Jenis dan Penyebab Perdarahan Saat hamil

DokterSehat.com – Perdarahan saat hamil kerap diidentikan dengan keguguran. Sebenarnya, tidak semua perdarahan merupakan gejala keguguran. Meski begitu, bukan berarti Anda boleh menganggap enteng perdarahan yang terjadi saat hamil.



Perdarahan dapat dialami kapan saja selama kehamilan. Pada trimester pertama kehamilan ada empat jenis perdarahan yang bisa dialami ibu hamil, yaitu:

1. Abortus iminiens, yaitu perdarahan pada rahim yang bisa mengakibatkan keluarnya sedikit darah, tapi kondisi embrio tetap utuh dan aman.

2. Abortus insipiens, pada kondisi ini wanita hamil akan mengalami perdarahan yang lebih banyak dan disertai dengan rasa mulas, kondisi embrio masih utuh namun sudah mengalami pembukaan rahim.

3. Abortus inkomplet, perdarahan yang dialami akan sangat banyak dan bisa menyebabkan syok. Pada kondisi ini, embrio keluar dan masih ada sisa yang tertinggal di rahim.

4. Hamil ektopik atau hamil di luar kandungan. Dari kebanyakan kasus ditemukan calon janin menempel di saluran telur (tuba falopi). Jika terjadi maka tindakan yang harus dilakukan adalah operasi guna mengeluarkan janin dan mengangkat saluran telur yang robek.

Pendarahan yang terjadi pada trimester 2 dan 3 biasanya dapat disebabkan oleh:

  • Plasenta di bawah (plasenta previa) merupakan posisi di mana plasenta menutupi jalan lahir. Biasanya perdarahan yang terjadi tanpa disertai nyeri.
  • Plasenta lepas (solutio plasenta), pelekatan plasenta yang robek sebagian atau terlepas. Perdarahan yang terjadi umumnya berupa bercak darah yang berwarna merah gelap.

Sampai sekarang belum diketahui pencegahan apa yang efektif menekan terjadinya perdarahan saat hamil. Yang perlu diperhatikan bila ibu hamil mengalami perdarahan sebaiknya segera atasi dengan:

  • Baringkan ibu hamil dengan posisi kaki lebih tinggi dari bahu.
  • Istirahat hingga perdarahan berkurang.
  • Jangan melakukan aktivitas yang berat, misalnya mengangkat beban.
  • Hubungi dokter jika darah keluar cukup banyak agar segera mendapat penanganan yang tepat.
Baca Juga:  Menguap Dengan Berlebihan Bisa Jadi Gejala Penyakit