Jangan Sepelekan Nafas Yang Terengah-Engah Saat Melakukan Aktivitas

DokterSehat.Com – Pakar kesehatan menyebutkan jika jumlah orang yang rutin melakukan pengecekan kesehatan tubuhnya masih sangatlah minim. Kebanyakan dari kita memang cenderung malas, atau bahkan takut untuk melakukan cek kesehatan ini dan akhirnya baru mendatangi fasilitas kesehatan saat kondisi kesehatannya justru semakin menurun dan membutuhkan bantuan medis. Padahal, jika kita memiliki gejala masalah kesehatan yang terkesan sederhana saja, ada baiknya kita mewaspadai hal ini karena bisa jadi gejala ini adalah tanda dari adanya penyakit yang berbahaya. Salah satunya adalah jika kita cenderung mudah terengah-engah meskipun kita hanya melakukan kegiatan biasa saja.

doktersehat-nafas-terengah-engah-Aritmia-Gangguan-Irama-Jantung)

Pakar kesehatan Paula Chadwick dari Roy Castle Lung Cancer Foundation, Inggris, menyebutkan jika masalah kesehatan nafas pendek dan mudah terengah-engah saat melakukan aktivitas harian biasa bisa jadi menandakan bahwa anda memiliki resiko terkena penyakit jantung koroner, kanker paru, atau bahkan penyakit paru obstruktif kronis. Hal ini berarti gejala nafas pendek ini tidak boleh disepelekan begitu saja, bukan?

Chadwick mengungkapkan jika gejala nafas yang terengah-engah saat melakukan aktivitas harian ini memang kerap terjadi pada mereka dengan usia 50 tahun ke atas. Sayangnya, banyak masyarakat yang menganggap jika hal ini normal terjadi pada para lansia karena memang kondisi fisik mereka yang semakin menurun. Padahal, jika kondisi kesehatan tubuh lansia sehat, seharusnya gejala ini tidak pernah muncul.

Selain pendeknya nafas, gejala lain dari adanya penyakit berbahaya yang harus segera diperiksakan kondisinya ke dokter adalah batuk-batuk, khususnya yang berlangsung lebih dari tiga minggu. Memang, obat batuk bisa dengan mudah didapatkan di warung-warung. Namun, obat-obatan ini belum tentu mampu menghilangkan batuk ini dengan tuntas dan bisa jadi hal ini adalah tanda adanya penyakit yang lebih serius. Segera periksakan ke dokter jika batuk sudah melebihi tiga minggu demi keselamatan nyawa kita.