Jarang Membersihkan Lantai Beresiko Menyebabkan Berbagai Penyakit

DokterSehat.Com – Seberapa sering kita membersihkan lantai dengan total? Kebanyakan orang cenderung hanya berpikir jika asalkan kita menyapu lantai dengan rutin, maka berbagai debu akan tersingkirkan dan lantai sudah cukup nyaman dipijak. Sayangnya, mengepel lantai dengan sabun pembersih justru cukup jarang untuk dilakukan. Padahal, jika kita jarang mengepel lantai, dikhawatirkan akan ada banyak sekali kuman dan bakteri yang berkembang pada lantai. Selain tempat untuk dipijak, lantai juga bisa menjadi tempat kita untuk duduk-duduk, berbaring, atau bahkan tempat bermain bagi anak. Apa yang terjadi jika kita jarang membersihkan lantai dengan disinfektan?

doktersehat-pel-lantai-bakteri-mop-floor

Pakar kesehatan menyebutkan jika kita akan memiliki resiko tinggi mengembangkan berbagai macam bakteri dan kuman jika jarang membersihkan lantai. Yang menjadi masalah adalah, bakteri dan kuman ini mampu memicu penyakit yang berbahaya bagi tubuh. Sebagai contoh, ada kemungkinan bakteri E.Coli berkembang biak dengan pesat dan bisa memicu penyakit muntah atau diare. Selain itu,a da juga bakteri Staphylococcus yang bisa menyebabkan keracunan makanan, Pseudomonas Aueruginosa yang bisa membuat diare dan memperparah luka borok, Enterobacter spp, klebsiella spp, dan Citrobacter spp yang bisa menyebabkan infeksi saluran pernafasan dan infeksi saluran kemih, hingga shigella spp yang bisa menyebabkan diare dengan level yang berat atau disebut sebagai disentri.

Ingatlah bahwa kita tinggal di negara dengan tingkat kelembaban yang cukup tinggi sehingga ada kecenderungan lantai akan menjadi lebih lembab dan bisa menjadi tempat berkembang favorit bagi bakteri dan kuman. Apalagi, lantai juga kerap dipijak oleh kaki-kaki yang berasal dari luar rumah yang biasanya kurang bersih. Ada baiknya memang kita mulai rajin membersihkan lantai dengan disinfektan sehingga lantaipun tidak menjadi area yang menimbulkan penyakit bagi tubuh kita.