Jangan Sepelekan Efek Junk Food Bagi Otak

DokterSehat.Com – Telah menjadi rahasia umum jika konsumsi makanan junk food memberikan banyak sekali dampak buruk bagi kesehatan tubuh. Selain bisa menyebabkan banyak penyakit berbahaya layaknya kanker, serangan jantung, hingga obesitas, junk food juga ternyata bisa menyebabkan gangguan kesehatan pada otak. Konsumsi junk food ternyata berpengaruh besar pada kemampuan kognitif otak dan jika dilakukan dalam waktu yang lama, ternyata bisa mempengaruhi daya ingat dengan signifikan.

doktersehat-anak-makan-burger-junk-food

Fakta ini diperoleh dari sebuah penelitian yang dilakukan di University of New South Wales. Penelitian ini memang dilakukan pada hewan tikus percobaan yang dianggap memiliki organ pencernaan dan sistem tubuh yang mirip dengan manusia. Tikus-tikus tersebut diberikan diet tinggi lemak dan gula yang banyak ditemukan pada junk food dan setelah seminggu melakukan diet ini, maka tikus pun mengalami dampak buruk pada kemampuan kognitif otaknya. Tikus akan cenderung kesulitan untuk mengenali beberapa tempat atau bahkan mengingat beberapa objek yang sebenarnya sering dilihat namun telah dipindahkan ke tempat yang baru. Penelitian juga menyebutkan jika bagian hippocampus pada otak yang berkaitan erat dengan ruang penyimpanan memori akan mengalami peradangan sehingga kemampuan memorinya pun akan jauh berkurang.

Pakar kesehatan meyakini jika hasil penelitian ini akan memiliki pengaruh yang serupa pada otak manusia jika banyak mengkonsumsi makanan tidak sehat, termasuk diantaranya adalah junk food. Yang menjadi perhatian adalah, konsumsi junk food dalam waktu seminggu saja ternyata sudah bisa mempengaruhi fungsi kognitif pada otak. Anda tentu tidak bisa membayangkan bukan jika kita mengkonsumsi junk food dalam durasi yang sangat lama, maka kerusakan pada otak pun bisa lebih besar. Meskipun konsumsi junk food dikurangi, namun jika kita tetap tidak melakukan gaya hidup yang tidak sehat, pola makan yang buruk, sekaligus minimnya latihan tubuh secara rutin, maka tubuh pun akan beresiko mengalami gangguan kesehatan yang tinggi.