Jauhi Makanan Berlemak Pada Saat Hamil

DokterSehat.Com – Menjadi ibu adalah dambaan setiap wanita, oleh sebab itu makan dengan baik selama kehamilan adalah suatu hal yang penting bagi ibu hamil seperti anda. Wanita hamil yang doyan makanan berlemak bisa meningkatkan peluang memiliki anak perempuan hingga cucu perempuan yang mengembangkan kanker payudara.



Peneliti percaya makanan yang tidak sehat bisa mengubah sel-sel dari bayi yang belum lahir serta generasi yang mendatang.

NHS merekomendasikan agar wanita hamil tidak makan untuk berdua dan menghindari junk food yang tinggi lemak.
Ini menunjukkan makanan yang sehat saat hamil bisa mengurangi tingkat kanker payudara.

Para ilmuwan di Georgetown University di Washington DC meneliti manan pada tikus hamil yang melakukan diet normal atau mengandung lemat yang satu tingkat lebih tinggi.

Tikus yang mengonsumsi makanan berlemak, anak perempuan serta cucu perempuannya berisiko tinggi mengalami kanker payudara meski mereka mengonsumsi makanan normal.

Makanan berlemak berhubungan dengan tingginya kadar hormon seksual pada wanita, yakni hormon estrogen. Kelompok tikus lainnya yang diet makanan berlemak tinggi yang juga diberikan suplemen estrogen mempengaruhi tiga generasi berikutnya.

Menurut penulis utama, Dr Sonia de Assis, penelitian itu belum teruji kepada manusia. Apakah ibu yang memakan atau terekspos selama kehamilan bisa meningkatkan risiko anak perempuannya mengalami kanker payudara.

Apa yang kami temukan untuk pertama kalinya adalah meningkatnya risiko kanker payudara pada anak perempuan dapat diturunkan ke cucu perempuan dan bahkan ke cicit perempuan yang tidak terkena paparan, ujarnya.

Menurutnya, penelitian ini sangat penting karena bisa memberitahukan asal-usul beberapa jenis kanker payudara.

Para peneliti menuliskannya dalam Nature Communications (KEEP). Mereka percaya penelitian itu bisa menjelaskan mengapa kanker payudara cenderung terjadi dalam keluarga yang kebanyakan kasusnya bukan genetik.

Baca Juga:  Dokter Calvin Tjong

Sebaliknya, mereka percaya diet dan terpaparnya kimia dalam rahim bisa mengaktifkan atau menonaktifkan gen tertentu secara permanen terhadap generasi. Presos itu disebut Epigenetika.

Tikus betina yang dikawinkan dengan jantan dalam kelompok diet yang sama menunjukkan, diet ayah tikus juga bisa meningkatkan risiko kanker payudara, tetapi ditularkan melalui ibu.

Semua keturunan tampak normal, tapi mereka yang terkena diet lemak tinggi memiliki banyak struktur dalam jaringan payudara yang berhubungan dengan kanker.