Kandungan Garam pada Biskuit Manis Ancam Kesehatan Anak-anak

DokterSehat.com – Kecintaan anak-anak pada biskuit manis kerap kali sulit untuk dihentikan. Bahkan tidak sedikit Si kecil yang rela melakukan mogok makan demi mendapatkan biskuit kesayangan tersebut. Namun siapa yang menyangka, jika ternyata dibalik manisnya biskuit justru terkandung banyak garam.



Di balik kelezatan dan kerenyahannya, biskuit manis dengan lapis cokelat dapat membawa risiko buruk bagi kondisi kesehatan. Pasalnya, kandungan kadar garam yang terdapat dalam biskuit jauh lebih tinggi dibanding dengan kandungan garam dalam nugget ayam dan popcorn asin.

Dampak buruk bagi kesehatan tubuh yang dapat muncul, antara lain adalah tekanan darah yang cepat meningkat shingga berpotensi menyebabkan risiko stroke pada saat dewasa. Angka kematian yang disebabkan penyakit stroke pun dapat bertambah setiap tahunnya.

Dalam Daily Mail disebutkan bahwa CASH (Consensus Action of Salt and Health) menyatakan bahwa, tanpa disadari tidak sedikit anak yang memperoleh asupan garam yang bersumber makanan olahan, tak terkecuali biskuit. Consensus Action of Salt and Health telah melakukan riset pada 110 jenis biskuit populer di Inggris, baik biskuit dengan rasa manis ataupun biskuit dengan rasa asin.

Hasilnya, beberapa merk biskuit terkemuka yang dijajakan di supermarket memiliki kandungan garam yang cukup tinggi. Ada yang jumlah kandungan garamnya mencapai angka 0,4 gram garam tiap 25 gram atau tiap kemasan. Kandungan garam yang paling tinggi justru terdapat pada jenis biskuit susu lapis cokelat.

Jika anak-anak mengkonsumsi 46 bungkus biskuit pertahun, besar kemungkinan mereka akan terkena tekanan darah tinggi pada saat dewasa nanti. Salah satu upaya preventif untuk mencegah kemungkinan buruk tersebut adalah dengan memperingatkan pihak produsen makanan untuk mengurangi porsi kandungan garam pada produknya untuk menjaga kesehatan masyarakat.

Baca Juga:  Tingkah Saat Tidur Yang Menandakan Tubuh Sedang Tidak Sehat

Professor of Cardiovascular Medicine di Queen Mary, University of London yang sekaligus menjabat sebagai Ketua CASH, Profesor Graham MacGregor, menuturkan bahwa masyarakat harus berhati-hati karena kandungan garam juga bersembunyi dibalik olahan makanan manis. Para orang tua harus jeli dan pandai mengatur konsumsi biscuit manis untuk mencegah terjadinya tekanan darah tinggi saat anak beranjak dewasa.

Profesor Graham MacGregor juga menghimbau kepada pihak-pihak produsen biskuit untuk mengurangi ukuran biskuit serta tidak mempergunakan tambahan garam pada produk biskuit. Tak jarang pihak produsen makanan justru menambahkan natrium bikarbonat yang dapat meningkatkan tingginya asupan garam.

Menurut CASH, kedua jenis perasa tersebut tidak harus digunakan. Bahkan tanpa kedua jenis bahan perasa tersebut, perusahaan produsen makanan masih dapat memproduksi biskuit lezat yang digemari anak-anak.