ada.

Tujuan dari pengobatan ini adalah untuk mengangkat atau membunuh sebanyak mungkin sel tumor. Dengan begitu diharapkan dapat menghilangkan sel kanker sepenuhnya. Namun, hal ini tidak selalu memungkinkan dan sebagian besar tumor otak ganas dapat kembali setelah penanganan.

Untuk diketahui, beberapa pengobatan kanker dapat merusak jaringan sehat, penting untuk mendiskusikan dengan dokter tentang kemungkinan efek samping dan efek jangka panjang dari pengobatan yang dilakukan.

Dokter juga dapat menjelaskan pentingnya perencanaan untuk rehabilitasi setelah pengobatan. Rehabilitasi dapat bekerjasama dengan ahli terapi, seperti:

  • Terapis fisik untuk mendapatkan kembali kekuatan dan keseimbangan anggota gerak tubuh.
  • Terapis wicara untuk mengatasi masalah dengan berbicara, mengungkapkan pikiran, ataupun membantu mengatasi masalah menelan.
  • Terapis kerja untuk membantu mengelola kegiatan sehari-hari seperti menggunakan mandi, berpakaian, menyisir, dan kegiatan dasar lainnya.