Jangan Terlalu Sering Memberi Anak Hadiah

DokterSehat.Com – Hari Natal segera tiba. Di hari ini, anak-anak biasanya akan menunggu datangnya hadiah dari Santa Klaus atau orang tuanya. Meskipun akan sangat baik bagi anak karena bisa membuat mereka berbahagia, pakar kesehatan menyarankan orang tua untuk tidak melakukannya secara berlebihan. Apa sajakah efek negatif dari terlalu sering memberikan anak hadiah?

doktersehat-anak-main-handphone-gadget

Membuat anak menjadi manja
Pakar kesehatan menyebutkan jika andai dilakukan dengan berlebihan, memberikan hadiah ternyata tak lagi membuat anak berbahagia, namun bisa membuatnya menjadi lebih manja dan cenderung sombong. Anak akan merasa bahwa dirinya bisa memiliki semua hal dan terbiasa selalu meminta pada orangtuanya. Andai orangtuanya menolak, maka anak bisa marah, depresi, atau bahkan rewel dalam waktu yang lama. Selain itu, anak yang terlalu sering mendapatkan hadiah juga bisa menjadi sombong dan merasa memiliki status sosial lebih tinggi dari anak-anaknya.

Membuat anak menjadi serakah dan boros
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh pakar kesehatan di University of Missouri, Amerika Serikat, anak-anak yang terlalu sering mendapatkan hadiah akan cenderung serakah dan merasa bahwa Ia bisa mendapatkan segalanya. Di masa depan, Ia pun akan cenderung lebih boros, tidak bisa mengatur keuangan dengan baik, dan mudah tertarik dengan dunia judi.

Membuat anak tidak percaya diri
Banyak orang tua yang sering memberikan anak hadiah karena tidak memiliki waktu yang cukup untuk menemaninya. Alih-alih membuatnya bahagia, hal ini sebenarnya justru akan membuatnya tidak memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Berdasarkan hasil penelitian yang hasilnya dirilis dalam Harvard’s Journal of Happiness, diketahui bahwa meskipun mendapatkan berbagai barang atau hadiah yang diinginkan, anak belum tentu berbahagia atau memiliki kepercayaan diri yang baik.

Baca Juga:  Jangan Pernah Mengatakan Hal Ini Kepada Anak

Alih-alih memberikannya hadiah, ada baiknya kita justru merayakan hari Natal bersama dengan keluarga bersama-sama layaknya dengan melakukan makan bersama, berbincang-bincang bersama, atau melakukan liburan keluarga. Anak pun akan lebih berbahagia sekaligus merasa disayang oleh orangtuanya.