Kalsium Bagi Kesehatan Wanita

DokterSehat.com – Tubuh manusia memiliki kebutuhan akan kalsium yang cukup tinggi. Sebegitu pentingnya kalsium ini hingga jika tubuh manusia kekurangan kalsium, maka akan terjadi masalah pada kesehatannya. Yang cukup unik adalah bagaimana ternyata wanita membutuhkan asupan kalsium lebih banyak dari yang dibutuhkan pria, berikut adalah beberapa manfaat kalsium bagi kesehatan wanita:

9

  • Menjaga Kekuatan Tulang

Sudah menjadi rahasia umum jikalau tulang membutuhkan Kalsium (Ca) dalam menjaga kekuatannya ataupun dalam masa pertumbuhan. Mineral ini sangat membantu dalam menyusun struktrur tulang. Seiring dengan bertambahnya usia, tulang pun dapat semakin melemah, sehingga diperlukan asupan yang baik untuk menjaga kekuatannya.

  • Mencegah Osteoporosis

Osteoporosis atau yang lebih dikenal sebagai pengeroposan tulang dapat terjadi pada siapa saja, namun wanita memiliki resko yang lebih besar terutama pada usia yang sudah menua. Pengeroposan tulang ini diawali dengan kekurangan kalsium pada tubuh, yang mengakibatkan kepadatan tulang yang mempengaruhi struktur tulung semakin menurun. Para wanita dapat mengkonsumsi makanan yang kaya kalsium atau juga ditambah dengan meminum susu berkalsium tinggi.

  • Dibutuhkan Dalam Masa Kehamilan

Dengan terdapatnya janin pada rahim wanita hamil, otomatis bayi dalam tersebut membutuhkan kalsium dalam pembentukan jantung sehat, menataan detak jantung, dan juga dalam hal pertumbuhan pulang.

  • Menjaga Kadar Estrogen

Kadar estrogen sangatlah penting dalam menjaga keseimbangan hormon reproduksi dan mengatur banyak hal dari kehamilan hingga memori. Kalsium dapat menjadi faktor yang penting dalam penjagaan kadar estrogen dalam diri setiap wanita.

  • Kebutuhan Atlet Wanita

Sebagai atlet, banyak wanita yang sengaja melakukan diet ketat dalam sesi latihan yang otomatis dapat mempengaruhi jumlah kalsium dalam tubuhnya. Atlet wanita dapat menambah asupan kaya kalsium seperti susu, keju, atau yoghurt untuk menyeimbangkan kadar kalsium dalam tubuhnya.

Baca Juga:  Apa Itu PCOS (Polycystic Overy Syndrome)?