Terkena Penyakit Langka, Kaki dan Tangan Berubah Menjadi Batu

kaki_tangan_batu_doktersehat_1
Photo Source: ANAS HAMDANI/ CATERS NEWS

DokterSehat.Com– Empat dari tujuh anak yang dimiliki keluarga Nazir Bhatti dan Abdida Ali dari Sujawal, Provinsi Sindh, Pakistan, terkena penyakit langka yang membuat kaki dan tangan mereka mengeras seperti batu. Anak-anak tersebut adalah Habibullah Bhatti (19), Mehrunisa (15), Nasebullah Bhatti (10), dan Khairunisa (6).

Dilansir dari Story Trender, tangan dan kaki keempat saudara ini mengeras sehingga membuat mereka tak lagi mampu menggunakan sandal ataupun sepatu.

Nazir, sang ayah, berkata bahwa kejadian ini muncul pada tiga tahun lalu, tepatnya saat Khairunisa mulai jatuh sakit. Saat itu, kulit di kakinya semakin mengeras sehingga menjadi seperti batu hanya dalam waktu tiga bulan. Sayangnya, enam bulan kemudian, tiga anak lainnya juga mengalami kondisi yang sama.

Khawatir jika hal ini bisa menular ke anak lainnya, ketiga anak yang belum terkena penyakit ini dipindahan ke rumah nenek dari pihak ibu.

Kini, keempat anak yang sudah terkena penyakit ini terpaksa harus bertelanjang kaki meskipun jalan yang mereka lalui sangatlah panas saat musim panas dan membeku saat musim dingin. Anak-anak ini juga kerap mengeluhkan sensasi nyeri yang luar biasa sehingga Abdida dan Nazir harus membasuh tangan dan kaki mereka dengan air setiap jam demi membuat kulitnya menjadi lebih lembut.

Meski sudah berkali-kali pergi ke dokter, belum ditemukan apa penyebab dari masalah kesehatan ini. Hal ini membuat Nazir dan Abdida frustrasi. Mereka pun khawatir anak-anak ini tidak akan mampu bersekolah atau bekerja di masa depan.

Keluarga Nazir tergolong sangat miskin sehingga tidak mampu membawa keempat anaknya ke rumah sakit yang lebih besar agar bisa mendapatkan pengobatan yang lebih layak. Beruntung, anggota kepolisian setempat Fida Hussain Mastoi mendengar kabar ini dan mulai melakukan penggalangan dana. Keempat anak Nazir pun dibawa ke Karachi untuk mendapatkan pengobatan. Disana, mereka didiagnosis terkena epidermolytic hyperkeratosis.

Kini, anak-anak malang ini sedang menjalani proses pengobatan dan diharapkan akan bisa mendapatkan kesembuhan.