Bahaya dan Masalah Pada Jenggot Pria

DokterSehat.Com – Belakangan ini, kita akan terbiasa melihat banyak pria yang memiliki jenggot atau brewok yang tebal. Pria berjenggot kini dianggap sebagai pria yang trendi dan terlihat lebih tampan jika dibandingkan dengan pria dengan tampilan yang lebih bersih dan klimis. Tampilan yang dewasa memang membuat banyak kaum hawa menjadi tertarik, sayangnya, jenggot yang dibiarkan lebat ini ternyata menyimpan banyak sekali bakteri.

doktersehat-Hirsutisme-Rambut-Berlebih

Penelitian di New Mexico, Amerika Serikat menunjukkan bahwa pria dengan berjenggot lebat beresiko memiliki lebih banyak bakteri daripada jumlah bakteri pada toilet. Hal ini ternyata disebabkan oleh jenggot lebat cenderung tidak dirawat dengan bersih sebagaimana pada rambut di kepala sehingga jenggot pun menjadi sarang yang sempurna bagi bakteri. Struktur rambut jenggot yang cenderung kasar dan pekat jika dibandingkan dengan rambut juga menjadi penyebab mengapa bakteri bisa berkumpul pada jenggot. Jika anda sering mengusap jenggot dengan tangan dan kemudian mengambil makanan, anda bisa beresiko mendapatkan penyakit perut.

Jika memelihara jenggot hingga tebal bisa memicu masalah bakteri, mencukur jenggot sendiri bisa menyebabkan masalah tersendiri bagi wajah pria. Beberapa pria yang selalu ingin tampil klimis dan bersih cenderung akan mencukur jenggotnya sesering mungkin demi menjaga kebersihan muka. Sayangnya, obsesi menjaga muka tanpa bulu sedikitpun ini bisa membuat kulit luar di area dagu dan kumis menjadi rusak dan rambut jenggot pun cenderung menjadi lebih tebal. Selain itu, kebiasaan menekan pencukur jenggot dengan dalam agar jenggot tercukur dengan sempurna dapat membuat luka dan iritasi pada kulit wajah, apalagi jika pisau pencukur adalah pisau yang sudah tua dan kurang begitu tajam sehingga tidak nyaman dipakai. Tanpa kita sadari, pisau cukur yang sudah tua juga membawa bakteri yang cukup banyak dan memberikan masalah iritasi kulit menjadi lebih buruk.

Baca Juga:  Pusing Saat Bangun Dari Posisi Duduk, Apa yang Terjadi?

Meskipun anda menginginkan tampilan yang klimis tanpa jenggot atau kumis, jangan biasakan mengulangi pencukuran pada satu area berulang-ulang untuk menghindari penipisan atau pengelupasan kulit yang memicu luka dan iritasi. Gunakanlah pisau yang tajam agar jenggot tercukur dengan sempurna pada sentuhan pertama sehingga resiko mendapatkan iritasi pun jauh berkurang sehingga kulit wajah pun tetap dalam kondisi yang baik.