Pertolongan Pertama Jika Anak Mengalami Demam Disertai Kejang

DokterSehat.Com – Anak kecil kerap kali mengalami demam yang cukup tinggi di kala musim hujan seperti ini. Demam ini bisa disebabkan karena menurunnya daya tahan tubuh anak karena adanya perubahan cuaca dan suhu dengan ekstrim. Kegiatan bermain anak yang kerap dekat dengan polusi, debu, dan kemungkinan terkena banyaknya bakteri dan kuman juga bisa menyebabkan demam tinggi bagi anak-anak. Dalam beberapa kasus, demam pada anak bahkan bisa berlanjut hingga kejang-kejang.

doktersehat-anak-kejang-demam-tifoid

Tubuh anak kecil biasanya memang tidak bisa mentoleransi kenaikan suhu tubuh hingga lebih dari 38 derajat Celcius sebagaimana orang dewasa sehingga akan mengalami kejang-kejang. Anak bisa tiba-tiba menghentak-hentakkan kaki dengan mata yang cenderung melirik ke atas dan bisa kemudian tidak sadarkan diri. Banyak orang tua yang kemudian panik jika anak-anak mengalami demam yang disertai dengan kejang-kejang. Apa saja sebenarnya hal yang bisa kita perbuat dalam menangani anak yang demam dan kejang-kejang ini?

Anak yang mengalami demam tinggi tentu sebaiknya dikompres pada dahinya dan beberapa bagian badan lain layaknya perut. Kita tak perlu memakai air dingin atau air hangat, gunakan saja air biasa. Gunakan pula obat penurun panas khusus anak-anak untuk mengurangi demam. Hanya saja, anak demam yang mengalami kejang-kejang sebaiknya segera ditempatkan pada tempat yang datar dan jauhkan dari berbagai benda keras dan tajam karena gerakan anak tentu akan tidak terkendali saat kejang-kejang dan bisa terluka jika dekat dengan benda-benda tersebut. Ada baiknya kita tidak memasukkan makanan atau minuman saaat anak sedang kejang-kejang karena kita justru beresiko membuatnya tersedak dan membuat anak kesulitan bernafas. Anak yang mengalami demam dan kejang-kejang juga sebaiknya segera dibawa ke dokter atau klinik terdapat karena harus diberi perawatan medis yang maksimal sehingga panas tubuhnya pun akan segera mereda dan tidak lagi mengalami kejang-kejang.