Jika Anak Terlambat Melakukan Imunisasi, Apakah Bisa Disusul Saat Nanti Tumbuh Besar?

DokterSehat.Com – Meskipun sudah cukup banyak disediakan oleh pemerintah, dalam realitanya cukup banyak orang tua yang tidak dapat memberikan imunisasi pada anak-anaknya karena keterbatasan sarana, kelengkapan tempat medis di dekat tempat tinggalnya, atau bahkan karena anak tidak mau diimunisasi. Sebuah pertanyaan pun muncul, apakah jika anak terlambat melakukan imunisasi, kita bisa menyusulkan imunisasi ini saat anak nanti lebih besar?

doktersehat-vaksin-polio-anak

Pakar kesehatan dr. Piprim Yanuarso, SpA(K) yang berasal dari Ikatan Dokter Anak Indonesia menyebutkan bahwa meskipun terlambat atau tidak sesuai dengan jadwal, menyusulkan imunisasi pada saat anak sudah tumbuh besar ternyata tidak masalah. Menurut beliau, anak yang sudah cukup besar ternyata tetap bisa mendapatkan imunisasi yang seharusnya mereka dapatkan saat masih kecil dengan melakukan catch up immunization. Hanya saja, untuk melakukannya, orang tua tentu tidak bisa asal-asalan dan sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter agar bisa memberikan vaksin yang tepat untuk diberikan pada anak. Hal ini disebabkan karena ada beberapa vaksin yang tidak bisa serta-merta asal diberikan pada anak yang sudah besar.

Beliau menyebutkan bahwa beberapa jenis vaksin layaknya vaksin rotavirus tidak bisa asal diberikan pada anak yang sudah besar karena biasanya virus ini diberikan secara bertahap dalam jadwal tiga bulan. Selain itu, vaksin layaknya HIB atau PCV juga sudah tidak perlu diberikan pada anak yang sudah berusia 5 tahun.

Lantas, imunisasi vaksin apa saja yang bisa disusulkan pada anak yang sudah besar meskipun terlambat? Dr. Piprim menyebutkan bahwa vaksin DPT, polio, dan hepatitis B sebaiknya tetap diberikan pada anak meskipun kita tetap harus berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter agar bisa mendapatkan dosis atau jadwal yang tepat akan imunisasi ini. Hal ini penting untuk dilakukan karena adanya perbedaan reaksi vaksin pada usia manusia. Sebagai informasi, vaksin bayi jika diberikan pada orang dewasa akan memberikan reaksi yang lebih hebat sehingga sebaiknya diberikan vaksin yang memiliki antigen yang lebih sedikit.