Heboh, Peneliti Temukan Sel Baru di Dalam ASI

kandungan-di-dalam-asi-doktersehat
photo credit : pexels.com

DokterSehat.Com– Sejak zaman dahulu, ASI atau Air Susu Ibu memang menjadi pilihan terbaik bagi bayi dan tidak bisa digantikan dengan susu formula lainnya. Hal tersebut dikarenakan ASI memiliki nutrisi lengkap yang dibutuhkan bayi dalam masa pertumbuhannya. Adapun nutrisi tersebut berupa vitamin, mineral, lemak, karbohidrat, protein, serta cairan dalam kadar yang tepat sehingga membuat bayi menjadi lebih sehat dalam beberapa bulan pertama usianya.

Karena begitu pentingnya peran ASI bagi bayi, maka begitu banyak ilmuan yang melakukan penelitian mengenai kandungan yang dimiliki oleh ASI. Bahkan, ada sebuah penelitian yang mengatakan bahwa ASI juga mengandung sekitar 400 nutrisi ideal lainnya yang sangat dibutuhkan oleh bayi sehingga perkembangan serta kesehatannya menjadi optimal.

Terlepas dari itu semua, baru-baru ini ada lagi sebuah penelitian yang cukup menghebohkan banyak orang, khususnya ibu menyusui. Penelitian tersebut dilakukan oleh para ilmuan di Augusta University Augusta University yang berhasil menemukan senyawa serta sel baru di dalam ASI. Sel tersebut bernama limfoid bawaan atau ILCs yang tersembunyi di dalam ASI.

Lebih jelas lagi, para peneliti tersebut menjelaskan bahwa sel tersebut adalah sel-sel yang berhubungan dengan imunitas atau kekebalan tubuh. Jadi, sel baru ini sangat berfungsi sebagai sistem kekebalan bayi yang bisa mencegah terjadinya peradangan, infeksi, serta bakteri. Seperti diketahui, bayi sangatlah rentan terhadap penyakit, maka dari itu sel inilah yang nantinya akan menjadi tameng atau perlindungan utama.

Tidak sampai di situ, ILCs juga bermanfaat dalam jangka panjang yang membentuk sistem imun bayi secara mandiri. Cara kerja ILCs pun cukup hebat, yakni mengirim pesan kimian melalui sitokin ke makrofag dan sel imun lainnya sebagai respon pada invasi pathogen.

Maka dari itu, setiap ibu menyusui disarankan untuk mengonsumsi makanan sehat agar sel alami ini tetap dalam kondisi serta jumlah yang baik demi tumbuh kembang dan kesehatan sang buah hati.