Jumlah Pria Perokok di Indonesia Nomor Satu di Dunia

DokterSehat.Com – Sebuah data yang dikeluarkan oleh The Tobacco Atlas pada tahun 2015 menunjukkan sebuah fakta yang sangat memprihatinkan di Indonesia. Masyarakat Indonesia, khususnya yang berjenis kelamin pria dan memiliki usia lebih dari 15 tahun ternyata berada di peringkat satu dalam hal jumlah perokok di seluruh dunia. Yang mengkhawatirkan adalah 66 persen pria di Indonesia ternyata tercatat sebagai perokok aktif.

doktersehat-rokok-mudah-sakit-resiko-jantung-stroke

Pakar kesehatan Lily Sulistyowati bahkan menyebutkan jika dua per tiga dari pria dengan usia lebih dari 15 tahun ternyata perokok dengan jumlah keseluruhan perokok di Indonesia, baik itu pria dan wanita, kini telah mencapai 90 juta orang. Dengan tingginya jumlah pecandu rokok di tanah air, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia juga menyebutkan jika jumlah penderita penyakit yang tidak menular, khususnya yang diakibatkan oleh kebiasaan merokok layaknya jantung, stroke, diabetes, gagal ginjal, dan berbagai macam kanker juga ikut meningkat. Dari data yang dimiliki oleh Kementerian Kesehatan RI, diketahui jika 71 persen penyebab penyakit-penyakit berbahaya tersebut ternyata disebabkan oleh kebiasaan merokok yang sangat berbahaya dan bahkan bisa sangat mematikan.

Dokter ahli paru-paru yang berasal dari RS Persahabatan, Agus Dwi Susanto menyebutkan jika tingginya jumlah penderita penyakit-penyakit tersebut disebabkan oleh adanya 4.000 atau bahkan lebih zat kimia yang sebagian besar diantaranya ternyata bersifat karsinogenik atau bisa menyebabkan kanker. Sebagai catatan, sebagian besar penderita kanker paru-paru, penderita stroke, penderita penyakit jantung koroner, dan penyakit paru obstruktif kronis adalah mereka yang hobi merokok.

Setelah Indonesia di urutan pertama jumlah perokok pria dengan usia lebih dari 15 tahun, tercatat penduduk Rusia berada di urutan kedua dengan rasio 60 persen, China dengan 53 persen, Filipina dengan 48 persen, Vietnam dengan 47 persen, Thailand dengan 46 persen, Malaysia dengan 44 persen, India dengan 24 persen, dan Brasil dengan 22 persen.