Jangan Sepelekan Gejala Awal Diabetes Berikut

DokterSehat.Com – Penyakit diabetes atau yang kerap disebut masyarakat sebagai penyakit kencing manis ternyata memiliki gejala-gejala awal yang kerap kali disepelekan oleh masyarakat. Padahal, jika kita mau mencermati gejala-gejala ini, kita bisa mencegah penyakit diabetes berkembang menjadi lebih serius dan bisa segera diobati dengan baik. Berikut adalah beberapa gejala awal diabetes yang harus kita waspadai.

doktersehat-dermatitis-kontak-Porfiria-kanker-kulit

Gejala pertama yang dirasakan pada awal adanya diabetes adalah rasa gatal yang terus-menerus terjadi dan serasa tidak akan reda meskipun sudah digaruk atau diobati dengan obat olesan. Gatal yang terus-terusan terjadi ini bisa menjadi tanda adanya diabetes mengingat kemampuannya yang mampu membuat sirkulasi darah terganggu dan memicu rasa gatal-gatal dan kulit kering yang parah. Seringnya, area tangan, betis, hingga kaki akan menjadi area tubuh yang paling sering terkena gatal-gatal gejala awal diabetes yang sulit diredakan dan harus segera diperiksakan.

Selain rasa gatal-gatal yang terjadi terus-menerus, kulit pada gejala awal diabetes juga akan mengalami perubahan. Perubuahaan ini biasanya berupa rupa kulit yang cenderung lebih bersisik dan lebih gelap pada area belakang leher, buku-buku jari, hingga siku anda. Kondisi ini bisa menjadi tanda bahwa kadar gula darah dalam tubuh berada dalam level yang berlebihan. Hal ini akan memicu pertumbuhan sel dan melamin pada kulit yang berlebihan sehingga pigmen kulit pun akan menimbulkan warna lebih gelap dan bersisik.

Dua indera tubuh juga bisa mengalami perubahan yang menjadi gejala awal adanya penyakit diabetes. Penglihatan mereka yang mengalami gangguan layaknya rabun dekat atau rabun jauh bisa jadi tiba-tiba menjadi lebih sehat atau bahkan menjadi lebih buruk. Hanya saja, banyak laporan bahwa penderita diabetes mengalami perbaikan visi penglihatan saat gala darah cenderung naik. Hal sebaliknya adalah indera pendengaran yang cenderung semakin berkurang. Mereka yang memiliki kadar gula darah tinggi memang memiliki resiko lebih besar, yakni sekitar 30 persen mengalami gangguan pendengaran. Selain itu, diabetes juga bisa membuat pembuluh darah dan saraf pada telinga bagian dalam kerusakan.