Jenis dan Cara Pengobatan Biang Keringat

Doktersehat.com – Biang keringat atau keringet buntet dalam istilah kedokterannya disebut miliaria biasanya timbul akibat keringat berlebihan yang tidak bisa keluar karena adanya penyumbatan pada saluran kelenjar keringat. Penyumbatan ini disebabkan sel-sel kulit yang mati karena keringat tidak terbuang secara sempurna. Keringat yang tidak bisa keluar tersebut menimbulkan bintik-bintik kecil atau lenting yang berisi air yang disertai timbulnya rasa gatal, pedih, dan kulit jadi kemerahan.



Biang keringat dapat terjadi pada anak-anak bahkan orang dewasa. Biang keringat sering muncul di sekitar dahi dan leher, juga mengincar bagian-bagian tubuh yang tertutup pakaian seperti dada dan punggung, serta bagian yang mengalami tekanan atau gesekan pakaian. Biang keringat tidaklah berbahaya dan akan menghilang dalam beberapa minggu dengan perawatan kulit seperti biasa. Namun, biang keringat dapat mengganggu aktivitas Anda ataupun si buah hati. Untuk mencegah timbulnya biang keringat sebaiknya kenali tiga bentuk biang keringat dan cara pengobatannya, seperti berikut ini:

Miliaria Kristalin

Biang keringat ini yang paling banyak terjadi pada bayi. Gejalanya bintil-bintil yang amat kecil (1-2 mm), muncul di daerah yang tertutup setelah bayi banyak berkeringat. Tidak ada keluhan apapun dan akan sembuh dengan sendirinya ditandai dengan munculnya sisik-sisik halus. Untuk mencegahnya, ibu bisa memakaikan bayi pakaian yang tipis dan dapat menyerap keringat. Prinsipnya adalah mencegah keringat atau mengusahakan keringat menguap dengan baik.

Miliaria Rubra

Jenis biang keringat yang lebih berat, terdapat pada area badan yang bergesekan dengan pakaian. Bintil-bintilnya lebih besar, gatal dan pedih. Konon, banyak terjadi pada Anda yang terbiasa di udara tropis. Penyebabnya belum pasti, kemungkinan selain karena banyak keringat juga adanya sumbatan pada kelenjar keringat. Ada ahli yang mengatakan kadar garam yang tinggi di kulit disertai adanya kuman. Untuk menghindarinya, gunakan pakaian yang tipis dan menyerap keringat. Terapi obat mungkin diperlukan yaitu bedak salisil 2% yang mengandung mentol.

Baca Juga:  Bahan Alami Peluruh Kolesterol

Miliaria Profunda

Biasanya mengikuti biang keringat jenis miliaria rubra. Tandanya, bintil berwarna putih yang keras, banyak terdapat di badan, tangan dan kaki. Bintil-bintil kebanyakn tidak berisi air, teraba seperti kulit yang mengeras, tidak gatal dan berwarna seperti kulit saja. Bila ini terjadi, Anda bisa memberikan losion calamin dengan atau tanpa mentol, bisa juga losion yang berisi resorsin 3%.

Lebih aman bedak tabur
Selain dalam bentuk bedak tabur, di pasaran juga dijual pengurang rasa gatal dalam bentuk bedak kocok, krem, dan salep. Menurut Ari, pada prinsipnya sama saja karena bahan-bahan yang ditempelkan di kulit bisa dalam berbagai bentuk. Hanya saja, semakin kental atau semakin berbentuk salep, maka akan semakin lekat.

“Bedak tabur kalau ditempelkan di badan tentu fungsi lekatnya kurang. Lain dengan bedak kocok yang ditambahi cairan tertentu sehingga lebih melekat ke badan,” terang Ari.

Cuma, seringkali bedak kocok ada tambahan alkoholnya sehingga pada beberapa orang bisa menimbulkan iritasi bila digunakan. Jadi, silakan pilih mau bentuk yang mana. Tetapi kalau mau lebih aman dan nyaman, sih, pilihlah bentuk bedak tabur seperti dianjurkan Ari. “Kecuali bila biang keringatnya agak berat, barulah gunakan bedak kocok.”

Kandungan alkohol pada bedak dapat menyebabkan kulit pada beberapa orang kelihatan lebih kering setelah pengobatan.

Dari berbagai sumber