Jenis Pendarahan Pada Ibu Hamil Muda

DokterSehat.Com – Seorang wanita yang sedang hamil harus lebih waspada dengan apa yang terjadi pada dirinya karena banyak sekali kondisi-kondisi yang mengancam pada kehamilan. Tidak sedikit juga ibu yang mengeluhkan perdarahan pada trimester atau 3 bulan pertama kehamilannya.



Pendarahan dapat terjadi kapan saja, baik pada ibu hamil muda maupun ibu hamil tua, pada trimester pertama, kedua ataupun ketiga. Pendarahan pada ibu hamil muda yang terjadi pada beberapa kaum wanita memang terkadang membuat panik dan menganggapnya sebagai keguguran. Perlu ibu ketahui bahwa pendarahan pada ibu hamil muda tidak selalu beresiko pada keguguran, namun pendarahan memang salah satu ciri keguguran. Oleh sebab itu, hal ini perlu diwaspadai oleh ibu hamil dan ketahuilah jenis-jenis pendarahan pada ibu hamil muda.

  • Abortus atau keguguran komplitus
    Pendarahan tahap ini adalah dimana semua hasil konsepsi sudah keluar dari dalam rahim. Pendarahan biasanya berkurang menjadi lebih sedikit dan mulut rahim telah menutup kembali. Ibu hamil yang mengalami pendarahan ini harus menjalani kuretase dengan tujuan untuk membersihkan sisa-sisa pendarahan yang masih ada di dalam rahim.
  • Abortus atau keguguran inkomplit
    Pada pendarahan saat hamil tahap ini, sudah terjadi pengeluaran hasil konsepsi. Namun, di dalam rahim masih ada sisa yang tertinggal. Pada umumnya pendarahan jenis ini keluarnya sangat banyak sehingga bisa menimbulkan shock pada ibu hamil muda.
  • Abortus atau keguguran insipiens
    Pada pendarahan saat hamil tahap ini biasanya embrio masih utuh di dalam rahim, namun sudah terjadi pembukaan dalam rahim sehingga menimbulkan pendarahan yang lebih banyak dan disertai dengan rasa mulas.
  • Abortus atau keguguran iminens
    Abortus iminens adalah terjadinya pendarahan dari rahim yang terjadi pada tahap awal masa kehamilan dimana mudigah atau embrio masih utuh di dalam rahim. Pada tahapan ini biasanya pendarahan hanya sedikit namun disertai dengan perut mulas. Pada jenis abortus iminens ini ibu harus memastikan apakah janin dalam kandungan masih bisa berkembang atau tidak. Cara yang bisa ditempuh dengan melakukan pemeriksaan USG secara berulang kali. Sebagian dari kasus abortus iminens pada ibu hamil muda masih bisa dipertahankan.
Baca Juga:  Cara Mengatasi Plasenta Previa

Segera hubungi dokter jika terjadi pendarahan pada ibu hamil. Beritahukan pada dokter tentang gejala dan apa saja yang terjadi selama dalam proses pendarahan termasuk seberapa banyak jumlah darah yang keluar dan rasa sakit yang dirasakan oleh ibu hamil.