Kaki sering Kesemutan, Berbahayakah?

Dokter Sehat – Kesemutan merupakan fenomena umum yang sering terjadi pada tubuh manusia, pada umumnya yang sering mengalami kesemutan adalah kaki. Fenomena kesemutan terjadi karena posisi duduk atau tidur terlalu lama pada posisi yang tidak berubah, hal ini menyebabkan terganggunya system saraf sensorik yang kemudian menyebabkan salah satu organ tubuh seperti mati rasa.

8

Pada dasarnya kesemutan bukan merupakan penyakit, namun terkadang malah penyakit yang membuat system saraf sensorik terganggu dan menyebabkan kesemutan. Berbahaya atau tidak kesemutan tergantung penyebabnya, jika karena posisi duduk atau tidur yang salah dalam waktu lama bisa jadi itu gejala alami, namun jika desebabkan oleh suatu penyakit atau merupakan gejala dari suatu penyakit tentunya hal ini perlu anda waspadai.

Istilah medis untuk kesemutan adalah parestesia, pada umumnya kesemutan disebabkan oleh tekanan pada saraf. Ketika sistem persarafan berjalan lancar, arus listrik kecil mengalir di sepanjang jaringan saraf di lengan dan kaki, tulang belakang dan otak. Tetapi jika ada tekanan terus- menerus pada saraf, arus ini terhambat dan menyebabkan sensasi kesemutan. Kondisi ini terjadi misalnya ketika Anda jongkok atau bersila dalam waktu lama. Ketika Anda berdiri, tekanan pada saraf-saraf kaki dilepaskan dan arus persarafan kembali normal, maka kesemutan pun berangsur menghilang.

Kesemutan yang berlangsung lama atau sering (kronis) adalah hal yang berbeda karena dapat mengindikasikan gangguan saraf yang lebih permanen. Kondisi yang dapat menyebabkan kesemutan kronis antara lain :

1.Diabetes
Diabetes dapat merusak pembuluh darah kecil yang memasok saraf di jari tangan dan kaki, hal ini dapat menyebabkan kesemutan, nyeri atau mati rasa di tangan dan kaki (neuropati perifer).

Baca Juga:  Cara Agar Tetap Sehat Meski Banyak Kesibukan

2.Kompresi saraf atau saraf terjepit
Misalnya kompresi saraf ulnaris (saraf yang dimulai di leher dan memanjang ke bawah hingga bagian dalam lengan atas dan siku). Contoh lainnya adalah siatika, nyeri yang disebabkan oleh iritasi atau kompresi saraf siatik, yang memanjang dari bagian belakang panggul, melalui pantat dan turun hingga ke tungkai-tungkai kaki.

3.Carpal tunnel syndrome
sensasi nyeri dan kesemutan di tangan yang disebabkan oleh akumulasi tekanan di terowongan kecil yang memanjang dari pergelangan tangan ke telapak tangan (carpal tunnel).

4.Paparan zat beracun
Seperti timah atau radiasi.

5.Manultrisi
Di mana tubuh kekurangan nutrisi yang penting untuk berjalannya sistem saraf, termasuk vitamin B12.

6.Kerusakan saraf
Akibat infeksi, cedera atau penyalahgunaan alkohol

7.Efek samping obat tertentu
seperti kemoterapi (obat kuat yang digunakan untuk mengobati kanker), obat HIV, antibiotik metronidazol atau obat pencegah kejang (antikonvulsan).

8.Kondisi lai seperti stroke, multiple sclerosis dan tumor otak
Kondisi-kondisi tersebut sangat serius tetapi jarang terjadi dan selalu disertai gejala lain selain kesemutan.

Cara mengatasi kesemutan :

1.Longgarkan pakaian atau sepatu yang ketat.

2.Berdiri dan gerak-gerakkan kaki Anda setelah bangkit dari jongkok atau bersila untuk waktu yang lama.

3.Hindari cedera saraf di leher atau punggung dengan tidak mengangkat beban yang berat, mengambil istirahat secara teratur di tempat kerja dan menjaga postur tubuh yang baik.

4.Kendalikan diabetes, jika Anda memilikinya, dengan diet, olahraga, obat-obatan dan pemeriksaan rutin.

5.Hindari kekurangan vitamin B12 dengan diet seimbang.

6.Segera kunjungi dokter apabila kesemutan Anda disertai tanda-tanda gangguan saraf lain seperti tremor, kesulitan berjalan, layuh, dan lain-lain